Senin, 23 September 2019

AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN, DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN AGUNG RI

 Jakarta, 4 Juli 2019

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang saya hormati:

  • Ketua Komisi Kejaksaan RI, beserta jajarannya;
  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Para Staf Ahli Jaksa Agung RI, dan Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan;
  • Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta;
  • Para Pejabat Eselon II dan Eselon III di Lingkungan Kejaksaan Agung RI;
  • Ibu Ketua Umum, segenap Pengurus dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Daerah;
  • Para Undangan dan Hadirin sekalian yang berbahagia.                                                           

Mengawali acara ini marilah kita mensyukuri segala nikmat dan karunia Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang selalu memberikan perlindungan, bimbingan dan kekuatan kepada kita semua sehingga pada hari-hari terakhir yang diwarnai hingar bingar pemberitaan di sementara media yang telah mengundang berbagai persepsi, spikulasi bahkan stigma dan anggapan yang kembali mengganggu citra lembaga kita  ini,   yang walau tidak sepenuhnya benar bahkan cenderung ada yang tendensius, telah mendorong semangat dan menjaga ketegaran kita untuk harus tetap tegak berdiri , menatap dan melangkah kedepan demi membangun Korps yang semakin baik dan besar karena  ditopang sikap dan integritas tinggi dari manusia-manusia didalamnya. Sebuah peristiwa dan  kenyataan tidak menggembirakan yang sedang kita hadapi, semata hanya karena adanya perbuatan tidak terpuji dilakukan beberapa oknum dilingkungan kita ,  harus kita maknai sebagai peringatan,   pelajaran berharga dan ujian akhir agar untuk selanjutnya segenap insan Adhyaksa benar-benar mampu menjaga dan menjauhkan diri dari melakukan perbuatan tercela yang  dapat menyakitkan hati kita bersama. Sebagaimana ungkapan “Karena nila setitik telah merusak susu sebelanga”  Karena kesalahan yang dilakukan oleh sesorang telah menggenalisir semuanya.

Rasa syukur pula bahwa   kita masih memiliki kesempatan dapat menyelenggarakan prosesi pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan beberapa  Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan RI. dalam semangat dan suasana kebersamaan ini.

Hadirin dan pejabat baru yang dilantik, yang saya hormati,   

Sudah seringkali saya nyatakan bahwa, pengangkatan, penempatan, pengisian, dan alih tugas pejabat di lingkungan Kejaksaan yang dilakukan selama ini , adalah merupakan kebijakan organisasi sebagai bentuk dan upaya  penataan, pembenahan, perbaikan, penyempurnaan yang akan dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan dalam rangka pembinaan karier, penambahan wawasan, pengalaman dan kemampuan disamping sudah barang tentu  demi menjaga dan meningkatkan kinerja organisasi kita. Sebagai sebuah kebutuhan untuk menjawab tuntutan, antara lain demikian komplek dan beragamnya tantangan serta dinamika permasalahan yang kemungkinan harus dihadapi dalam setiap  penugasan, yang niscaya membutuhkan pula penyegaran melalui pergerakan personil dari satu penugasan ke penugasan lain dan dari satu daerah ke daerah lain.

Berkenaan hal tersebut, maka penempatan seseorang dalam berbagai tempat dan jabatan dipastikan akan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman yang lebih utuh, luas dan komprehensif, yang dengan demikian akan mampu mengemban tugas, menyelesaikan setiap masalah dan persoalan dengan tepat, benar dan baik, menjaga dan memenuhi amanah dan tanggung jawab  yang telah dipercayakan  kepadanya.

