Sabtu, 4 April 2020
Kejaksaan Republik Indonesia

BERITA

Kejati Jateng Supervisi Kasus Korupsi di Klaten

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah berencana melakukan supervisi menanganan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Klaten. Pasalnya, kasus-kasus di yang ditangani Kejari Klaten diduga jalan ditempat. Macetnya penanganan kasus di Klaten itu diadukan oleh LSM Pusoko dari Klaten ke Kejati Jateng.

Berdasar aduan tersebut, ada tiga kasus yang dinilai lambat penanganannya. Tiga kasus tersebut adalah dugaan korupsi pada proyek swakelola pemutakhiran data kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Klaten tahun 2008. Proyek pengadaan lahan untuk SMK Negeri Bayat dan SMK Negeri Tulung tahun 2008, serta dugaan korupsi pada penyaluran dana gempa tahun 2006.

Kedatangan LSM Pusoko Klaten kemarin diterima oleh Pelaksana harian (Plh) Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, Adi Prabowo didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum), Eko Suwarni. "Saat ini, berdasar informasi yang kami terima, Kejari Klaten masih menunggu hasil audit BPKP Jateng untuk kasus Dukcapil dan dana gempa," kata Adi.

Eko Suwarni menambahkan, sedianya audit tersebut telah selesai dilakukan. Tapi masih ada yang perlu dikoordinasikan, tambah Eko. BPKP Jateng sendiri telah merampungkan audit kasus Dukcapil pada tahun 2010. BPKP menemukan kerugian negara hingga Rp 1,59 miliar dari proyek senilai Rp 3,8 miliar.(Nas)


(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/ Kejati Jawa Tengah)


kembali

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id