Kamis, 23 Mei 2019

AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN

KEJAKSAAN AGUNG RI

 

Jakarta, 18 Maret 2019

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang saya hormati:

  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan, dan Para Staf Ahli Jaksa Agung RI;
  • Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta;
  • Para Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung RI;
  • Ibu Ketua Umum, segenap Ibu-Ibu Pengurus, dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Daerah;
  • Para Undangan, dan Hadirin yang berbahagia.

 

Pada suasana yang penuh kebersamaan ini, marilah kita memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat, bimbingan, perlindungan dan karunia-Nya, sehingga kita masih tetap diberikan kesempatan berkarya dan berbuat sebagai bagian  dari pelaksanaan tugas dan pengabdian kita hingga saat ini dapat menyelenggarakan pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan RI ini.

Sebagaimana sudah sering saya sampaikan, pengangkatan,  alih tugas, dan penempatan dalam jabatan di lingkungan Kejaksaan akan terus  dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai sebuah bentuk kebijakan organisasi yang dimaksudkan untuk melakukan pengembangan, pemantapan bagi kepentingan personil, organisasi, dan institusi dengan tujuan pengayaan wawasan, pengalaman, serta kemampuan guna mendorong profesionalitas dan kesiapan yang berujung pada peningkatan kinerja guna mengoptimalkan target dan hasil yang hendak diraih dan dicapai. Hal ini sangat perlu dilakukan sejalan untuk mengimbangi dan merespon dinamika semakin berkembangnya berbagai permasalahan dan kompleksitas tugas dan pekerjaan yang harus dihadapi.

Di samping itu perlu dipahami bersama, bahwa didalam organisasi kita Kejaksaan ini yang didalamnya terdiri dari sekumpulan personil meski tugas dan fungsi masing-masing sesuai jabatan pada level, lini, dan tingkatan yang berbeda namun untuk mewujudkan visi dan misi besar sebagai institusi penegak hukum maka satu sama lain pada hakekatnya adalah merupakan kesatuan dan bagian tak terpisahkan laksana  sebuah mata rantai penggerak roda organisasi agar terus berputar secara berkelanjutan, tidak terputus, dan terhenti. Oleh karenanya penataan, pemeliharaan, dan penguatan melalui pembaharuan, pergantian, dan penyegaran organisasi agar Kejaksaan menjadi tetap kuat bahkan lebih kuat, lebih solid dan lebih siap dalam mewujudkan visi dan misinya menjadi sebuah keharusan.

Dan melalui pemikiran dan kebijakan seperti itu penempatan seseorang yang dinilai memenuhi kriteria persyaratan pada berbagai jabatan dan tempat diharapkan menjadi bagian upaya untuk memberikan kepada mereka untuk dapat meningkatkan kemampuan, memperkaya pengalaman, dan memperluas wawasan maupun pemahamannya agar memiliki performa serta kemampuan yang benar-benar utuh sebagai bekal menapaki karier dan mengemban tugas lain yang lebih besar dan kompleks selanjutnya.

 

Hadirin dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Pada kesempatan ini rasanya perlu saya ingatkan dan ulang kembali sebuah persoalan penting yang sering pernah saya sampaikan kepada semua pihak dilingkungan kita, tentang sebuah tanggung jawab dan pekerjaan besar bangsa ini yakni segera diselenggarakannya Pemilihan Umum Tahun 2019, yang dapat dipandang sebagai sebuah peristiwa dan pengalaman baru dalam pelaksanaan perhelatan akbar pesta demokrasi di sepanjang sejarah negeri kita, yang tinggal menghitung hari, tepatnya pada tanggal 17 April 2019 mendatang  untuk pertama kali Pemilu yang diselenggarakan akan dilakukan secara serentak bersamaan untuk 5 (lima) jenis pemilihan. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota DPD RI, DPR RI, DPR Provinsi, dan DPR Kabupaten/Kota. Sebuah momen yang menyimpan banyak kepentingan sehingga dipastikan akan mengundang sorotan semua pihak, tidak terbatas hanya pada lingkup nasional, tetapi juga mengundang perhatian dunia internasional sebagai proses kehidupan berdemokrasi yang belum lazim penyelenggaraannya, sementara hasilnya menjadi harapan dan digadang untuk mampu mengantar bangsa menjadi lebih maju dan sejahtera agar dengan demikian akan mengokohkan posisi kematangan Indonesia dalam percaturan politik global sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

