Jum'at, 23 Oktober 2020

AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN

KEJAKSAAN AGUNG RI

 

 

Jakarta, 5 Agustus 2020

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Shalom,

Salam sejahtera bagi kita sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Budhaya

Salam Kebajikan

 

Yang saya hormati:

  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, dan Para Staf Ahli Jaksa Agung RI;
  • Para Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan RI;
  • Ibu Ketua Umum, Segenap Ibu-Ibu Pengurus, dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Daerah;
  • Para Undangan dan Hadirin yang berbahagia.

 

Pertama-tama dan yang paling utama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan kasih sayang-Nya, kita dapat hadir dalam prosesi pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, dalam keadaan sehat wal’afiat, tanpa kurang suatu apapun.

Pengangkatan, penempatan, dan alih tugas pejabat di lingkungan Kejaksaan adalah kebutuhan organisasi yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian dari sebuah proses perjalanan organisasi yang harus terus bergerak dan berjalan maju secara berkesinambungan, sebagai jawaban atas tuntutan tugas yang semakin berkembang tiada henti.

Kebijakan menggerakkan personil dari satu penugasan ke penugasan lain, diharapkan dapat meningkatkan pengalaman, wawasan, dan kualitas setiap personil. Kita yakin dan optimis, upaya tersebut mampu mendorong kemampuan dan pemahaman yang komprehensif, guna menyelesaikan setiap tugas yang dihadapi.

Berkenaan dengan hal tersebut, saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II lainnya yang baru saja dilantik. Saya yakin penempatan saudara pada posisi yang baru akan semakin memberikan nilai tambah dan manfaat, sehingga Kejaksaan terus bergerak dan berkarya. Mari kita kembalikan marwah Kejaksaan, serta tingkatkan kepercayaan publik pada Kejaksaan.

 

 

 

Para pejabat baru yang saya banggakan,

Untuk mewujudkan Kejaksaan sebagaimana yang dicita-citakan, kepada saudara-saudara saya memberikan beberapa arahan sebagai penekanan tugas yang harus segera dilaksanakan yaitu:

