Rabu, 24 April 2019

11-02-2019
Kejari Jakarta Selatan Tahan Tersangka Pembobolan Deposito MKBD PT. Yulie Sekuritas Indonesia

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jakarta Selatan) menerima penyerahan 3 (tiga) orang tersangka dan barang bukti (tahap 2) dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal berupa pembobolan Deposito MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) PT. Yulie Sekuritas Indonesia, Tbk (Yule) dari Bareskrim Polri, pada hari Kamis 7 Pebruari 2019. Ketiga orang tersangka yakni tersangka L (mantan Direktur Utama Yule), JLY (mantan Komisaris Yule), dan JY (Direktur PT. Jeje Yutrindo Utama/mantan Pemegang Saham Pengendali Yule).

Selanjutnya oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dilakukan penelitian terhadap tersangka L, JLY, dan JY  serta barang bukti kemudian, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melakukan penahanan terhadap 3 (tiga) orang tersangka L, JLY, dan JY tersebut, dengan mempertimbangkan syarat obyektif dan subyektif penahanan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP, diantaranya tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 (lima) tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Tersangka L (mantan Direktur Utama Yule) berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nomor: B-85/O.1.14.3/Epp.2/2/2019 tanggal 7 Februari 2019 dan tersangka JY (Direktur PT. Jeje Yutrindo Utama/mantan Pemegang Saham Pengendali Yule) berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nomor: B-84/O.1.14.3/Epp.2/2/2019 tanggal 7 Februari 2019 ditahan di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Bareskrim Polri di Polda Metro Jaya selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 7 Pebruari 2019 sampai dengan 26 Februari 2019.

Sedangkan untuk tersangka JLY (mantan Komisaris Yule) berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nomor: B-83/O.1.14.3/Epp.2/2/2019 tanggal 7 Februari 2019 ditahan Tahanan Kota di Jakarta selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 7 Pebruari 2019 sampai dengan 26 Februari 2019, dengan pertimbangan tersangka sudah berusia 71 tahun dan mengidap penyakit jantung.

Para Tersangka disangkakan melanggar Pasal 104 juncto Pasal 90 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal atau Pasal 107 juncto Pasal 90 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

 

KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

M U K R I


kembali

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id