            Namun demikian perlu diingat bahwa berdasar realitas empiris, impian untuk meraih keberhasilan dan kemampuan penyelenggaraan guna menunjukkan kematangan kita dalam menjalankan praktek kehidupan berdemokrasi secara terhormat dan bermartabat seperti ini masih harus menghadapi banyak kendala, cobaan, dan ujian, terlebih di era digital dengan demikian banyak media sosial (medsos). Dengan begitu maraknya informasi yang acap kali begitu sulit dipastikan kebenarannya sementara semua informasi dan berita yang ada tersebut dengan begitu mudah dapat diterima secara langsung, tanpa saringan oleh para pengguna gawai (gadget), meskipun sebenarnya hoax atau 'berita palsu' yang selanjutnya begitu cepat pula dapat  menyebar dengan tendensi memanipulasi kebenaran, walaupun bertentangan dengan nalar dan rasionalitas yang bila hal sedemikian dibiarkan berlalu, tidak diluruskan, dan tidak dilakukan penindakan maka pada akhirnya akan dimaknai sebagai sebuah kebenaran yang berpotensi membangkitkan emosi, memprovokasi, dan pada akhirnya berakibat menimbulkan terjadinya kegaduhan bahkan perpecahan dikalangan masyarakat.

Kenyataan saat ini juga menunjukkan bahwa hoax tidak hanya berada di kisaran aktivitas sosial, melainkan telah menjadi propaganda mainstream dalam komunikasi dunia politik. Terbukti Kementerian Komunikasi dan Informatika telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 62 (enam puluh dua) konten hoax  terkait Pemilu 2019 selama Agustus-Desember 2018. Dimana berita bohong yang telah beredar dan teridentifikasi tidak hanya menyerang pasangan calon, melainkan juga ditujukan terkait tata cara teknis penyelenggaraan pemilu sebagai sebuah tren yang dirasakan semakin meningkat dengan semakin dekatnya Pemilu.

Praktek penyebaran dan pengaruh berita hoax sedemikian dalam kontestasi politik sudah tentu sangat mengkhawatirkan bukan hanya bagi kehidupan demokrasi tetapi lebih dari itu juga bagi keutuhan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara kita. Di satu sisi, hoax menggiring terciptanya polarisasi yang akut seiring semakin meningkatnya ancaman pembelahan sosial (sosial cleavages) di tingkatan akar rumput (grass root), yang pada gilirannya berimplikasi pada merosot dan memudarnya konsensus dan solidaritas di tengah heteroginitas keberagaman masyarakat bangsa kita. Disamping itu, hoax yang dibalik penyampainya menyimpan agenda dan berupaya menghambat, mengganggu, dan menggagalkan penyelenggaraan Pemilu, akan sangat berpotensi menciptakan narasi ketidakpercayaan (distrust) yang mendelegitimasi berlangsungnya proses pesta demokrasi Pemilu kita.  

 

Para Pejabat yang Baru dilantik, Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian,

Menyadari problematika sedemikian, di tengah peran dan tanggung jawab selaku aparatur penegak hukum, maka persiapan dan kesiapan mewujudkan suasana Pemilu yang kondusif tanpa hoax seperti yang diharapkan adalah merupakan pekerjaan rumah yang penting harus diselesaikan.

Untuk itu, pada kesempatan ini saya ingin juga kembali mengingatkan kepada segenap jajaran Kejaksaan, agar bersikap konsisten terhadap siapapun pembuat dan penyebar berita hoax melalui proses penegakan hukum yang tegas dan keras namun tetap dalam batasan profesionalitas dan proporsionalitas yang baik, benar, dan obyektip. Bersamaan dengan itu berbagai program yang dapat kita jadikan sebagai instrumen berkomunikasi dan berinteraksi dengan segenap lapisan dalam masyarakat perlu rasanya dimanfaatkan dan dioptimalkan pelaksanaannya, seperti JMS, JMD, JMP, Jaksa Menyapa, dan lain yang kita miliki serta pemanfaatan sarana media elektronik maupun media sosial lainnya perlu dilakukan, sebagai upaya mengedukasi dan meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat agar tidak mudah percaya, terperdaya, dan teracuni berbagai berita yang tidak benar atau yang masih perlu diuji kebenarannya.

Ikhtiar sedemikian tentunya tidak hanya memastikan bahwa upaya penegakan hukum yang kita lakukan berkorelasi secara positif menciptakan iklim pemilu yang bermartabat dan tepercaya, namun yang tidak kalah pentingnya adalah untuk meletakkan pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi penggunanya.

 

Para Pejabat yang Baru dilantik yang saya Banggakan,

Selain hal-hal yang telah saya kemukakan, pada kesempatan ini secara khusus saya sampaikan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Saudara SARTONO yang baru saja dilantik, saya minta agar segera pelajari dan kenali wilayah kerja saudara. Pahami budaya yang tumbuh dalam masyarakat, sehingga berbagai kebijakan, keputusan, dan tindakan yang diambil dan dilakukan seiring dan tidak berbenturan dengan kearifan lokal yang ada.  Penegakan hukum memang harus terus dijalankan dengan konsisten, namun kesejukan suasana ditengah masyarakat yang kita layani juga perlu mendapat  perhatian.