  1. Laksanakan Perintah Harian Jaksa Agung RI sebagaimana yang disampaikan pada Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 tanggal 22 Juli 2020, dengan konsekuen dan sungguh-sungguh, yaitu:
  • Tanamkan jiwa Tri Krama Adhyaksa sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan.
  • Rapatkan barisan untuk terus bergerak dan berkarya dalam ikatan jiwa korps Adhyaksa yang solid dan militan.
  • Wujudkan penegakan hukum berkeadilan yang mampu memberikan kepastian hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
  • Tingkatkan pelayanan publik yang transparan, efektif, serta efisien guna memulihkan dan membangun kepercayaan publik.
  • Segera beradaptasi dengan kebiasaan baru melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
  • Sukseskan dan pastikan setiap kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Wujudkan netralitas, independensi, dan peran aktif dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 yang berkualitas.
  • Jaga citra dan kewibawaan aparatur kejaksaan melalui penguatan integritas dan profesionalitas.
  1. Tingkatkan terus upaya penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Buka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas.
  2. Laksanakan Instruksi Jaksa Agung Nomor 11 tahun 2020 tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan RI dalam Mendukung dan Menyukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020, dengan penuh komitmen, serta menjaga iklim yang kondusif dengan menunda proses hukum, dari penyelidikan sampai dengan eksekusi, terhadap calon pasangan di setiap tahapan proses Pilkada.
  3. Tingkatkan optimalisasi Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dalam rangka:
  • menjaga netralitas, independensi, dan objektifitas personil Kejaksaan di satker masing-masing dalam penyelenggaraan Pilkada, termasuk tidak mengeluarkan maupun menanggapi pernyataan-pernyataan di jejaring dan media sosial yang dapat dimaknai sebagai bentuk dukungan terhadap calon pasangan Kepala Daerah tertentu.
  • mendorong warga Adhyaksa yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak menjadi golput.
  • mendeteksi dini berbagai kemungkinan persoalan yang dapat mengganggu penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2020.
  1. Perkuat peran sentral dalam Sentra Gakkumdu, sekaligus tingkatkan sinergi dengan unsur-unsur Sentra Gakkumdu, agar tercipta kesamaan pemahaman penerapan pasal dan pola penanganan perkara tindak pidana pemilihan.
  2. Pahami dan cermati makna filosofis yang terkandung dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Laksanakan ketentuan tersebut secara profesional, proporsional, dan akuntabel, serta berlandaskan pada hati nurani. Sebagaimana yang sering saya sampaikan, bahwa hati nurani tidak ada di dalam buku. Saya ingin terus mengajak saudara-saudara untuk tetap memperhatikan rasa keadilan yang ada di masyarakat.
  3. Jangan pernah sekali-kali menjadikan penanganan perkara sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan.
  4. Optimalkan pendampingan dan penerangan hukum, terutama dalam memberikan bimbingan teknis (bimtek) mengenai Tata Laksana dan Pengelolaan Keuangan bagi aparatur, khususnya para kepala desa dan kepala Jangan sampai terjadinya tindak pidana korupsi disebabkan bukan karena niat jahat (mens rea), melainkan karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman dalam pengelolaan keuangan.
  5. Hindari kriminalisasi atau mencari-cari kesalahan para pembuat kebijakan. Penanganan perkara tindak pidana korupsi harus cermat, teliti, dan menggunakan hati nurani.
  6. Lakukan identifikasi dan evaluasi apabila di wilayah hukum yang saudara pimpin terdapat satuan kerja yang sama sekali tidak memiliki penanganan perkara tindak pidana korupsi. Kondisi tersebut agar ditelaah: apakah merupakan wujud dari keberhasilan upaya preventif atau apakah karena aparaturnya enggan atau tidak mampu mengungkap adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi.
  7. Lakukan langkah penindakan apabila terdapat perbuatan yang telah terang dan meyakinkan merupakan tindak pidana korupsi dan mengandung unsur mens rea (sikap batin jahat). Pendekatan preventif sama sekali tidak meniadakan upaya penindakan (represif).
  8. Upayakan penyelamatan keuangan negara dan pemulihan aset dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Keberhasilan penanganan perkara tindak pidana korupsi tidak semata diukur dari berapa kasus yang ditangani ataupun berapa orang yang dipenjarakan, melainkan juga harus diukur dengan berapa kerugian negara yang diselamatkan.
  9. Laksanakan Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 10 Tahun 2020 tanggal 2 Juli 2020 Tentang Pelaksanaan Pemulihan dan Penyelamatan Aset Negara/Daerah/BUMN/BUMD, dengan membentuk Tim Jaksa Pengacara Negara untuk menginventarisir dokumen fisik dan memetakan potensi permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan dan penyelamatan aset negara/daerah/BUMN/BUMD.
  10. Optimalkan fungsi Legal Audit untuk memonitor peraturan daerah yang diduga menghambat investasi dan kemudahan berusaha.
  11. Berikan Pendapat Hukum dan Pendampingan Hukum dengan berlandaskan profesionalisme dan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai tugas dan kewenangan tersebut dijadikan pembenaran dan menjadi tempat berlindung pihak-pihak tertentu.
  12. Jaga citra dan marwah institusi. Camkan baik-baik, bahwa setiap perilaku dan perbuatan kita mengandung konsekuensi. Untuk itu, Jauhi diri dari berbagai perbuatan tercela, penyelewengan, maupun praktik-praktik korupsi. Tumbuhkan semangat untuk menjaga kewibawaan Kejaksaan RI melalui kerja dan perbuatan positif.
  13. Ingatkan setiap jajaran untuk senantiasa menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, serta hindari memposting hal-hal yang memamerkan kemewahan, menyinggung SARA, dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya. Teknologi harus menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi segenap aparat dan keluarga Kejaksaan.
  14. Ingatkan setiap jajaran untuk senantiasa menerapkan pola hidup sederhana, sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penerapan Pola Hidup Sederhana.
  15. Pantau dan ingatkan setiap jajaran agar setiap Instruksi dan Surat Edaran Jaksa Agung, agar benar-benar dilaksanakan serta dilaporkan secara berkala kepada Jaksa Agung RI.
  16. Awasi dan tindak oknum-oknum yang mengatasnamakan pimpinan untuk mengambil keuntungan dengan cara meminta proyek maupun fasilitas kepada pemerintah daerah.
  17. Tumbuhkan dan pelihara soliditas, serta jauhi sikap egosektoral. Perkuat sinergitas dan koordinasi yang utuh antar masing-masing bidang, guna optimalisasi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan.
  18. Jaga ketertiban, kerapihan, serta kebersihan sarana dan prasarana kantor, guna memberikan kenyamanan bagi pelayanan publik.

