Rabu, 18 September 2019

AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA UPACARA PERINGATAN HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-59 TAHUN 2019

 Jakarta, 22 Juli 2019

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan,

 

Segenap Insan Adhyaksa di Seluruh Penjuru Tanah Air dan dimanapun bertugas, yang Saya Cintai dan Banggakan,

Para Peserta Upacara, segenap hadirin dan undangan  yang Saya hormati,

Dalam suasana penuh kebanggaan setiap kali memperingati hari bersejarah   seperti ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas rahmat, karunia dan perlindungan-Nya, segenap jajaran Kejaksaan masih dapat terus dan akan terus melanjutkan tugas pengabdian , bekerja dan berkarya, mencurahkan darma baktinya bagi bangsa dan negara. Yang direntang waktu usia yang ke 59 ini, sudah barang tentu telah lebih dewasa dan mematangkan diri, melakukan segala daya dan upaya yang telah dilakukan bersama.

Untuk itu, marilah menjadikan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini, sebagai moment untuk lebih menegaskan niat, mengukuhkan tekad dan semangat   mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan di antara nilai keadilan, kebenaran dan kepastian melalui pelaksanaan  penegakkan hukum yang menjadi kewenangan, tugas dan tanggung jawab kita. Agar tanpa kecuali dan tanpa perbedaan memberi manfaat dan dapat dirasakan oleh pencari keadilan dan oleh segenap lapisan masyarakat secara keseluruhan.  Kita yakini bahwa hanya dengan itu, apa yang terbaik bagi tegaknya hukum di negeri tercinta ini dapat dipersembahkan. 

 Dalam kesempatan yang baik ini, hendaknya kita  juga harus mampu dan mau secara jujur melihat ke belakang melakukan evaluasi dan introspeksi berkenaan semua kejadian dan apa yang telah kita lakukan selama ini. Prestasi dan hal-hal baik apa yang telah berhasil kita lakukan, demikian pula sebaliknya hal-hal buruk dan kekurang apa yang terjadi disepanjang perjalan yang telah kita lewati.

Dari sana  kita akan dapat mengidentifikasi berbagai prestasi yang selayaknya dipertahankan dan ditingkatkan serta kekurangan, kelemahan, dan kekeliruan apa ,  yang segera memerlukan perbaikan, koreksi dan penyempurnaan.  Dengan secara jujur tidak segan mengakui kesalahan dan kekurangan untuk selanjutnya berupaya segera melakukan perbaikan, maka disitulah  sebenarnya merupakan sebuah kekuatan.

Saudara-saudara sekalian, para hadirin peserta upacara yang Saya Hormati

Memperingati Hari Bhakti sepanjang sejarah perjalanannya yang ke 59 yang kali ini mengangkat tema ”59 TH KEJAKSAAN R.I, TINGKATKAN PENGABDIAN DEMI KEMAJUAN, KEUNGGULAN DAN KEUTUHAN NEGERI” , mendorong   segenap jajaran Kejaksaan perlu menegguhkan kembali komitmen untuk semakin meningkatkan pengabdiannya demi segera terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju, unggul, utuh, adil dan makmur,  Sebuah pernyatan    senafas dengan semangat bangsa Indonesia yang sedang menyongsong perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan nya yang ke 74 di Tahun 2019 ini, melalui seruan dan ajakan untuk maju bersama    ”Menuju Indonesia Unggul”.

 Dengan demikian maka kedua nya saling sejalan, bersesuaian dan bertautan dalam narasi besar visi “Indonesia Maju” di mana tidak ada lagi rakyat yang terabaikan untuk dapat meraih, mimpi, harapan dan cita-citanya. Dan berkenaan dengan itu terkait apa yang menjadi ranah tugas pokok dan fungsi Kejaksaan maka peran yang harus diambil adalah mendukung keberhasilan program pembangunan nasional disegala bidang yang akan terus dilaksanakan, supaya hasilnya dapat segera dinikmati seluruh rakyat secara berkeadilan dan merata. Disamping itu Indonesia yang merupakan negara hukum yang demokratis, setiap warganya memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan hukum dan seluruh aspek kehidupan. Sehingga dengan demikian peningkatan kwalitas sumber daya manusia yang berkemampuan  menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia, agar mampu menjaga dan mengamankan kepentingan nasional, kemandirian bangsa dan negara ditengah pergaulan dunia yang semakin kompetitif akan mennjadi perhatian utama.

