Senin, 23 September 2019

15-08-2019
Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Obat, Vaksin, dan Perbekalan Kesehatan (Penyediaan Obat Aids dan PMS) Tahap II pada Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2016

Pada hari ini Kamis, 15 Agustus 2019, Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang Saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan obat, vaksin, dan perbekalan kesehatan (penyediaan obat untuk penyakit Aids dan PMS) tahap II pada Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2016.

Adapun 2 (dua) orang Saksi yang diperiksa, yakni :

  1. Mudjiono [Direktur Utama PT. Indofarma Global Medika periode tahun 2016] diperiksa terkait dengan pengadaan obat Aids dan PMS berupa obat Antiretroviral (ART) jenis Tenofovir Lamivudine Efavirenz (TLE) di Kementerian Kesehatan RI.
  2. Ime Marlani [Supply Chain Senior Manager PT. Soho Industri Pharmasi] diperiksa terkait dengan penerimaan pengadaan obat PMS jenis Rif Pipirin di Kementerian Kesehatan RI.

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, dimana pada Tahun 2016 Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan pada Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dengan dana yang bersumber dari APBN telah melaksanakan pengadaan Obat, Vaksin, dan Perbekalan Kesehatan (penyediaan obat untuk penyakit AIDS dan PMS) Tahap II (tahap dua) dan selaku penyedia barang yaitu, PT. Indofarma Global Medika dengan nilai kontrak sebesar Rp. 85.197.750.000,-. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan mekanisme pelelangan umum, kemudian dalam pelaksanaan pengadaan obat AIDS dan PMS tersebut diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Peraturan-Peraturan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.

KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

M U K R I


kembali

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id