Saudara-saudara sekalian, Insan Adhyaksa yang saya banggakan,

Kita harus sepenuhnya menyadari bahwa dalam proses penegakan hukum maka peran dan posisi penegak hukum merupakan faktor yang penting dan menentukan dalam mewujudkan keadilan, kebenaran dan kepastian, sebagai penegasan dari cita-cita hukum yang harus pula memberi kemanfaatan. Melalui pemahaman betapa pentingnya peranan penegak hukum itu, maka eksistensi keberadaan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan tidak hanya dituntut untuk sekedar harus mampu melaksanakan dan menjabarkan fungsi, tugas, dan kewenangannya dengan begitu saja, tetapi selain itu  harus mampu pula membentuk profil, pribadi, kwalitas dan jati dirinya sebagai pilar penyangga yang kokoh dan kuat yang dapat dipercaya untuk menjamin dan memastikan bahwa penegakan hukum akan berjalan sesuai asas, kaidah, norma, dan koridor hukum dengan baik dan benar.(on the right track).

Sejalan dengan itu, maka sudah sepatutnya semua pihak memahami bahwa setiap pekerjaan, tindakan, dan segala aktifitas aparat penegak hukum dalam proses penegakan hukum, tidak terperangkap rutinitas, berpandangan  konvensional yang  menganggap pelaksanaan tugas, tanggung jawab yang melekat pada kewenangannya sebagai business as usual, dimana ketika kejahatan marak terjadi,  barulah sibuk bertindak,  layaknya pemadam kebakaran yang baru akan berbuat dan  bekerja ketika peristiwanya sudah terjadi. Bagi penegak hukum yang baik, tidak kalah penting harus dilakukan adalah menjaga dan mencegah bagaimana agar peristiwa dan tindak pidana tidak terjadi disamping bagaimana agar proses penegakan hukum penindakan berjalan secara paralel sekaligus diarahkan tentang bagaimana pula membangun kesadaran hukum  masyarakat.(legal consciousness)

Pemahaman tentang betapa pentingnya membangun masyarakat yang sadar akan hukum, kita yakini senada dengan upaya menggerakkan dan menumbuhkembangkan kesadaran untuk menaati dan mematuhi hukum (legal obedience), suatu kondisi dimana masing-masing individu bersedia secara sukarela menundukkan diri pada aturan yang berlaku sebagai sebuah konsekuensi hidup bersama di tengah ragam dan berbagai macam kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat.

Disini  dapat dinyatakan bahwa ketaatan hukum merupakan buah yang jatuh dari pohon kesadaran hukum yang baik. Ditanam melalui praktik penegakan hukum yang tercermin dan bergantung pada sikap, tindakan dan peri laku aparaturnya terkait profesionalisme, integritas, dan ketaatannya pada aturan yang mesti ditegakkannya. Menjadikannya faktor penting yang diperlukan untuk mendorong, mempengaruhi tumbuh kembangnya kesadaran, kepatuhan, dan ketaatan warga masyarakat, yang pada gilirannya akan membawa pengaruh positip bagi terwujudnya ketertiban dan kebaikan.

Hadirin sekalian,

Dalam pelaksanaannya tidak sedikit keberhasilan penegakan hukum yang dicapai, namun pada realitasnya sorotan tajam dan tudingan miring tetap saja muncul ditujukan kepada institusi penegak hukum. Hal mana dapat kita lihat pada situasi yang selalu mengemuka, bahwa ketika aparat penegak hukum berusaha bekerja secara cepat, responsif, dan profesional merujuk pada fakta-fakta yang berkesesuaian dengan bukti-bukti yang ada, masih saja ada pihak-pihak yang menuduh bahwa keseluruhan upaya penegakkan hukum yang dilakukan dianggap tidak lebih sebagai sekadar tindakan reaktif yang didasarkan pada kehendak untuk melakukan “kriminalisasi” politisasi danlain sebagainya.

Bahkan tidak jarang opini masyarakat digiring untuk memengaruhi objektivitas dan independensi para penegak hukum. Mobilisasi massa dalam jumlah yang massif berupaya mendelegitimasi peran lembaga penegak hukum dengan memunculkan narasi seruan ketidakpercayaan bahwa tindakan apa yang dilakukan aparat penegak hukum adalah  sebagai bagian dan sikap keberpihakan membela rezim   dan merupakan perpanjangan tangan dari kepentingan penguasa.

