Senin, 29 November 2021

SAMBUTAN

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA PEMBUKAAN PELATIHAN AGEN PERUBAHAN

TAHUN 2018

 

Jakarta, 19 Desember 2018

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang saya hormati:

  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan, dan Para Staf Ahli Jaksa Agung RI;
  • Para Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung RI;
  • Para Kepala Kejaksaan Negeri tipe A dan Pejabat Eselon III di lingkungan Kejaksaan Agung RI;
  • Para Pengajar dan Widyaiswara; serta
  • Para Undangan dan Hadirin yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita mensyukuri segala rahmat dan karunia yang senantiasa telah dicurahkan Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, kepada kita semua, sehingga pada hari yang penuh dengan rasa kebersamaan dan kehangatan ini kita dapat hadir dan berkumpul untuk mengikuti acara Pelatihan Agen Perubahan Tahun 2018 yang sangat penting dan strategis ini.

Saya nyatakan penting dan strategis, karena pelatihan ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk selalu mengingatkan kita akan masih banyaknya kekurangan yang harus segera diperbaiki, ditata, dibenahi, dan disempurnakan, terlebih didorong dengan niatan baik dan segenap usaha untuk menyelaraskan orientasi pemikiran dan cara kerja sebagai sebuah kehendak untuk berubah, melakukan pembaharuan, dan penyesuaian berkenaan dinamika perkembangan berbagai aspek kehidupan seiring semakin besarnya ekspektasi, harapan, keinginan, dan tuntutan akan terpenuhinya berbagai kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Oleh sebab itu, setiap kali diadakannya berbagai pelatihan seperti ini, haruslah dimaknai sebagai saat yang baik dan tepat untuk membangun sekaligus menumbuhkembangkan kesadaran, pemahaman, dan gairah (passion) yang diharapkan mampu menyentuh dan mengubah secara fundamental pola pikir, pola sikap, pola tindak, mentalitas, dan budaya kerja kita selaku insan Adhyaksa. Sehingga dengan demikian, kesempatan ini haruslah kita gunakan sebaik dan semaksimal mungkin sebagai sarana yang dapat memperbesar peluang kita untuk mampu merealisasikan berbagai perubahan, perbaikan, dan penyempurnaan yang dapat memberikan dampak besar dan nyata dalam membangun Kejaksaan yang kuat, yang benar-benar diinginkan, diperhitungkan, dihargai, dihormati, serta dibanggakan di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Untuk itu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI beserta segenap jajaran pelaksananya yang telah bekerja keras dalam berupaya mewujudkan pelaksanaan pelatihan ini. Upaya yang tidak lain merupakan kesungguhan jajaran Bidang Pembinaan sebagai aset dan elemen penting yang mengatur, menyediakan, dan mendukung terciptanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan tepercaya untuk memastikan optimalisasi tugas dan fungsi keseharian, terutama berkontribusi positif dalam pelaksanaan reformasi birokrasi yang tengah dan sedang kita lakukan di institusi yang kita banggakan ini.

 

Para Peserta Pelatihan, dan Hadirin yang saya hormati,

Reformasi dan revitalisasi hukum sebagaimana yang dinyatakan didalam program Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK dimana kita harus ikut bertanggung jawab sebagai pelaksana dan terlibat didalamnya, dirumuskan dengan komitmen, janji, dan pernyataan bahwa negara akan selalu hadir untuk mengurus, melayani, dan melindungi dengan memberikan rasa aman pada seluruh warga bangsa. Komitmen dan pernyataan dimaksud di antaranya untuk mempertegas bahwa negara harus kuat dan tidak lemah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab penegakan hukum yang dituntut harus menjunjung tinggi keadilan, kebenaran dan kemanfaatan.

Kendati demikian, harus kita akui di tengah perjalanan penegakan hukum yang ada tidak dapat dipungkiri berbagai persoalan kerap kali hadir menjadi aral yang merintangi. Fenomena global yang ditandai dengan beragam kemutakhiran teknologi di berbagai dimensi kehidupan akhir-akhir ini turut menghadirkan persoalan yang kian dirasa menjadikan upaya dan proses penegakan hukum yang tengah dilakukan menjadi tidak sederhana, kompleks, rumit, dan pelik. Di samping itu, secara jujur harus diakui pula tentang adanya beberapa masalah prinsip di lingkungan kita dengan masih ditemui dan munculnya persoalan berkaitan masalah profesionalitas dan integritas dari sementara oknum jaksa dan pegawai, yang kesemuanya itu tidak dapat kita pungkiri memberikan implikasi yang sangat signifikan dan turut memengaruhi kinerja birokrasi.

