Sabtu, 4 April 2020

SAMBUTAN

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA TOPPING OFF PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT PEMULIHAN ASET (PPA)

 

Jakarta, 09 Oktober 2019

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam Sejahtera bagi kita sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Budhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang saya hormati:

  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat, dan Para Staf Ahli Jaksa Agung RI;
  • Jaksa Agung Muda Pembinaan, Plt. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Plt. Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara;
  • Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta beserta segenap jajarannya;
  • Para Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung RI;
  • Direktur Bina Penataan Bangunan pada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI;
  • Direktur Utama PT Totalindo Eka Persada Tbk, Direktur Utama PT. Elsadai beserta jajarannya;
  • Para Undangan dan Hadirin yang berbahagia,

Pada suasana hati yang cerah ceria ini, marilah kita senantiasa mengucap puji syukur kepada Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala limpahan rahmat dan karunia yang dianugerahkan kepada kita semua, sehingga pada waktu dan hari yang sudah direncanakan ini kita diberi kesempatan untuk dapat menyelenggarakan acara “Topping Off”” Pembangunan Gedung ini.

Tanpa terasa, sejak dilakukan groundbreaking pada tanggal 1 April 2019 lalu, pembangunan gedung ini telah memasuki tahap topping off, yang menandai bahwa proses pengerjaan konstruksi bangunan yang terdiri atas 10 (sepuluh) lantai dan 2 (dua) basement ini dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, berjalan dengan baik dan lancar hingga berhasil selesai dilaksanakan sesuai target waktu yang ditentukan. Sebuah hasil kerja yang patut kita syukuri bersama. Penyelesaian tahap konstruksi bangunan ini sudah barang tentu tidak terlepas karena adanya komitmen dan sinergi yang saling melengkapi dari semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ini, terutama para penanggung jawab proyek, terlebih para pekerja bangunan yang kita semua tahu mereka telah melaksanakan tugas dan kewajiban profesinya masing-masing berkerja siang malam, dengan penuh kesungguhan dan terkesan tanpa kenal waktu dan lelah.

Berkenaan dengan itu, di tengah rasa syukur ini, baik secara pribadi maupun atas nama pimpinan Kejaksaan RI dengan segenap ketulusan hati sekali lagi saya menyampaikan apresiasi dan pujian serta rasa terima kasih yang mendalam kepada semua yang turut berkontribusi memastikan terlaksananya pembangunan ini, terutama kepada para pekerja dan segenap jajaran PT Totalindo Eka Persada Tbk selaku kontraktor pelaksana proyek, yang telah mengerjakan tahapan konstruksi bangunan ini dengan baik, tepat waktu sesuai yang telah diagendakan, dan juga kepada Konsultan Perencana Atelier 6 dan PSA Studio, yang telah merencanakan gedung yang kelak diharapkan akan berdiri dengan kokoh, indah dan megah ini.

Pada kesempatan ini saya juga memberikan penghargaan yang sama khususnya kepada jajaran Bidang Pembinaan yang telah mencurahkan segala perhatian, hingga semua urusan sejak, pembuatan usulan, penganggaran, pelaksanaan pelelangan dan pemantauan serta pengawasan proses pekerjaan berjalan dengan baik sampai tahap topping off ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Dalam literatur dunia konstruksi, topping off dikenal sebagai kegiatan pemasangan atau penutupan atap bangunan yang menandakan berakhirnya proses konstruksi. Secara historis, hal ini merupakan rangkaian tradisi kuno yang berasal dari Scandinavia, dimana mereka melakukan ritual menyematkan pohon pada puncak bangunan dengan harapan agar pekerjaan bangunan dapat diselesaikan dengan selamat dan lancar sebagaimana yang diinginkan.

Sedangkan sebagai bangsa yang kaya akan tradisi, dikalangan masyarakat kita sediri juga memiliki berbagai ritus yang hampir serupa tentang topping off ini, yang dilakukan dalam berbagai bentuk ritual lain berupa upacara disetiap daerah yang berbeda. Kalau di Jawa dikenal dengan pagelaran upacara adat “Munggah Molo”, dimana “Munggah” berarti menaikan dan “Molo” yang berarti kerangka atap, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Jawa kepada sang Maha Pemberi Rezeki pada saat proses pembangunan rumah akan memasuki tahap pemasangan kerangka atap sebagai penyangga genteng. 

Demikianlah halnya dengan acara kegiatan topping off yang kita selenggarakan saat ini, tiada lain adalah merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya berkat ridho-Nya konstruksi gedung ini berhasil dengan selamat terbangun dengan tegak dan kokoh berdiri menjulang tinggi sebagaimana yang kita saksikan bersama ini. Menjadi harapan saya dan harapan kita semua tentunya, dengan adanya ungkapan rasa syukur ini, proses penyelesaian pembangunan selanjutnya akan semakin berjalan dengan baik, lancar dan selamat mewujudkan mimpi besar akan sebuah karya cipta bangunan gedung yang megah, indah sempurna yang kelak patut dikenang sebagai legacy, warisan bagi generasi penerus berikutnya.