Sementara itu Kepada Saudara RANU MIHARDJA yang cukup lama memiliki pengalaman melakukan penugasan dilembaga anti rasuah KPK dan sekarang mendapat tugas baru  sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badiklat Kejaksaan RI, diyakini akan dapat melaksanakan misi tanggung jawab lain, membina, dan mengembangkan program pendidikan dan pelatihan manajemen dan kepemimpinan melalui kurikulum yang jelas dan terukur, yang diharapkan mampu menyentuh dan mengubah secara fundamental pola pikir, sikap, perilaku, dan mentalitas membentuk pola manajemen dan figur kepemimpinan aparatur Kejaksaan yang berkualitas dan berintegritas, sehingga akan memberikan dampak nyata membangun Kejaksaan yang kuat di masa datang.

Sedangkan Kepada Saudara SUDARWIDADI, sebagai Kepala Biro Keuangan yang tidak kalah penting dan strategis agar segera melakukan upaya identifikasi, inventarisasi, verifikasi, dan evaluasi tata kelola keuangan yang telah dilaksanakan selama ini sebagai tugas pokoknya, termasuk mengenali dan menemukan kendala dan hambatan yang kemungkinan masih menjadi penyebab terjadinya kelemahan, kekeliruan, dan kekurangan. Bahwa Predikat opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” yang diperoleh Kejaksaan RI dalam beberapa periode kerja Tahun Anggaran dari  Badan Pemeriksa Keuangan RI hendaknya menjadi acuan, komitmen yang dapat mendorong semangat saudara untuk lebih meningkatkan dan  semakin menyempurnakan praktek tata laksana pengelolaan keuangan dan pertanggung jawaban anggaran agar semakin baik saat mulai mengemban tugas dan dimasa-masa selanjutnya.

 

Hadirin, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

 Mengakhiri sambutan ini, atas nama pribadi maupun pimpinan, saya mengucapkan selamat bertugas, disertai ucapan terimakasih atas kinerja yang telah dicapai dengan baik dan penuh pengabdian kepada saudara-saudara para pejabat yang baru dilantik. Kita semua menaruh harapan dalam mengemban jabatan baru, saudara akan semakin meningkatkan semangat untuk bekerja dan berkarya, memberikan kontribusi positif mengemban dan melaksanakan semua tugas dan pekerjaan dengan penuh tanggung dan berintegritas.

 Ucapan terimakasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada ibu-ibu para isteri yang selama ini dengan penuhkeikhlasan, ketulusan, dan kesabaran telah turut menjaga dan mendampingi suami selama menjalankan penugasannya melalui eksistensi wadah organisasi Ikatan Adhyaksa Dhrmakarini  baik pusat maupun daerah yang kita tahu saat ini semakin dikenal dan diperhitungkan dilingkungan organisasi ibu-ibu lain dan dirasakan eksistensi serta dukungannya bagi perkembangan dan kebesaran Korps Adhyaksa kita. Untuk itu secara khusus saya sampaikan penghargaan, apresiasi, dan ucapkan terimakasih.

Akhirnya, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wata’ala, senantiasa memberikan kekuatan iman, petunjuk, dan bimbingan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Aamiin.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Wabillahi taufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Om Santi Santi Santi Om.

Namo Buddhaya.

Salam Kebajikan.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 

  1. M. PRASETYO

 PIDATO JAKSA AGUNG
18-03-2019
AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN
20-02-2019
SAMBUTAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA SERAH TERIMA BARANG RAMPASAN NEGARA MELALUI PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN DARI KPK RI KEPADA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
pidato lainnya
 BERITA
23-05-2019
Wakil Jaksa Agung Dan Jam Was Dialog Vicon Dengan Para Kajati Seluruh Indonesia
21-05-2019
JAM Datun MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
20-05-2019
Kabandiklat Membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan I Kejaksaan RI
berita lainnya
 SIARAN PERS
02-05-2019
Kejati Sulawesi Utara Bersama-sama Dengan Tim Kejari Manado, Kejari Sleman, dan Intelijen Kejari Ponorogo Berhasil Tangkap Terpidana Prayitno Hidayat
30-04-2019
Pengadilan Negeri Kuala Simpang Menjatuhkan Putusan Pidana Penjara Selama Dua Puluh Tahun Terhadap Terdakwa Ibrahim, dkk Penyalanggunaan Narkotika Jenis Sabu 73.505,55 gram dan 30.000 butir ekstacy
29-04-2019
Kejari Jakarta Selatan Limpahkan Tersangka JD Ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Pengrusakan Barang Bukti 'Pengaturan Pertandingan Sepak Bola di Liga Indonesia'
arsip siaran pers

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id