Tuduhan-tuduhan yang tidak hanya untuk mendiskreditkan proses penegakkan hukum yang telah sesuai tahapan, mekanisme, dan prosedur yang benar, tetapi dibalik itu sesungguhnya lebih dimaksudkan untuk mengganggu dan menghalangi bahkan menggagalkannya , dengan cara melontarkan cerita, prasangka dan isue-isue  yang jauh dari kenyataan.

Meski secara jujur harus juga diakui bahwa ternyata memang masih ada saja  oknum penegak hukum yang bermental korup melakukan kecurangan, menyalah gunakan kewenangan dan melalkukan bergagai tindak terpuji, praktek-praktek penyimpangan bahkan pelanggaran hukum yang pada akhirnya telah menggenalisir dan menguatkan kebenaran anggapan tentang stigma dan penilaian negatip tentang penegakan  hukum yang hanya karena adanya sikap dan perilaku beberapa oknum,  telah mencoreng, meruntuhkan kepercayaan dan memberikan gambaran buruk terhadap wajah  penegak hukum secara keseluruhan.

Peristiwa Tangkap Tangan atas beberapa jaksa yang terjadi belakangan ini, menjadi bukti nyata tentang masih adanya  oknum dilingkungan kita yang tidak memiliki integritas tinggi dengan  masih belum sepenuhnya mau meninggalkan paradigma jelek, membiasakan diri melakukan praktik tidak terpuji yang pada gilirannya hanya akan menciderai institusi dan korps Adhyaksa yang selama ini dengan penuh kesungguhan dan dengan susah payah berusaha kita jaga dan kita bangun.

Karenanya kembali perlu saya ingatkan dan tegaskan untuk disadari bersama agar segala bentuk sikap perilaku dan perbuatan yang dapat mengakibatkan rusaknya kepercayaan, gambaran dan penilaian yang cenderung akan semakin meruntuhkan kepercayaan masyarakat seperti itu harus segera ditinggalkan dan dihentikan.

Sebab  hal itu niscaya harus dilakukan sebagai persoalan penting untuk menjaga marwah dan martabat hukum dan penegak hukum Kejaksaan, agar kembali dipercaya. Dan itu semua sangat erat kaitannya dengan masalah integritas.

Oleh sebab itu sangat benar adanya pendapat  yang menyatakan bahwa integrity is the key to understanding legal practice.” Dan tidak berlebihan pula jika integritas dianggap merupakan kunci dan prasyarat utama yang harus dipenuhi dan dipegang teguh terlebih dahulu oleh segenap aparat penegak hukum guna terwujudnya penerapan, langkah, tindakan  dan keputusan  yang pasti, benar dan adil sebagaimana yang diharapkan semua pihak.

Sejalan dengan hal itu maka harus semakin ditanamkan sebagai sebuah etikad, moral dan kesadaran dalam diri segenap insan penegak hukum,    bahwa: proses penegakan hukum yang baik dan benar hanya akan terwujud bila masalah integritas dianggap keutamaan dan dijadikan landas pijakannya.

Berkenaan dengan itulah maka , mengapa selama ini saya tidak pernah bosan mengingatkan agar keluhuran dan kemurnian integritas diri perlu bersama-sama dijaga  agar citra institusi dan kebaikan diri sendiri tetap terawat dan terjaga.

Bapak, Ibu, hadirin dan para pejabat yang baru dilantik, yang saya hormati,

Selain dari beberapa hal yang telah saya kemukakan, maka pada kesempatan ini kepada para pejabat  khususnya kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru saja dilantik dan mengucapkan sumpah, agar mampu mengawasi dan mengendalikan   Penanganan dan penyelesaian serta penuntasan semua masalah dan perkara diwilayah masing-masing  dengan sungguh-sungguh,  selalu memegang teguh nilai-nilai kejujuran, kebaikan, dan realitas kebenaran, mengedepankan sifat dan sikap yang mencerminkan integritas, kapasitas dan profesionalitas segenap jajarannya.

