Sabtu, 4 April 2020

AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN AGUNG RI

 

Jakarta, 11 Oktober 2019

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang saya hormati: 

 

  • Ketua Komisi Kejaksaan RI;
  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan, Plt. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dan Para Staf Ahli Jaksa Agung RI;
  • Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta;
  • Para Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung RI;
  • Ibu Ketua Umum, segenap Ibu-Ibu Pengurus, dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Daerah;
  • Para Undangan, dan Hadirin yang berbahagia.

 

 

Marilah kita mengawali acara ini dengan mengucap syukur kepada Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Bijaksana, atas segala rahmat dan karunia-Nya, karena kepada kita  masih diberi kesempatan untuk berproses menjalankan tugas dan pengabdian, sehingga saat ini dapat menyelenggarakan pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan RI.

Bahwa setiap kali mengucapkan sumpah dan janji bagi semua pejabat sebelum mengemban amanah, melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggung jawab dalam sebuah jabatan perlu disadari bahwa semua itu harus dimaknai sebagai sumpah, ikrar serta janji bukan hanya kepada diri sendiri, melainkan juga kepada orang lain, masyarakat, bangsa terlebih kepada Tuhan yang maha pemberi dan pengatur, kepada siapa kelak semuanya akan dimintakan pertanggung jawaban. Mengandung makna, arti, dan nilai yang sedemikian tinggi, yang disisi bersamaan juga menyimpan tanggung jawab tidak ringan, namun sangat mulia bila dipenuhi dengan baik berlandaskan ahlak, etika, dan sikap  moral terpuji dalam pelaksanaan tugas jabatan dan kewenangan yang dipercayakan kepadanya. 

Berkenaan dan atas dasar itulah maka di dalam setiap membuat keputusan pengangkatan, mutasi, promosi, alih tugas, dan penempatan pada setiap jabatan oleh unsur pimpinan dan pembantu pimpinan Kejaksaan selalu dilandasi penelaahan dan pertimbangan secara jelas menyeluruh, tidak sekadar hanya bertujuan sebagai bagian dari upaya mendorong pemantapan profesionalitas, peningkatan wawasan dan pengalaman saja, tetapi juga sangat mempertimbangkan hal penting dan esensial lain berkaitan prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas seseorang, sebagai bagian integral guna mewujudkan komitmen tetap merawat dan menjaga secara konsisten, eksistensi dan kebaikan serta kebesaran nama  dan citra, agar tidak mencederai dan merusak harkat dan martabat lembaga milik kita bersama.

Selain itu, penempatan  personil pada semua lini, tingkatan dan jabatan adalah merupakan cerminan dari capaian kinerja yang telah ditunjukkan sebelumnya, disamping kriteria terkait wawasan, pengalaman dan kemampuan yang juga menjadi dasar penilaian sehingga keputusan bagi seseorang untuk memangku  sebuah jabatan tertentu memang benar telah memenuhi kriteria persyaratan umum yang ditentukan.

Sejalan hal tersebut, menjadi penting dipahami bahwa sebagai bagian dari pengembangan organisasi, maka pergantian dan penempatan seseorang pada sebuah jabatan adalah merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan upaya mewujudkan visi dan misi besar Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum agar tetap eksis profesional dan dapat diandalkan. Oleh karenanya, upaya penataan, pemeliharaan, dan penguatan melalui pembaharuan, pergantian, dan penyegaran organisasi agar Lembaga ini kuat bahkan menjadi semakin  baik, maju, siap dan sempurna harus selalu menjadi perhatian. Sebab dengan adanya kebijakan yang sepenuhnya mengacu pada obyektifitas pemantauan dan penilaian serta mempertimbangkan prinsip tentang, “the right man in the right place”, diharapkan akan mampu merespon dinamika perkembangan berbagai persoalan dan masalah yang harus dihadapi yang semakin beragam dan kompleks dimasa sekarang dan disaat mendatang.

 

Hadirin dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, 

Pada kesempatan ini perlu rasanya saya mengajak untuk mencermati perjalanan kehidupan bangsa dalam empat tahun terakhir sejalan dengan apa yang telah dikerjakan pemerintah, berupa penekanan pada pembangunan infrastruktur secara intensif, giat dan merata hampir diseluruh wilayah tanah air. Dan untuk itu semua kita bersyukur telah banyak mendapat kesempatan berkontribusi melalui program pendampingan, pengawalan dan berperan mengamankan demikian banyak proyek strategis yang telah slesai dan sedang dikerjakan. Yang semua itu dilakukan Pemerintah kita dalam upaya mendorong perbaikan dan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan tersedianya lapangan kerja, meningkatkan daya saing dan produktivitas serta upaya pemerataan pembangunan yang sudah barang tentu tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

 Di tahun 2019 dan seterusnya, kebijakan pembangunan yang selama ini lebih menitik beratkan pada bidang pembangunan fisik mulai dialihkan pada bidang pembangunan manusia yang dipandang sebagai unsur penting guna melanjutkan semua upaya yang telah dilakukan, diantaranya juga dalam rangka merawat dan memanfaatkan dengan baik segala apa yang telah dihasilkan,  memastikan agar masyarakat dapat menerima manfaat pembangunan secara sustainable berkelanjutan.