Keseluruhan pelaksanaan arahan ini, termasuk didalamnya pelaksanaan rekomendasi Rapat Kerja Nasional Kejaksaan RI Tahun 2019 menjadi indikator keberhasilan dan evaluasi performa para pejabat di Lingkungan Kejaksaan. Untuk itu, semua laporan pelaksanaan agar dilakukan secara berkala dan tepat waktu.

Selain itu perlu saudara-saudara ingat, sejatinya pemimpin itu harus mampu memimpin dirinya sendiri, terbuka terhadap masukan dan kritik, serta menghargai semua pihak termasuk bawahan. Terlebih memiliki kepribadian yang kuat, bertanggung jawab, dan memiliki kemauan untuk menuntaskan pekerjaan. Serta yang terpenting adalah tidak henti-hentinya belajar untuk meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam upaya menguasai dan menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, maupun perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Bapak dan ibu saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Demikian beberapa hal yang perlu saya sampaikan. Saya berharap saudara-saudara menyadari bahwa jabatan yang diemban memiliki konsekuensi, kewajiban, dan tanggung jawab besar. Untuk itu, gunakanlah secara sungguh-sungguh dan profesional sebagai pengabdian untuk memastikan terpenuhinya kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai ini.

Menutup amanat ini, teriring apresiasi dan ucapan terima kasih saya sampaikan kepada pejabat lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh pengabdian.

Ucapan terimakasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada ibu-ibu yang selama ini dengan penuh keikhlasan, ketulusan, dan kesabaran telah turut menjaga dan mendampingi suami selama menjalankan penugasannya baik secara pribadi maupun melalui wadah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat maupun daerah, yang telah banyak melakukan kegiatan bermanfaat dalam mendukung eksistensi Korps Adhyaksa kita.

Semoga Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan penyertaan dan perlindungan-Nya kepada kita semua dalam menjalankan tugas.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Shalom,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om santi santi santi om,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 

BURHANUDDIN

 PIDATO JAKSA AGUNG
21-10-2020
AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN STAF AHLI JAKSA AGUNG RI BIDANG TINDAK PIDANA UMUM
12-10-2020
SAMBUTAN DAN PENGARAHAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PEMBUKAAN RAPAT KERJA TEKNIS BIDANG PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA TAHUN 2020
pidato lainnya
 BERITA
23-10-2020
Kejari Halmahera Utara Melaksanakan Kegatan Tes Urin
22-10-2020
Kejari Majalengka Kembali Sita Uang Rp 70 Juta dari Kasus Tipikor PD. SMU
22-10-2020
Kejari Kapuas Gelar Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum
berita lainnya
 SIARAN PERS
14-10-2020
the CENTRAL JAVA ATTORNEY OFFICE'S Tabur Team and the Kebumen District ATTORNEY OFFICE'S Tabur Team and the Karawang District ATTORNEY OFFICE'S Tabur Team in collaboration with the Attorney General Office's Tabur Team have secured and arrested suspec
09-10-2020
ARRESTMENT OF THE 91th FUGITIVE. CENTRAL JAVA ATTORNEY OFFICE'S TABUR TEAM SUCCESSFULLY ARRESTED FUGITIVE, YANI PUSPITASARI BINTI MUCHTAR BADJURI, IN KARAWANG, WEST JAVA.
09-10-2020
SUSPECT HM'S SON-IN-LAW IS EXAMINED AS A WITNESS IN CRIMINAL ACTION OF GRATIFICATION CORRUPTION TO THE DIRECTORS OF PT. BANK TABUNGAN NEGARA
arsip siaran pers

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id