Senin, 23 September 2019
   REFORMASI BIROKRASI
KEJAKSAAN RI
   TAHAP PELAKSANAAN    QUICK WINS    PROGRAM PEMBARUAN    INFO TERKINI
Kejaksaan Lakukan Reformasi Birokrasi
 
Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan, saat ini Kejaksaan sedang melakukan pembenahan dan pembaruan yang sejalan dengan langkah reformasi birokrasi. Salah satu implementasinya yaitu, bila ada jaksa yang salah maka dijatuhi hukuman. Hal itu diungkapkannya pada sosialisasi Reformasi Birokrasi kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung R.I. yang dilakukan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi hari Selasa (1/7) 2008, di gedung Sasana Pradana Kejaksaan Agung R.I.
 
Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah mengubah sikap Kejaksaan dalam pelayanan publik. “Kemarin sudah saya pertajam dengan sistem pengawasan agar pengawasan jaksa tak tumpul lagi.”     
 
Sementara itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Bonaventura Daulat Nainggolan mengatakan, tahapan reformasi birokrasi di Kejagung sudah dimulai semenjak bulan Juli 2008. Sasaran akhirnya adalah mengubah pola pikir, budaya kerja, dan perilaku.

Namun, ia menegaskan, penerapan reformasi birokrasi di Kejaksaan ini tak ada kaitannya dengan kasus jaksa Urip Tri Gunawan yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan diadili dengan dakwaan menerima suap.

 
Kembali
  Quick Wins
  Evaluasi Kinerja
  Profil Kejaksaan 2025
  Manajemen Perubahan
  Analisis Jabatan
  Evaluasi Jabatan
  Sistem&Struktur Remunerasi
  Sistem Manajemen SDM
  Peraturan Perundang-Undangan

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id