Minggu, 9 Agustus 2020

26-04-2019
Pengadilan Negeri Kotabumi Menjatuhkan Pidana Penjara Selama Seumur Hidup Terhadap Pelaku Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

Pada hari Kamis, 25 April 2019, Pengadilan Negeri Kotabumi menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Darisun alias Iun bin Parjio dengan pidana penjara selama seumur hidup, sedangkan untuk terdakwa Marhasan alias Cecep bin Ahmad Efendi, dan Ngatimin alias Demin masing-masing dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun.

Bahwa para terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Persetubuhan dan pencabulan terhadap anak yang mengakibatkan gangguan jiwa” sebagaimana dalam dakwaan Primair yaitu, melanggar Pasal 81 ayat (5) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 64 KUHP.

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lampung Utara dengan menuntut terdakwa Marhasan alias Cecep bin Ahmad Efendi, dan Ngatimin alias Demin masing-masing selama seumur hidup.

Bahwa atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi tersebut, Terdakwa Darisun alias Iun bin Parjio / Penasihat Hukumnya menyatakan pikir-pikir dan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir, sedangkan untuk terdakwa Marhasan alias Cecep bin Ahmad Efendi, dan Ngatimin alias Demin, Jaksa Penuntut Umum menyatakan Banding.

Sedangkan untuk 3 orang pelaku yang masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kotabumi yaitu, terdakwa Tedy Hermawan, Andy Kusuma, dan Asrudin alias Ujang.

Kronologis singkat kejadian yang menimpa anak dibawah umur bernama inisial N yaitu, dari tahun 2017-2018 terdakwa Darisun alias Iun bin Parjio menyetubuhi anak kandungnya inisial N, kemudian pada tanggal 17 September 2018 korban N mengalami pingsan disekolah dan dinyatakan hamil, ketika di introgasi oleh saksi Kartiya (ibu angkat korban), ternyata pelakunya Bapak Kandung N (terdakwa Darisun alias Iun bin Parjio), kakak kandung N (Nurohim (Buron/DPO), Paman Kandung N (terdakwa Marhasan alias Cecep bin Ahmad Efendi), teman Bapak Kandung N (terdakwa Ngatimin alias Demin), dan 4 orang teman kakak kandungnya (Nurohim (Buron/DPO)) yg bernama Tedy Hermawan, Andy Kusuma, dan Asrudin alias Ujang (masih dalam proses persidangan), serta Bagas (Buron/DPO), dan kemudian diketahui bahwa ternyata para pelaku melakukan perbuatan tidak secara bersama-sama melainkan sendiri-sendiri, dimana perbuatan para pelaku hanya diketahui oleh korban sedangkan para pelaku yg lainnya tidak saling mengetahui sehingga pada bulan oktober 2018 dilaporkan kepada pihak kepolisian:

Bahwa akibat dari perbuatan para terdakwa maupun pelaku yang masih buron (DPO) tersebut, saat ini korban inisial N telah mengalami gangguan jiwa dan hamil 3 bulan (keguguran).

 

KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

M U K R I


kembali

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id