Mendasari pada persoalan sedemikian, institusi Kejaksaan sebagai birokrasi yang dirancang untuk mengatur dan melayani kepentingan pencari keadilan, sudah barang tentu dihadapkan pada upaya dan kebutuhan untuk berbenah, menata, menyelaraskan diri, mendesain ulang, dan melakukan transformasi ke arah yang lebih baik. Perubahan mana yang kita yakini sangat diperlukan tidak semata untuk lebih mengoptimalisasikan kinerja intitusi dalam upaya mewujudkan tata kelola birokrasi yang bersih, efektif, efisien, dan sekaligus memberikan pelayanan publik yang berkualitas, melainkan juga perubahan yang dibutuhkan agar eksistensi keberadaannya sebagai lembaga penegak hukum senantiasa tetap relevan menghadirkan penegakan hukum yang tepercaya, bermartabat, bernilai guna, dan dapat diandalkan. Sehingga dengan demikian, kita yakini melalui birokrasi yang berkualitas akan berbanding lurus pula dengan terwujudnya penegakan supremasi hukum yang kuat.

Untuk itu, tidaklah berlebihan jika program revitalisasi dan Reformasi Birokrasi sebagaimana dicanangkan pemerintah saat ini yang menyasar pada 6 (enam) Area Perubahan, meliputi: manajemen perubahan, penguatan ketatalaksanaan, sumber daya manusia, penguatan pengawasan, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, menjadi hal yang sangat urgen untuk segera diterapkan dalam rangka secara kontinu dan berkesinambungan memperbaharui institusi berkenaan dengan paradigma, struktur, dan kemampuan yang dirasa diperlukan guna terciptanya birokrasi Kejaksaan yang ideal sebagaimana yang diharapkan.

 

Para Peserta Pelatihan, dan Hadirin sekalian,

Dihadapkan pada upaya sedemikian, maka kunci kesuksesan untuk terciptanya perubahan, tidak lain dan tidak bukan, terletak pada kesiapan dan persiapan sumber daya manusianya. Untuk itu, melalui pelatihan ini saudara-saudara diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) sekaligus role model yang dapat memberikan keteladanan bagi segenap individu dan jajarannya guna bersama-sama secara proaktif dan konsisten dalam memastikan terselenggaranya berbagai upaya perbaikan yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan yang dikehendaki bersama

Sebagai penggerak utama yang memikul tanggung jawab besar untuk mengelola dan memimpin jalannya perubahan di tiap-tiap satuan kerja, diharapkan saudara-saudara dapat menginisiasi, menginspirasi maupun memelopori ide, gagasan sekaligus pemikiran yang mampu merencanakan, merancang,  memformulasikan, dan pada akhirnya menentukan pilihan sikap, tindakan atau hal-hal yang dianggap tepat, memadai, dan paralel, guna merespons berbagai kebutuhan baru yang mendesak sebagai implikasi dari setiap gerak perubahan.

Segenap Insan Adhyaksa Pelopor Perubahan yang saya banggakan

Sebagai pemimpin perubahan, maka diperlukan atensi dan perhatian kita bersama terhadap beberapa tahapan yang menurut hemat saya dapat digunakan sebagai acuan, langkah-langkah sekaligus dasar pijak dalam melakukan proses perubahan, yang dapat dilakukan melalui upaya-upaya antara lain sebagai berikut: Pertama, mendorong dan memantapkan niat, hasrat, dan tekad untuk berubah. Upaya ini merupakan fase awal yang senantiasa harus digerakkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman bahwa perubahan sangatlah diperlukan untuk memudahkan kita mencapai potensi aktual dalam meraih capaian positif sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan bersama.