Upaya mewujudkan visi Indonesia maju dan unggul seperti itu tentunya menjadi tanggung jawab bersama segenap warga bangsa, para penyelenggara negara, pemerintahan dan juga warga masyarakat terlebih institusi Kejaksaan yang harus menunjukkan peran pentingnya melalui proses penegakan hukum, mengawal dan mengamankan keberhasilannya..

Untuk itu, hendaknya kita semua memiliki pandangan yang sama , setidaknya atas 3 (tiga) hal penting dan besar yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pertama, pentingnya komitmen dan konsistensi seluruh insan Adhyaksa untuk meningkatkan kompetensi, sikap pro aktif, mendorong optimalisasi dan produktivitas berkenaan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab yang diemban, agar mampu berkontribusi positif dan maksimal sebagai bentuk pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kedua, pentingnya membangun jati diri sebagai aparat penegak hukum dengan pola pikir terbuka , progresif dan visioner memandang jauh kedepan, mampu melakukan perubahan paradigma, menyesuaikan diri dengan setiap dinamika perkembangan, dengan tetap memperhatikan dan berjalan diatas koridor hukum sebagai dasar acuannya. Dengan demikian  kita akan lebih percaya  untuk mampu membuat inovasi melakukan berbagai terobosan dan tidak hanya bertahan di zona nyaman yang selama ini disinyalir menjadi tantangan terbesar bagi terciptanya organisasi adaptif yang lincah dan agile merespon ekspektasi dan kemajuan zaman, memahami dinamika kebutuhan pembangunan nasional, dan menyelami aspirasi masyarakat, yang kesemuanya menuntut jawaban dan pemenuhan.

Ketiga, Kejaksaan sebagai sebuah lembaga penegak hukum yang memiliki lebih dari 400 satuan kerja tersebar di seluruh wilayah, melalui berbagai program kerja dan kegiatan yang dilakukan harus mampu memposisikan diri  menjadi sumber inspirasi , pendorong semangat kebangsaan, rasa nasionalisme dan sikap  patriotisme membela tanah air dikalangan masyarakat,  yang dalam pemikiran, sikap dan tindakannya lebih mengutamakan kepentingan nasional dan keutuhan negeri.   Dengan memiliki semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme itulah, segala bentuk keberagaman yang menyimpan berbagai perbedaan akan dapat dikelola dan dikemas dalam bingkai persatuan dan kesatuan yang menjadi modal dasar bagi akselerasi pembangunan.

Saudara-saudara segenap Keluarga Besar Adhyaksa yang saya cintai dan banggakan,

Di era pemerintahan sekarang  ini, dapat disaksikan bahwa masalah infrastruktur mendapat fokus penekanan yang semata-mata lebih dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan dan meletakkan dasar bagi pelaksanaan  aktivitas pembangunan nasional selanjutnya. Konektifitas  hubungan antar wilayah dan daerah diharapkan akan mempercepat dan mempermudah hubungan komunikasi kemajuan dan peradaban satu sama lain. Manfaat atas pilihan kebijakan dan keputusan seperti itu mulai  dapat dirasakan dengan terjadinya trend peningkatan pertumbuhan ekonomi, dikuti tingkat inflasi yang lebih terkendali , menurunnya angka kemiskinan dan kesenjangan sosial yang kian berhasil ditekan dan dikurangi.  Kenyataan itu menjadi bukti bahwa strategi tahapan pembangunan yang selama ini dilakukan Pemerintah bukan sebatas hanya berupa  problem solving tetapi juga upaya yang bersifat visioner, memandang jauh ke masa depan.

