Minggu, 8 Desember 2019
ISMAIL SALEH

11. Ismail Saleh (1981 – 1984)

Letnan Jenderal TNI Ismail Saleh, SH (lahir di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, 7 September 1926 – wafat di Jakarta, 21 Oktober 2008 dalam umur 82 tahun) adalah penerus kepempimpinan Ali Said di Kejaksaan Agung pada periode 1981-1984. Ia diangkat dengan Keppres No. 32/M tahun 1981 Tanggal 9 Februari 1981 pada saat ia masih menjabat Mayor Jendral TNI. Perkembangan penting di era kepemimpinan Jaksa Agung Ismail Saleh adalah diadakannya Program Penertiban di berbagai bidang serta Program Jaksa Masuk Desa (JMD) dalam rangka upaya penyuluhan hokum untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Bersama Almarhum Mudjono, S.H., (Ketua MA) dan Ali Said, S.H., (Menteri Kehakiman), Ismail Saleh (Jaksa Agung) pernah dijuluki ''Trio Punakawan/Pendekar Hukum'' lantaran sepak terjang dan ketegasan mereka dalam penegakan hukum. Ismail Saleh juga dikenal sebagai Jaksa Agung yang kerap mengadakan kunjungan mendadak ke kantor-kantor kejaksaan. ''Bukan untuk menjebak, tetapi agar mengetahui keadaan yang sesungguhnya,'' katanya menjelaskan. Tentang tujuannya mengadakan inspeksi mendadak atau ''sidak'', Ismail Saleh berujar, ''Bila kita mengharapkan ketertiban masyarakat, maka instansi penegak hukum harus tertib lebih dulu.''

Perkembangan penting di era “Mas Is” begitu panggilan akrabnya adalah munculnya Keputusan Presidium No 86 Tahun 1982 tanggal 29 Desember 1982 tentang Pokok-pokok Organisasi Kejaksaan Republik Indonesia. Keppres ini banyak dianggap sebagai acuan baru yang menempatkan Kejaksaan pada kedudukan, tugas pokok dan fungsi yang lebih sesuai. Berdasarkan pasal 2 Kepres tersebut, perombakan struktural yang diadakan adalah:

  1. Meniadakan Jabatan Jaksa Agung Muda Bidang Operasi dan menggantikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum dan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
  2. Mengadakan Pusat Penelitian dan Pengembangan, Pusat Penyuluhan Hukum dan Pusat Operasi Intelijen.

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, selain dibantu oleh 5 JAM, maka Jaksa Agung juga dibantu oleh,

  1. Staf Ahli, sebanyak-banyaknya terdiri dari 6 orang dengan satu Koordinator.
  2. Satuan Tugas yang terdiri dari unsure-unsur POLRI, Opstib, POM ABRI dan instansi lain untuk penanggulangan, pencegahan dan pemberantasan tindak pidana khusus.

Ismail Saleh berulangkali mengemukakan gagasan untuk melakukan peninjauan kembali terhadap UUPK. Alasannya, poin-poin seperti penempatan Kejaksaan sebagai Departemen, ketidakselarasan isi UUPK dengan KUHAP, dan perlunya batasan pengertian wewenang Jaksa Agung dalam menyampingkan perkara (Pasal 8). Dalam masa jabatannya pula, pembangunan Gedung Bulat di Kompleks Kejaksaan Agung dimulai. Setelah tidak lagi menjabat Jaksa Agung, Ismail Saleh kembali menyusul Ali Said dengan mengisi jabatan Menteri Kehakiman pada tahun 1984.


Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id