Untuk itu, maka pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengawasan melekat menjadi sangat penting agar lebih ditingkatkan, mencegah terjadinya peluang pelanggaran dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan disemua bidang dan urusan , untuk memastikan bahwa komitmen diberlakukannya Zona Integritas (ZI) dan pernyataan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)  pada setiap satuan kerja benar-benar terselenggara dengan baik dan diwujudkan.

Sedangkan kepada para pejabat yang baru masuk kembali   di lingkungan Kejaksaan Agung, hendaknya segera  mengenali, memahami dan mengerti apa yang menjadi lingkup tugas yang akan dijalankan dan dihadapi. Yang dengan bekal pengalaman dan kemampuan serta berbagai posisi dan tempat penugasan yang telah dilalui  selama ini  saya yakin semuanya akan dengan cepat dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan mudah dan baik, hal  mana akan membantu  pimpinan saat harus membuat kesimpulan, menetapkan kebijakan dan membuat keputusan yang benar dan tepat berkenaan masalah dan persoalan yang sedang dihadapi dan diselesaikan. Bahwa untuk itu, inisiatif memberikan saran, pendapat, sumbangan pemikiran, ide, konsep dan gagasan sangat dibutuhkan.

Hadirin dan saudara-saudara sekalian para pejabat lama dan yang baru dilantik,

Mengakhiri sambutan ini, saya juga tetap ingin mengingatkan bahwa setiap alih tugas, mutasi dan promosi ditandaindengan diselenggarakannya prosesi dan acara pelantikan, penyumpahan dan serah terima seperti sekarang ini, hendaknya tidak sekadar dipandang sebagai sebuah rutinitas dan kegiatan seremonial belaka, tapi lebih dari itu harus dianggap sebagai pengingat bahwa tugas maupun jabatan yang diterima dan diserahkan adalah merupakan sebuah kepercayaan yang membawa konsekuensi tanggung jawab untuk diemban dan dilaksanakan  sebagai sebuah amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik, diimbangi dengan kerja keras penuh kesungguhan, ketulusan, keikhlasan, kecintaan dan kejujuran agar tidak ternodai dan dicederai.

Bagi kita, sebuah jabatan, kewenangan dan kedudukan apapun dan dimanapun, hendaknya diniatkan sebagai kesempatan baik, terhormat  dan berharga, menjadikannya sebagai ladang pengabdian untuk melakukan sesuatu dan berbuat yang terbaik supaya berbuah manis, penegakkan hukum yang memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Akhirnya, atas nama pribadi maupun Pimpinan Kejaksaan, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat Esselon Ii dan para Kajati baru atas tugas dan jabatan baru yang baru saja  diterima.  Penempatan, posisi  dan jabatan baru kali ini diharapkan akan semakin meningkatkan pematangan diri, pengayaan pengalaman dan menambah wawasan dan kemampuan menyongsong penugasan lain berikutnya dimasa-masa mendatang.

Sementara itu, berkenaan tugas, tanggung jawab dan pekerjaan dalam jabatan dan posisi sebelumnya, yang telah saudara-saudara emban dan laksanakan dengan baik dan penuh pengabdian selama ini,  saya juga mengucapkan terima kasih, apresiasi dan penghargaan.

Ucapan terimakasih dan penghargaan yang sama juga saya sampaikan kepada ibu-ibu, para, isteri yang dengan penuh ketulusan, kesabaran dan keikhlasan dengan setia telah mendampingi dan menjaga pasangannya selama bertugas.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wata’ala, senantiasa memberikan kekuatan iman, petunjuk, bimbingan dan mencurahkan semua yang terbaik kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

Sekian dan terima kasih.

 

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Om santi santi santi om,

Namo buddhaya,

Salam Kebajikan.      

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 HM. PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id