Atas dasar itulah, maka kita berkewajiban memahami, menjabarkan dan menyelaraskan diri dengan visi Indonesia Maju di mana  pembangunan infrastruktur disamping membangun sumberdaya manusia, akan tetap menjadi salah satu fokus untuk dilanjutkan dan dipercepat pelaksanaannya.  Sejalan dengan itu , maka jajaran Kejaksaan harus siap mendukung terlaksananya keputusan dan kebijakan yang ada.  Secara konsisten tetap melanjutkan program kegiatan pendampingan, pengawalan dan pengamanan atas proyek pembangunan strategis nasional supaya berjalan dengan baik, lancar, mencegah terjadinya penyimpangan dan  semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Disisi lain, menghadapi  kondisi dunia saat ini yang diwarnai dengan kerasnya persaingan global, antar negara dan antar bangsa yang cenderung semakin meningkat,  beragam dan komplek, semuanya dapat berubah dengan cepat yang dapat membawa resiko terganggunya pemenuhan kepentingan nasional, maka keberhasilan pembangunan infrastruktur yang telah  diraih  haruslah diimbangi pula dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di kancah internasional. Oleh karena itulah maka titik berat pembangunan sumber daya manusia pada periode mendatang yang juga mendapat prioritas penekanan adalah merupakan sebuah keputusan yang tepat, mengingat kehadiran manusia Indonesia yang berkualitas dan unggul, menguasai segala bidang keahlian menjadi sebuah keniscayaan bagi cepat terwujudnya mimpi besar Indonesia yang maju, terhormat, kuat, berdaulat dan bermartabat.

Dalam hal ini pulalah  Kejaksaan RI tidak boleh ketinggalan, berdiam diri, larut dalam rutinitas dan hanya menjadi penonton.   Tetapi harus memandang upaya peningkatan kualitas diri dan segenap personilnya sebagai focal point,  karena pembangunan SDM adalah merupakan hal penting dan utama sekaligus investasi jangka panjang untuk menjaga eksistensi dan kemajuan institusi. Oleh karenanya, kita memandang betapa pentingnya roadmap pengembangan SDM yang komprehensif, holistik dan jelas, applicable dan tidak mengawang-awang yang hanya akan berakhir dalam  wacana.

Keberadaan peta jalan yang harus pula ditunjang oleh penelitian untuk dikembangkan, supaya tidak berkutat pada apa yang sudah dianggap sebagai kebiasaan dan akan berlangsung dengan sendirinya secara rutin, melainkan harus mampu mencari dan menemukan model, cara dan nilai-nilai baru,  solusi  untuk menyelesaikan masalah, meski kadangkala harus keluar dari apa yang sebelumnya dianggap baku, tetapi ternyata tidak lagi valid dan relevan dengan perkara dan persoalan yang ada. Inovasi dan upaya yang dilakukan   untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik sebagai penjabaran dan pengamalan doktrin Tri Krama Adhyaksa.

 Hal lain, pengembangan kompetensi yang mampu mendorong terciptanya keseimbangan antara hard skill dan soft skill, untuk mewujudkan SDM Kejaksaan yang memiliki intelegensia dan kemampuan leadership, keteguhan hati tentang   perlunya menjaga integritas diri dan disiplin tinggi,  kegigihan, keuletan untuk dapat bekerja sama, berkoordinasi dan bersinergi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri juga penting dilakukan.

Segenap Warga Adhyaksa yang Saya Banggakan,

Di tengah upaya pembaharuan dan pembangunan hukum yang sangat diperlukan, tidak dapat dipungkiri tentang masih terdapat begitu banyaknya permasalahan dengan adanya kenyataan terdapat banyaknya peraturan perundang-undangan dan regulasi yang belum semuanya sejalan bahkan saling tumpang tindih, tidak harmonis, tidak sistematis bahkan adakalanya saling bertentangan. Yang dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi,  kondisi seperti ini akan menjadi penyebab timbulnya ketidakpastian hukum hingga pada akhirnya dapat mempengaruhi dan berpotensi mendistorsi suasana dan iklim  berusaha yang berimplikasi negatif terhadap upaya pemerintah untuk seluas-luasnya mengundang investas.

Dengan adanya fenomena tersebut, Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum harus mampu turut serta   membangun keyakinan dunia usaha, para pelaku ekonomi, dan masyarakat bahwa persoalan kepastian hukum selalu mendapat perhatian dan perbaikan, sehingga tidak perlu terlalu dkhawatirkan akan menghalangi dan menyulitkan usaha dan investasi yang akandijalankannya.  Harus pula dipastikan bahwa setiap tindakan dan kebijakan penegakan hukum yang  di lakukan sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan yang benar, memperhatikan outcome dan dampak yang kemungkinan timbul yang dapat memberi pengaruh negatip  terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.