Oleh karena itu, perlu dibangun dan dihidupkannya sense of urgency, yang mau tidak mau, siap tidak siap, perubahan haruslah dirasakan sebagai sebuah realitas yang harus dihadapi dan bukan dihindari, bukan pula merupakan lagi sebuah keinginan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan mutlak yang diperlukan, dengan mengingat dan menyadari bahwa ada suatu keharusan mendesak yang jika tidak disikapi dan direspons dengan segera, maka dapat dipastikan akan memengaruhi tugas keseharian, dan bahkan tergerus dengan laju dinamika perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat.

Kedua, melakukan identifikasi atas permasalahan yang ada. Dimana seiring dengan berbagai kompleksitas gangguan, kendala, dan hambatan yang dihadapi kian dirasakan semakin rumit, pelik, dan tidak dapat diprediksi, sehingga akan memengaruhi pelaksanaan tugas kita sehari-hari. Oleh karenanya, diperlukan identifikasi permasalahan sebagai ikhtiar dan langkah teknis yang sedianya dapat kita gunakan untuk mengenali, menginventarisasi, meneliti, menelaah, dan memetakan persoalan aktual yang ada.

Untuk itu, sudah barang tentu saudara-saudara haruslah senantiasa memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas sebagai sumber kompetensi dan kemampuan yang mumpuni untuk menunjang dilakukannya proses identifikasi secara terukur, tepat, obyektif, dan proporsional. Melalui performa sedemikian, kita yakini akan mampu melahirkan ide dan gagasan inovatif maupun cara pandang baru yang lebih baik, sehingga dapat mewujudkan keputusan yang cerdas, bernas, dan tepat dalam menentukan berbagai pilihan kebutuhan maupun pendekatan yang dapat menunjukkan jalan keluar pemecahan dan alternatif solusi guna melakukan perubahan di tengah dinamika persoalan yang ada.

Dan yang terakhir, Ketiga, adalah mengimplementasikan ide, gagasan, dan cara pandang perubahan menjadi sebuah tindakan yang riil dan konkret. Upaya ini merupakan proses yang terpenting sekaligus muara dari keseluruhan tahapan, sehingga dengan demikian kita maknai perubahan tidak lagi sekadar berkutat dalam tataran ide atau gagasan belaka, melainkan yang terpenting haruslah dapat diimplementasikan ke dalam tataran praktis. Karena sejatinya sebuah ide tidak akan bermakna apapun jika tidak direalisasikan dan diaplikasikan ke dalam aksi dan kerja nyata.

Keberanian untuk melakukan eksekusi oleh karenanya menjadi mutlak diperlukan, seraya tentunya diimbangi dengan komunikasi efektif untuk membangun kerja sama tim yang solid dan sinergis sebagai faktor penting lainnya yang turut signifikan dalam melakukan realisasi perubahan. Dengan demikian kita yakini bahwa perubahan adalah sesuatu yang nyata adanya dan hasinya akan menjadi sebuah lembaran-lembaran emas yang mewarnai sejarah perjalanan Kejaksaan yang penuh kebesaran dan keagungan.

 

Segenap Insan Adhyaksa, dan hadirin yang berbahagia,

Pada kesempatan yang sangat berharga ini pula, saya juga ingin menyampaikan kepada segenap Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri yang hadir, bahwa beberapa waktu yang lalu, kita telah menerima apresiasi dan penghargaan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap 13 (tiga belas) satuan kerja pelopor perubahan di lingkungan Kejaksaan. Melalui prestasi yang cukup membanggakan tersebut, sepatutnya dapat menjadi sumber inspirasi yang mengilhami dan memotivasi saudara-saudara untuk dapat segera menerapkan hal yang serupa atau bahkan lebih baik lagi di satuan kerja masing-masing.

Untuk itu, sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat terciptanya reformasi birokrasi yang secara konsisten sedang dan akan terus kita laksanakan, maka tidak bosannya saya menekankan bahwa sebagai pimpinan satuan kerja, sudah sepatutnya saudara menjadi pelopor dan inspirator perubahan yang senantiasa akan menebarkan virus-virus kebaikan sehingga pada saatnya nanti satuan kerja saudara dapat diproyeksikan menjadi ZI menuju WBK dan WBBM.

