Sabtu, 11 April 2020

03-02-2009
Perkara Tindak Pidana Korupsi Pembangunan PLTU 2x7 MW Sampit Kal-Teng

Pada hari Selasa tanggal 3 Pebruari 2009, Tim Penyidik Pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang diketuai oleh ELVIS JHONY, SH telah memeriksa MAHFIAN ARDHI (Mantan Kredit Analysis PT. Bank Mandiri) sebagai Tersangka dalam penyidikan perkara tindak pidana korupsi pembangunan PLTU 2x7 MW Sampit Kalteng.

Kasus Posisi :

• Pada tanggal 10 Nopember 2003 tersangka Ir. BRAHMANTYO IRAWAN KUHANDOKO dan Ir ACHMAD FACHRIE bergabung sebagai pemegang saham PT Karya Putra Powerin (PT. KPP) berdasarkan Akta Perubahan Perusahaan PT. KPP No. 2 dengan dengan posisi tersangka lr BRAHMANTYO IRAWAN KUHANDOKO sebagai komisaris Utama (56.7 %) dan tersangka Ir, ACHMAD FACHRIE sebagai Direktur (10,6%)
• Pada tanggal 15 Januari 2004 PT. KPP dan PT. PLN Wilayah Kalselteng telah rnenandatangani SLral Perarjian Pembelian Listrik untuk Lokasi Sampit Kalimantan Tengah yang akan mulai berlaku efektif setelah PT. KPP menyelesaikan pembangunan PLTU 2x7 MW, yang ditandatangani oleh AGUS WIJAYANTO LEGOWO selaku Direktur Utarna PT. KPP dan PURNOMO WILLY BS selaku General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah/Kalselteng.
• Berdasarkan Akta Perubahan perusahaan PT. KPP No. 12 tersangka
Ir. BRAHMANTYO dan tersangka Ir ACHMAD FACHRIE keluar sebagi pemegang saham maupun pengurus PT. KPP, namun pada tangga[ 22 April 2004 berdasarkan. Akta No. 6 dan Akta No. 7 menyatakan bahwa HESTI ANDI TJAHYANTO harus menyerahkan kepemilikan sahamnya kembali kepada ir BRAHMANTYO IRAWAN KUHANDOKO sebanyak 250.665 lembar, nilai nominal Rp. 25.065.500.000,- (50,1%) dan sebanyak 240.835 lembar nilai nominal Rp. 24,083.500.000,- (48,2%).
• Bahwa pada tanggal 6 Mei 2004 PT. KPP dengan Surat yang ditandatangani o!eh AGUS WIDJAVANTO LEGOWO dan HESTI ANDI TJAHYANTO dengan No. Ref. : 0604/KPP-BNI/IV/2004 mengajukan permohonan fasilitas kredit (Kredit lnvestasi/Kl Pp. 57.749.000.000,-. Kredit Modal Kerja/KMK Rp. 6.000.000.000,-, Standby LC/SBLC USD 6.480.000. Interest During Contruction (IDC) Rp. 5.622.000.000,- ke PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Jakarta Thamrin dengan melampirkan data-data PT.KPP yang tidak benar, seolah-olah PT KPP memiliki sejumlah dana sebagai Self Financing untuk pembangunan PLTU 2X7 MW Sampit tersebut sebagaimana laporan keuangan tahun 2003-2004 dan transaksi keuangan pada Bank Mega yang dipalsukan.
• Dalam Nota Analisa tanggal 14 Oktober 2004 permohonan fasilitas kredit tersebut disetujui oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk berdasarkan Surat PemberitahuanPersetujuan Kredit (SPPK) tanggal 23 Nopember 2004 melalui Nomor CBC.JTH/SPPK/088/2004 meskipun syarat adanya PPA tersebut tidak dipenuhi. dengan tahapan sebagai berikut :
• Tanggal 6 Desember 2004 fasilitas kredit Investasi tahap I dicairkan sebesar Rp. 35.432.023.000,-
• Tangga] 31 Maret 2005 fasititas kredit Investasi tahap II dicairkan sebesar Rp. 4.795.611.000,-
• Tanggal 23 Mei 2005 fasilitas kredit Investasi tahap Ill dicairkan
sebesar Rp. 3.766.676.000,-
• Seluruh penggunaan fasilitas kredit yang diterima oleh PT. KPP, dilakukan atas perintah/instruksi dari tersangka Ir. BRAHMANTYO IRAWAN KUHANDOKO dan tersangka Ir. ACHMAD FACHRIE sebagai Direktur Utama dan Direktur PT. Mosesa International yang merupakan pemegang saham terbesar/mayoritas PT. KPP;
• Berdasarkan bukti pengeluaran (voucher) PT. KPP dan payment request PT KPP dan Mosesa Group fasilitas kredit yang diterima PT .KPP dari PT. Bank Manidiri penggunaannya tidak sesuai dengan tujuan kredit tersebut. antara lain dipergunakan untuk keperluan PT. Mosesa International selaku holding company dan anak perusahaan Mosesa Group (PT. PBMS, PT. MMS. PT.Kl, PT.KL, PT.TP, PT.ME, PT.GP, PT.KPN. PT.BDP) serta dipergunakan untuk keperluan pribadi para tersangka (pembayaran kartu kredit, angsuran mobil, angsuran apartemen, masuk ke rekening pribadi/istri). Akibat penyalahgunaan fasilitas kredit dari PT. Bank Mandiri tersebut, PT. KPP tidak dapat rnerealisasikan pemnbangunan proyek PLTU 2x1 MW di Sampit Kalimantan Tengah.
• Pada tahun 2006, PT. Bank Mandiri menyatakan bahwa kredit PT. KPP  tersebut  macet  (kolektibilitas 5),  dengan  jumlah  Out  Standing  hingga  bulan  31 Desember 2008 sebesarRp.76.675.935.076,- (tujuh puluh enam milyar enam ratus tujuh puluh lima juta Sembilan ratus tiga puluh lima ribu rupiah).

Sekian

                                                                                                                              KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

                                                                                                                                                             TTD

                                                                                                                                                   M. JASMAN, SH
                                                                                                                                  JAKSA UTAMA MUDA NIP. 230019942


kembali

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id