 Utamakan upaya pencegahan agar melalui pendekatan sedemikian akan mampu menciptakan suasana kondusif bagi para pelaksana pembangunan, pelaku bisnis dan usaha, serta para pemangku kepentingan, karena berkat terciptanya ketenangan, berkurang dan hilangnya rasa kekhawatiran serta keragu-raguan akan meningkatkan kepercayaan dan keinginan untuk  melakukan investasi, kegiatan dan pekerjaan.

Segenap Jajaran Kejaksaan dan Insan Adhyaksa dimanapun berada yang saya cintai dan banggakan,

Masih ada hal penting lain yang perlu mendapat prioritas perhatian kita bersama,  adalah menjaga keberlanjutan Reformasi Birokrasi sebagai masalah prinsip, yang tidak boleh berhenti dilakukan. Karena disamping kelengkapan sarana prasarana dan SDM yang memadai dan mumpuni, ternyata kemauan, komitmen dan upaya melakukan perubahan juga menjadi salah satu faktor penting bagi kemajuan dan terjaganya eksistensi penguatan sebuah organisasi. Oleh karenanya, saya mengajak agar upaya perbaikan, pembenahan dan perobahan tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan. Penataan internal terhadap sistem penyelenggaraan penegakan hukum dan pelayanan publik, termasuk didalamnya revolusi mental dan pola pikir harus tetap terus djalankan.

Untuk itu dalam kesempatan ini, apresiasi diberikan kepada satuan kerja-satuan kerja Kejagung, Kejati dan Kejari  yang telah berhasil melakukan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Saya berharap agar predikat tersebut mampu dipertahankan dan dibuktikan  bahwa apa yang dilakukan bukan sekedar bersifat artifisial atau lip service, melainkan benar-benar merupakan perubahaan, pembenahan substantif dan konsistensi upaya meningkatkan kinerja berujung pada peningkatan  kwantitas dan kwalitas pelayanan publik. Di samping agar dapat menjadi role model yang mampu memberikan motivasi, mendorong dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh satuan kerja lainnya untuk mengikuti jejak dan segera menerapkan hal serupa bahkan dengan lebih baik.

Di samping itu, saya juga menghimbau pentingnya sebuah komitmen dalam pengelolaan anggaran dan keuangan negara agar setiap rupiah dana yang tersedia dipergunakan secara tepat, transparan dan tertib. Tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan. Semuanya harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar. Dan manakala masih ditemukan kekurangan dan kekeliruan harus segera dilakukan perbaikan, penertiban  dan penyempurnaan. Dengan kesadaran dan cara tersebut, kita semua yakin dan percaya akan mampu mempertahankan untuk mendapatkan terus predikat penilaian  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seperti yang telah berhasil kita raih selama 3 (tiga) tahun berturut-turut selama ini.

Bapak Ibu, para Hadirin, Undangan dan Segenap Warga Adhyaksa yang Saya hormati,

Perlu pula menjadi pemikiran bersama bahwa dalam perjalanan kehidupan demokrasi ketatanegaraan, tidak jarang bangsa kita dihadapkan pada berbagai peristiwa  permasalahan yang cukup kompleks dan kronis  yang tidak  jarang  telah menimbulkan pertentangan, ketegangan, polarisasi, bahkan berpotensi terjadinya perpecahan, sebagai ekses adanya perbedaan kepentingan dan pilihan dalam praktek kehidupan berpolitik yang  saling berhadapan.

Kenyataan akan keberagaman, kebinekaan dan kemajemukan, yang semestinya  dimaknai sebagai sebuah anugerah  dan  modal untuk mengejar ketertinggalan guna meraih keunggulan dan kemajuan  manakala mau dan mampu mengelola, merajut dan  menyatukannya dengan baik yang niscaya akan menjadi sebuah kelebihan dan kekuatan berharga yang hebat,  justru masih selalu dipersoalkan dan dipertentangkan.

Oleh karenanya, kepada seluruh jajaran Kejaksaan dimanapun, dan dalam kapasitas, kedudukan serta posisi apapun, saya serukan dan perintahkan agar dapat  meningkatkan peran aktif, berkontribusi merawat kehidupan demokrasi, demi menjaga tetap kokohnya landasan dasar negara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, terawatnya kebinekaan dalam semangat kekitaan , kesatuan dan persatuan bagi tetap tegak dan utuhnya NKRI.

