Jum'at, 18 Oktober 2019
LET. JEN. ALI SAID

10. Let. Jen. Ali Said (1973 – 1981)

Letnan Jenderal Purnawirawan Ali Said  adalah Jaksa Agung pada periode 1973 sampai 198. Beliau adalah Jaksa Agung ke-10 menggantikan kepemimpinan Letnan Jenderal TNI Sugih Arto. Pria bertubuh tinggi dan kurus terkenal sebagai tokoh antikorupsi yang tegas dan konsisten. Ali said yang dipanggil dengan sebutan Pak Jangkung oleh lingkungan teman-temannya ini membuat banyak penyempurnaan di tubuh Kejaksaan Agung, yakni antara lain:

  1. Penambahan satu direktorat di bidang inteleijen, yakni Direktorat Administrasi Intelijen
  2. Direktorat reserse berganti nama menjadi Direktorat Penyidikan
  3. Kepala Pusat Pendidikan Kejaksaan Agung bertanggungjawab langsung kepada Jaksa Agung
  4. Dibentuk Pusat Pendidikan dan Pengembangan
  5. Staf ahli dibatasi menjadi 6 orang dan dipimpin seorang koordinator
  6. Direktorat Keuangan Materil menjadi dua direktorat, yakni Direktorat Keuangan dan Direktorat Materil
  7. Diadakan Biro Perencanaan Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
  8. Jaksa Agung dibantu oleh 2 orang asisten, yaitu Asisten Umum, Asisten Khusus dan Sekretaris.

Peristiwa penting yang terjadi era kepemimpinan Jaksa Agung Ali Said adalah penyatuan Timor-timur ke dalam Republik Indonesia. Sehubungan dnengan itu, dalam rangka melengkapi Aparatur Negara, Jaksa Agung Ali Said lalu membentuk Kejaksaan Tinggi Timor Timur dengan Masdulhak Simatupang sebagai Kepala Kejati yang pertama. Selain itu, di era Ali Said pula tercipta dua atribut tambahan untuk melengkapi yang telah ada, yakni panji korps dan doktrin korps, dan ditetapkan dalam SK Jaksa Agung Nomor: KEP -074/JA/7/1978 Tanggal 17 Juli 1978 dan Nomor : KEP-052/JA/8/1979 Tanggal 17 Juli 1979.


Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id