Oleh karenanya, tidaklah berlebihan ketika Pemerintah saat ini menentukan pengembangan kwalitas sumber daya manusia sebagai sasaran besar berikutnya. Sebuah penegasan dan keyakinan bahwa manusia adalah merupakan entitas kekayaan bangsa yang berharga dan yang sesungguhnya. Sehingga menjadi sebuah keharusan jika manusia Indonesia yang merupakan subjek dan basis atau bahkan merupakan tujuan sekaligus sararan akhir pembangunan, mutlak dan penting mendapat perlakuan dan perhatian utama agar ditingkatkan kwalitas diri dan kesejahteraannya.

Fakta lain juga patut disimak bahwa Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk mencapai 264 juta jiwa sekarang ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Semua memahami bahwa jumlah orang sedemikian banyak adalah merupakan modal berharga bagi pelaksanaan pembangunan yang sedang dan akan terus akan di lanjutkan, namun demikian harus pula disadari bahwa bila semata hanya mengandalkan kuantitas tanpa memperhatikan kwalitas yang perlu dibangun dan ditingkatkan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka hal sedemikian akan berpotensi menimbulkan problem dan permasalahan besar, karena yang ada bukanlah memiliki aset tetapi justru menjadi akan beban berat yang harus ditanggung bangsa ini, manakala tidak dikelola dan ditangani secara benar dan berimbang.



Bapak, Ibu, saudara-saudara dan hadirin sekalian,

Sejalan dengan itu, maka sudah sepatutnya pula jajaran Kejaksaan menyelaraskan posisi dan perannya, menempatkan hukum dan penegakkan hukum sebagai instrumen pemerintah dan juga masyarakat untuk berkontribusi mendukung terwujudnya setiap program kebijakan yang sudah direncanakan dan ditetapkan menjadi tujuan  dari proses pembangunan yang sedang berlangsung, sebagaimana yang saya sampaikan yang saat ini tidak hanya membangun bangunan fisik saja, tetapi secara menyeluruh juga upaya membangun peradaban manusianya untuk memungkinkan manusia Indonesia mampu tampil sejajar menghadapi persaingan global diantara bangsa bangsa lain didunia. Manusia Indonesia yang tumbuh sehat, cerdas, terampil, produktif, panjang usia, bahagia dan sejahtera. 

Oleh sebab itu, kembali dalam hubungannya dengan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan selama ini sesungguhnya memang tidak hanya dimaksud hanya untuk mempermudah koneksifitas hubungan dan kelancaran  arus logistik antar daerah di seluruh wilayah agar lebih cepat, lebih lancar, mencegah ekonomi biaya tinggi supaya harga barang-barang komoditas menjadi lebih murah, melainkan juga untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari guna dapat mencapai standar hidup yang layak (decent standard of living) terutama dalam peningkatan pendapatan, pendidikan serta pelayanan kesehatan. 

Disinilah peran hukum dan penegakan hukum oleh Kejaksaan dituntut mampu menjadi landasan terpenuhinya kebutuhan masyarakat agar dapat memperoleh hak-haknya secara adil dan merata. Yang berkenaan hal itu, maka proses penegakan hukum yang benar, bermartabat dan dapat dipercaya haruslah bersanding selaras secara komplementer sebagai sebuah dimensi pendekatan yang harus berkontribusi secara signifikan, menjamin dan memastikan bahwa penghargaan atas harkat, martabat dan harga diri manusia benar-benar diutamakan. Hal mana juga merupakan upaya mencegah terjadinya berbagai persoalan yang dapat memicu ketegangan atau konflik yang timbul sebagai dampak yang tidak dapat dihindari sebagai akibat dari ketidak tepatan sasaran dan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan.

 

Para Pejabat yang Baru dilantik yang saya banggakan,

Selain hal-hal yang telah dikemukakan tadi, maka dalam kesempatan ini saya juga ingin mengingatkan kembali komitmen kita bersama selaku insan aparat penegak hukum Korps Adhyaksa sebagai bagian dari sistem dalam pemerintahan, tentang pentingnya kesadaran dan konsistensi merepresentasikan janji dan pernyataan bahwa negara akan selalu hadir untuk mengurus, melayani, melindungi dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga bangsa tanpa membeda-bedakan suku, asal, agama dan golongan. Komitmen dan pernyataan dimaksud mengandung prayarat bahwa negara harus kuat dan tidak lemah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab termasuk dalam penegakan hukum yang dituntut menjunjung tinggi keadilan, kebenaran dan kemanfaatan.