Segenap Insan Adhyaksa yang Saya Cintai dan Banggakan

Dalam kesempatan ini, apresiasi dan penghargaan patut juga diberikan kepada jajaran Adhyaksa yang telah bekerja keras tidak mengenal lelah melakukan segenap upaya mengharumkan citra dan martabat lembaga.  Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan berkenaan tugas pokok dan fungsi selaku penegak hukum maupun  kegiatan lain yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat secara keseluruhan, telah berhasil meraih berbagai prestasi  yang cukup membanggakan. Sesuatu yang patut disyukuri, namun tidak harus terbuai menjadikan kita cepat puas, berhenti berbuat  dan lupa diri.

Walau sangat disayangkan bahwa disisi lain yang berbeda, masih juga terjadi peristiwa dan kejadian yang kembali telah mengganggu dan mencederai upaya perbaikan yang tiada hentikita lakukan bersama selama ini. Dengan masih adanya  beberapa oknum di lingkungan kita  yang belum sepenuhnya beranjak dari paradigma lama, masih saja membiasakan dirinya gemar menyalahgunakan  kewenangan, bertindak dan bertingkah laku tidak terpuji dan tercela, bahkan melakukan perbuatan pidana yang berujung pada proses hukum yang harus dihadapinya. Berkenaan dengan itu maka tidak pernah bosan,  saya akan selalu dan terus mengingatkan kepada segenap insan Adhyaksa agar benar-benar mampu   menjaga integritas dan disiplin diri baik dalam melaksanakan tugas kedinasan maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Segenap Warga Adhyaksa yang Saya Banggakan,

Akhirnya, untuk agar dipedomani dan dilaksanakan sebagai petunjuk arah dan acuan bagi segenap jajaran, dengan ini saya sampaikan Perintah Harian, sebagai berikut :

  1. TINGKATKAN PROFESIONALITAS, KEMAMPUAN PERORANGAN DAN SATUAN, SEBAGAI  BEKAL MENGANTISIPASI, MENANGANI DAN MENUNTASKAN SETIAP MASALAH DAN TUGAS YANG AKAN DAN SEDANG 
  2. PUPUK SEMANGAT SOLIDARITAS, MAMPU BEKERJA SAMA, BERKOORDINASI DAN BERSINERGI, MEMEGANG TEGUH PRINSIP DAN JATI DIRI AGAR TETAP TERJAGA DAN DIJUNJUNG TINGGI.
  3. TINGKATKAN KEBERANIAN DAN KEJUJURAN MENYADARI KEKURANGAN DAN KESALAHAN DIRI DISERTAI KEPEKAAN CEPAT MELAKUKAN LANGKAH PERBAIKAN DAN KOREKSI.
  4. KUKUHKAN JIWA KORSA, LANDASAN UTAMA KEBERSAMAAN INSAN ADHYAKSA YANG SALING MENDUKUNG, MENJAGA, MENGINGATKAN DAN MENGUATKAN SEBAGAI PENOPANG EKSISTENSI, KEBANGGAN, MARTABAT DAN HARGA DIRI PROFESI BAGI TETAP TEGAKNYA      
  5. PERSIAPKAN DIRI UNTUK MENGABDI DAN BEKERJA SEPENUH HATI DEMI KEMAJUAN, KEUNGGULAN. DAN KEUTUHAN NEGERI.

 

Warga Adhyaksa yang Saya Cintai

Akhirnya, selaku Pimpinan Kejaksaan, saya ucapkan selamat disertai doa dan asa, semoga segenap Keluarga Besar Korps Adhyaksa, sepanjang  perjalanan usia,  dalam memenuhi panggilan tugas dan pengabdianya kepada masyarakat, bangsa dan negara akan selalu berada dibawah lindungan dan  bimbingan, mendapat ridha, rahmat dan kekuatan  dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.  Amin.

Dirgahayu Kejaksaan Republik Indonesia, Dirgahayu Korps Adhyaksa”

Sekian dan terima kasih.

 

Wabilahitaufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Om Santi Santi Santi Om.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

HM. PRASETYO

 

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id