Jum'at, 10 April 2020

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM,
ASSALAAMU'ALAIKUM  WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

BAPAK-BAPAK DAN IBU-IBU SERTA HADIRIN YANG BERBAHAGIA,

ALHAMDULILLAHI ROBBILALAMIIN, KITA PANJATKAN PUJI DAN SYUKUR KEHADIRAT ILAHI, KARENA HANYA ATAS RAHMAT DAN RIDHO-NYA, PADA HARI INI KITA DAPAT HADIR BERSAMA DI TEMPAT INI DALAM KEADAAN SEHAT WAL AFIAT, UNTUK MEMPERINGATI PERISTIWA ISRA’ DAN MI’RAJ NABI MUHAMMAD SALALLAHU ALAIHI WASSALAM.
PENYELENGGARAAN ACARA PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ, DIMAKSUDKAN UNTUK TERUS MEMPERKUAT DAN MENINGKATKAN IMAN DAN TAQWA KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA. PERINGATAN HARI BESAR KEAGAMAAN SEPERTI INI, HENDAKNYA BUKANLAH BERSIFAT SEREMONIAL, TETAPI YANG LEBIH PENTING ADALAH UNTUK MENDALAMI SERTA MEGHAYATI MAKNA HAKIKI DARI PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ DAN KETAULADANAN NABI MUHAMMAD SALALLAHU ALAIHI WASSALAM DALAM PENGAMALAN PERINTAH ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT.

HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
SEBAGAIMANA KITA KETAHUI, BULAN RAJAB ADALAH BULAN YANG MULIA, YAITU BULAN DIMANA NABI MUHAMMAD SALALLAHU ALAIHI WASSALAM DI ISRA’KAN DAN DI MI’RAJKAN LIMA BELAS ABAD YANG SILAM, DALAM WAKTU TIDAK LEBIH  DARI SATU MALAM, UNTUK MENERIMA PERINTAH SHALAT LIMA WAKTU DARI ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA. OLEH KARENA ITU, KITA HARUS TERUS MENYADARI PENTINGNYA IBADAH SHALAT UNTUK DILAKSANAKAN SECARA IKHLAS DAN KHUSYUK, SEBAGAI BUKTI KETAQWAAN KITA KEPADA SANG MAHA PENCIPTA.
MAKNA PENTING YANG TERKANDUNG DALAM SHALAT ANTARA LAIN TERWUJUDNYA KEBAIKAN DAN MENCEGAH SESEORANG DARI PERBUATAN BURUK DAN MUNGKAR. HAL TERSEBUT BISA DIWUJUDKAN, MANAKALA SHALAT KITA, TIDAK HANYA CUKUP DILAKSANAKAN DALAM ARTI SEBAGAI RUTINITAS KEWAJIBAN BELAKA, AKAN TETAPI SEHARUSNYA PELAKSANAAN SHALAT TERUS DITINGKATKAN SEHINGGA MENCAPAI PADA KEDALAMAN MAKNAWI “MENDIRIKAN SHALAT,” YAITU MENGERJAKAN SHALAT, KEMUDIAN BENAR-BENAR MENGAKTUALISASI-KAN MAKNA SHALAT ITU KEDALAM REALITAS PERILAKU DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG SAYA HORMATI,
PERINGATAN ISRA’ DAN MI’RAJ INI, HENDAKNYA DIJADIKAN MOMENTUM BAGI APARAT KEJAKSAAN UNTUK DAPAT MENDAYAGUNAKAN MAKNA ”MENDIRIKAN SHALAT” SEBAGAIMANA YANG SAYA MAKSUDKAN TERSEBUT DI ATAS, MENJADI PENDORONG UTAMA DI DALAM MEMBANGKITKAN SEMANGAT DAN TEKAD PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI KEJAKSAAN, YANG INSYA ALLAH AKAN MEMBERIKAN PENGARUH POSITIF DALAM PELAKSANAAN TUGAS, WEWENANG DAN MISI PENEGAKAN HUKUM. PENYELENGGARAAN TUGAS DAN WEWENANG HARUS DILAKSANAKAN DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB, JUJUR DAN IKHLAS, TIDAK HANYA KEPADA DIRI SENDIRI, NAMUN JUGA TERHADAP SESAMA MANUSIA DAN TERUTAMA TERHADAP ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.
SEBELUM MENGAKHIRI SAMBUTAN INI, SAYA MENGHARAPKAN, MELALUI HIKMAH ISRA’ MI’RAJ, SEGENAP APARAT KEJAKSAAN DAPAT MEMENUHI HARAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PENEGAKAN HUKUM YANG BERDASARKAN KEBENARAN DAN KEADILAN, SEHINGGA WIBAWA DAN CITRA KEJAKSAAN SEMAKIN MENINGKAT.
MARILAH KITA TINGKATKAN IBADAH KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA,  DAN KITA TINGKATKAN PULA KINERJA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA. SEMOGA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA SENANTIASA MEMBERIKAN PERTOLONGAN DAN RIDHO-NYA KEPADA KITA SEMUA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH.

WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKATUH.

                                                                                             

                                                                                       JAKARTA, 28 JULI 2009
                                                                       JAKSA AGUNG REPUBLIK  INDONESIA


                                                                                       HENDARMAN SUPANDJI

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id