Selain itu, tiada henti di setiap moment seperti ini saya selalu mengingatkan tentang penting dilakukannya konsolidasi diantara segenap personil dan satuan kerja yang berada dalam lingkup kewenangan dan wilayah kerja kita demi terciptanya harmonisasi dan menghasilkan sinergitas kesamaan paham dan pandangan yang dapat melahirkan kesatuan pikiran, sikap dan tindakan untuk mendorong akslerasi peningkatan kinerja dan pencapaian target serta tujuan yang direncanakan. 

Berkenaan dengan itu pula, secara berkala dan ajeg perlu  dilakukan monitoring dan evaluasi atas semua langkah, kegiatan dan kebijakan yang telah dan sedang dilakukan, mencegah terjadinya kegagalan dan menghindari kemungkinan terulangnya peristiwa kejadian negatip di masa lalu, yang memerlukan pembenahan, penertiban, koreksi dan perbaikan. Selayaknya pula kita belajar mengetahui berbagai kekurangan, kelemahan dan kesalahan yang pernah terjadi, selanjutnya memperbaiki dan mengembangkan kapasitas organisasi agar menjadi lebih baik, sebagai bentuk upaya peningkatan dedikasi dan prestasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 

Dengan demikian, kita semakin optimis bahwa penguatan satuan kerja yang sedang kita atau  saudara pimpin akan menghadirkan institusi penegak hukum Kejaksaan yang relevan, bernilai guna dan dapat diandalkan di tengah perkembangan dan tuntutan zaman Mampu berkontribusi memberikan solusi menjawab berbagai tantangan dan persoalan yang sedang dihadapi bangsa baik saat ini maupun disaat mendatang.

 

Hadirin, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

 Mengakhiri sambutan ini, atas nama pribadi maupun pimpinan Kejaksaan, saya mengucapkan selamat mengemban tugas dan jabatan baru masing-masing, disertai penghargaan atas hasil kerja yang telah dicapai dengan baik yang telah saudara-saudara laksanakan sebelumnya selama ini. 

Kita semua menaruh harapan dalam mengemban jabatan baru, saudara-saudara  akan semakin meningkatkan semangat akan menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan, dengan lebih giat dan lebih baik lagi. Jabatan dan tugas yang dipercayakan kepada kita dalam kapasitas, posisi apapun dan dimanapun hendaknya disadari adalah merupakan amanah yang wajib diemban, dilaksanakan dan dijaga dengan arif penuh tanggung jawab. Bukan semata-mata dilandasi pamrih atau agenda kepentingan lain baik untuk diri sendiri, kelompok maupun kepentingan golongan sebagaimana yang telah saudara-saudara ucapkan dalam lafal sumpah tadi. Tidak pula melakukan hal dan kebiasaan tidak terpuji yang hanya akan merendahkan harga diri dan kehormatan profesi, menganggap kekuasaan dan kewenangan sebagai komoditas yang dapat digadaikan dan diperjualbelikan.

Untuk itu, disini saya juga tetap ingin mengajak dan mengingatkan saudara-saudara sekalian, sebagaimana yang saya sampaikan dalam setiap kesempatan, bahwa: ”Dimanapun Keberadaan kita, dalam kapasitas dan posisi apapun hendaknya selalu ingat dan tidak melupakan jati diri kita sebagai bagian dari Insan Adyaksa yang memegang teguh komitmen dan janji luhur, bahwa sesuatu yang baik dan yang benar itulah yang harus diperbuat dan dikerjakan.



”Seperti angin tidak meninggalkan pantai, bintang tidak meninggalkan langit dan bulan tidak meninggalkan Bumi.  Insan Adhyaksa  tetap berpegang teguh dan tidak akan meninggalkan komitmen, janji luhur menjunjung tinggi keharuman citra Korps, melakukan dan menciptakan hal besar penegakan hukum terbaik dan terpuji bagi masyarakat, bangsa dan negeri”.

 Semoga keberadaan kita menjadi bagian terwujudnya mimpi besar Kejaksaan RI  yang lebih baik, lebih kuat dan lebih terhormat sebagai legacy, yang akan mengabadikan kesan indah bagi kita bersama.

Ucapan terimakasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada ibu-ibu para isteri yang selama ini dengan penuh keikhlasan, ketulusan, dan kesabaran telah turut menjaga dan mendampingi suami selama menjalankan penugasannya baik secara pribadi maupun melalui wadah organisasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini   pusat maupun daerah yang telah banyak melakukan berbagai kegiatan positip dan bermanfaat yang dirasakan sangat mendukung eksistensi, perkembangan dan kebesaran Korps Adhyaksa kita. Untuk itu secara khusus sekali lagi saya sampaikan penghargaan, apresiasi, dan ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya.

Akhirnya, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wata’ala, senantiasa memberikan kekuatan iman, petunjuk, dan bimbingan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Aamiin.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Wabillahi taufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Om Santi Santi Santi Om.

Namo Buddhaya.

Salam Kebajikan.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Dr. (H. C.) H. M. PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id