Dan bila disepakati Gedung ini akan kita abadikan dengan sebutan nama: “MENARA KARTIKA ADHYAKSA”, yang secara filosofis mengandung arti, makna dan harapan agar Kejaksaan RI yang kita cintai bersama ini terletak berada pada posisi setinggi bintang dilangit. Dimana di dalam gedung ini kelak akan dihuni insan-insan Adhyaksa yang memiliki angan, cita-cita, sikap perilaku dan tindakan yang baik, terpuji, arif dan bijak dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta mampu mengukir dan mengukur prestasi, sebagaimana kita bisa mengukur jalan ataupun mengukur tingginya gedung ini.

Saudara-saudara sekalian yang Saya Hormati,

Pembangunan gedung ini juga menyimpan sebuah komitmen mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas, pokok dan fungsi institusi kita melalui penyediaan sarana prasarana yang cukup, lengkap dan memadai, dimaksudkan semula dalam rangka mengoptimalkan sistem pemulihan aset terpadu (Integrated Asset Recovery System) secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel yang dilaksanakan oleh Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung.

Dalam perencanaannya, gedung ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas teknologi serta sarana pendukung yang memadai agar selaras dan mampu menjawab berbagai tuntutan kebutuhan masa kini dan disaat mendatang untuk memenuhi dan memperlancar pelaksanaan tugas-tugas bagi setiap unit kerja yang ada. Oleh karenanya, Saya berpesan dan berharap dengan terbangunnya gedung baru ini, kiranya akan berbanding lurus dengan kesungguhan jajaran Kejaksaan dalam menjamin meningkatnya kwalitas dan kwantitas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat secara baik dan optimal.

Saudara-saudara, Bapak dan Ibu yang berbahagia,

Sudah selayaknya pula kita merasa bangga memiliki tambahan bangunan gedung yang akan berdiri megah menjulang lebih tinggi diantara gedung-gedung lain yang sudah kita miliki selama ini, sehingga tidak berlebihan rasanya apabila kita memberikannya nama sebagai Menara Kartika Adhyaksa. Sekali lagi dengan pertimbangan dan keinginan bahwa Penamaan dimaksud dilatar belakangi sebuah mimpi besar bahwa Jaksa dan Kejaksaan RI sebagai pemegang asas dominus litis selayaknya berada pada posisi laksana bintang di langit yang akan memancarkan cahaya kepastian bagi pencapain sebuah tujuan, sebagai posisi sentral penegakkan hukum yang adil, benar dan membawa manfaat kebaikan.

Sebagai bintang, selain mesti mampu menentukan arah penegakan hukum tentunya Kejaksaan RI dan segenap insan Adhyaksa dituntut harus pula mampu bekerja sesuai rule of the game secara profesional dan berintegritas. Selain itu dengan melihat bintang diharapkan juga akan memacu spirit dan semangat segegenap Insan Adhyaksa untuk menggantungkan cita-cita dan prestasinya setinggi langit, seperti yang pernah dinyatakan Proklamator Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai berikut: “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Untuk itu, Saya berharap melalui pembangunan gedung baru ini, hendaknya kita semua semakin mengoptimalkan kinerja, meningkatkan kemampuan, menjaga diri dan integritas diri kita agar tidak mudah tergoda dan tergoyahkan terbuai melakukan hal hal yang akhirnya dapat kembali mencederai citra dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga dan kepada Korps kita bersama. Oleh sebab itu, semua apa yang dilakukan harus benar-benar terjaga dan dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi etika, adat, adab maupun dari segi moral, agama dan hukum peraturan perundangan. Sehingga dengan demikian akan terbantahkan komentar orang yang menyatakan kebenaran dan keadilan mejadi sesuatu yang langka, mahal dan sulit diperoleh sebab idealisme dan integritas aparat penegak hukumnya sudah mati, Dibuktikan bahwa ia masih tetap terjaga, tumbuh dan berkembang dimiliki oleh segenap insan Adhyaksa dan dalam diri kita masing-masing semua.

Hadirin, Bapak, Ibu yang Saya Hormati,

Demikianlah beberapa hal yang saya anggap perlu disampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi Kita berharap semoga pembangunan Gedung ini kualitas konstruksi-dan akhir pengerjaanya akan tercipta sebuah karya sempurna yang InsyaAllah akan berdiri kokoh indah bertahan lama, selama lamanya.

Untuk itu, dengan mengucap bismillah hirohmanirohim, kita bersama menyatakan “Topping Off” atas bangunan Menara Kartika Adhyaksa ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wata’ala, senantiasa memberikan kekuatan iman, petunjuk, dan bimbingan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Aamiin.

 

Sekian dan terimakasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian.

Om Santi Santi Santi Om.

Namo Budhaya.

Salam Kebajikan.

           

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 HM. PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id