Di samping itu, saya juga berharap agar inisiasi pembentukan ZI tidak hanya terbatas di Kejaksaan Tinggi saja, melainkan juga pada Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri yang ada di wilayah hukum Saudara. Untuk mempercepat proyeksi ZI tersebut, maka hendaknya saudara jangan malu atau pun sungkan untuk melakukan “studi tiru” terhadap Kejati maupun Kejari yang telah terlebih dahulu mendapatkan predikat sebagai satuan kerja Pelopor Perubahan, untuk nantinya dapat dijadikan contoh dan rujukan sebagai best practices dalam penerapan pada segenap satuan kerja di wilayah hukum saudara-saudara sekalian.

 

Para Peserta Pelatihan yang saya cintai dan banggakan,

Mengakhiri sambutan ini, saya tegaskan bahwa perubahan tak pernah mengenal kata selesai, sehingga dengan demikian upaya perubahan itu sendiri adalah merupakan sebuah kerja keras tanpa akhir yang sangat membutuhkan banyak energi dan pemikiran. Untuk itu, melalui pelatihan yang diselenggarakan dalam waktu yang relatif singkat ini, saya mengajak kepada saudara-saudara semua untuk memberikan perhatian dengan saksama dan sungguh-sungguh mencermati berbagai materi pelatihan yang akan diberikan, sebagai bekal untuk memantapkan sikap, semangat, komitmen, terlebih menguatkan etos kerja saudara sehingga bersesuaian dengan perubahan yang hendak dicapai di lingkungan saudara, sebagaimana selaras dengan apa yang telah disampaikan oleh Mahatma Gandhi bahwa “Jika kamu ingin dunia berubah, jadilah perubahan itu sendiri”.

           Demikian beberapa hal yang ingin saya sampaikan, akhirnya dengan mengucapkan Bismillaahirrohmanirrohim” Pelatihan Agen Perubahan Tahun 2018, secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat mengikuti Pelatihan Agen Perubahan, Semoga Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan yang Maha Bijaksana, senantiasa memberikan berkah dan ridho-Nya atas segala jerih payah dan upaya yang kita lakukan dalam mendorong akselerasi terciptanya reformasi birokrasi pada institusi Kejaksaan yang kita cintai dan banggakan ini.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita sekalian,

Om shanti shanti shanti om,

Namo Buddhaya.

Salam Kebajikan,

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

H.M. PRASETYO

 

 PIDATO JAKSA AGUNG
17-02-2021
AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN AGUNG RI
21-12-2020
AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN AGUNG RI
pidato lainnya
 BERITA
26-11-2021
Kejaksaan Negeri Semarang Kembali Selamatkan Aset Milik Pemkot Semarang
26-11-2021
Jaksa Agung Republik Indonesia Menyaksikan Penyampaian Surat Keputusan Penghentian Penuntutan di Kejaksaan Tinggi Sumsel
26-11-2021
Tim Tabur Kejagung Bersama Tim Tabur Kejati Papua Barat Berhasil Mengamankan Tersangka (BT) Buronan Tipikor Kejari Sorong
berita lainnya
 SIARAN PERS
28-11-2021
JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA MEMBERIKAN ATENSI KHUSUS DAN MEMERINTAHKAN KAJATI DAN KAJARI UNTUK MEMBENTUK TIM KHUSUS MENANGGULANGI MAFIA TANAH DAN MAFIA PELABUHAN, GUNA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN DAN KEPASTIAN HUKUM SERTA MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONO
28-11-2021
JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA MENGINGATKAN JAJARAN KEJAKSAAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DAN KEWENANGANNYA TIDAK HANYA BERINTEGRITAS DAN PROFESIONALISME, NAMUN JUGA BERHATI NURANI UNTUK MEWUJUDKAN PENEGAKAN HUKUM YANG BERKEADILAN DAN DIRASAKAN MANFA
26-11-2021
JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA MENYAKSIKAN PENYAMPAIAN SURAT KEPUTUSAN PENGHENTIAN PENUNTUTAN (SKP2) ATAS PENGHENTIAN PENUNTUTAN BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA SELATAN
arsip siaran pers

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id

 

Untuk teknis webiste

PUSAT DATA STATISTIK KRIMINAL DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Telpon/Fax : +62 21 27097095
Email : webmaster@kejaksaan go.id

Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan RI. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data paper based, maka yang menjadi acuan adalah data paper based.