Sabtu, 4 April 2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

Yang Saya Hormati:

  • Komisioner Komisi Kejaksaan R.I. ;
  • Wakil Jaksa Agung R.I.;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan R.I., para Staf Ahli Jaksa Agung R.I., dan Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan R.I.;
  • Para Pejabat Eselon II dan Eselon III di lingkungan Badan Diklat dan Kejaksaan Agung R.I.;
  • Para Pengajar dan Widyaiswara;
  • Para Jaksa Angkatan LXXV (75) Tahun 2018 yang saya cintai dan saya banggakan, serta;
  • Hadirin yang berbahagia.

 

Pertama-tama marilah kita mensyukuri rahmat dan karunia Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa yang selalu dicurahkan kepada kita, sehingga pada hari ini dapat menyelenggarakan acara wisuda, penyumpahan dan pelantikan Jaksa-Jaksa baru, menandai paripurnanya Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXV (75) Tahun 2018 ini.

Kehadiran para Jaksa baru yang kali ini berjumlah 42 (empat puluh dua) orang tentunya menyimpan harapan, telah lahir dan bertambahnya Insan Adhyaksa, yang dihari-hari mendatang akanmemperkuat penegakan hukum yang pada saatnya kelak juga diharapkan menjadikan cukup tersedianya calon penerus estafet kepemimpinan yang mampu menjaga eksistensi kebesaran dan kejayaan institusi Kejaksaan yang dapat dibanggakan.

Untuk itu saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang telah berhasil dengan baik mengikuti seluruh kegiatan selama menjalani proses pendidikan dan pelatihan dari awal hingga akhir, dengan penuh semangat, ketekunan, kegigihan dan kesungguhan, disertai kemauan dan kehendak menanamkan sikap, perilaku dan kepribadian yang kokoh, sejalan kesadaran bersama untuk memperkuat terbangunnya landasan disiplin dan integritas yang tinggi, yang dengan bekal diri seperti itu, pada hari ini saudara dinyatakan layak untuk menyandang profesi terhormat dan sangat terhormat, sebagai seorang Jaksa.

 

Para Jaksa baru yang saya banggakan,

Perlu kalian sadari bahwa status baru yang kalian raih dan sandang sejak saat ini, mengandung makna, arti dan nilai yang sedemikian tinggi dan mulia, meski disisi bersamaan juga menyimpan beban tanggung jawab yang tidak ringan. Karena tugas, fungsi dan kewenangan yang dimiliki oleh seorang Jaksa yang begitu luas dan besar, diawali dan melekat didalamnya sumpah, komitmen moral dan janji luhur yang meletakkan kewajiban untuk harus selalu menjaga ahlak, etika, dan sikap mental terpuji sebagaimana yang telah kalian ucapkan bersama tadi. Sehingga ibarat dua sisi dari mata uang yang sama, keduanya harus tetap dirawat dan dipelihara dengan baik, agar tidak tercederai dengan noda sekecil apapun yang dapat merusak  harkat dan martabat profesi Jaksa secara keseluruhan.

Mengapa demikian? Hal tersebut tiada lain adalah merupakan jawaban dan konsekwensi dari sebuah tekad dan pernyataan peneguhan diri bahwa Jaksa itu adalah Satu dan tidak dapat dipisah-pisahkan, “een en ondelbaar”.  Terlebih profesi Jaksa memiliki cakupan tugas dan kewenangan yang secara langsung bersinggungan dengan hak azasi dan kepentingan yang demikian mendasar dari masyarakat, khususnya para pencari keadilan.

Untuk itulah perlunya selalu diingat bahwa amanah yang diemban harus dilaksanakan dan dijaga dengan penuh kearifan untuk memastikan terpenuhinya tuntutan pertanggungjawaban moral (moral responsibility), pertanggungjawaban keilmuan (science responsibility), pertanggungjawaban hukum (law responsibility), dan pertanggungjawaban sosial (social responsibility) dalam setiap tugas dan kewenangan yang dijalankan.

Dan tidak pula berlebihan jika tuntutan-tuntutan tersebut, dapat dinyatakan sebagai landas pijak, batasan, acuan cara pandang dan way of live bagi segenap insan Adhyaksa didalam berpikir, bersikap dan bertindak saat melaksanakan tugas pengabdian menegakkan hukum. Disamping juga untuk dapat menggerakkan, mendorong dan menghadirkan proses penegakan hukum yang baik dan benar, yang mencerminkan kepastian, keadilan, kebenaran dan kemanfaatan, agar dapat memberikan rasa tenteram, aman, nyaman dan damai bagi masyarakat yang dilayaninya.

 

Saudara-saudara segenap Jaksa Baru,

Di dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum yang demikian luas, beragam dan kompleks kelak, tidak dapat dihindari akan ditemukannya tantangan aktual berkenaan munculnya aneka ragam, corak dan modus berbagai jenis baru tindak pidana yang tergolong sebagai kejahatan luar biasa dan serius (serious crime), selain tindak pidana korupsi, yang telah biasa dihadapi namun sekarang telah bertransformasi sedemikian rupa, yang awalnya hanya dikenal sebagai kejahatan kerah putih (white collar crime) kini telah berkembang menjadi kejahatan korporasi (corporate crime) dan kejahatan politik (top hat crime), bahkan semakin meluas menjadi kejahatan lintas negara (transnational crime).

Persoalan lain juga timbul sejalan dengan kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 (the fourth industrial revolution), dimana di balik kemudahan dan kelebihan yang ditawarkan, dalam realitasnya telah memunculkan fenomena kejahatan baru yang tidak kalah rumit dan pelik. Teknologi informasi dengan kecanggihan dan karakteristiknya tersendiri dimanfaatkan secara keliru sebagai sarana melakukan berbagai jenis kejahatan seperti carding, pemalsuan data (data forgery), penyebaran virus untuk merusak ataupun membajak data secara sengaja, cyber-bullying, prostitusi online serta cyber terorism, menjadi tantangan baru yang membutuhkan penanganan ekstra cermat dan memerlukan pemahaman serta keahlian baru tersendiri pula.

Persoalan berikutnya yang juga perlu dicermati, terkait situasi politik yang terjadi didunia luar, terlebih di tanah air, setiap kali adanya kompetisi dan “pertarungan” perebutan posisi, kedudukan dan kemenangan diantara aktor-aktor politik terutama saat Pemilukada, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dalam waktu dekat Pemilu yang akan dilangsungkan secara serentak pada bulan April 2019 mendatang, dikhawatirkan tidak hanya menimbulkan kompetisi antar calon legislatif dan pasangan calon presiden dan wakil presiden saja, melainkan juga akan melibatkan sengitnya persaingan di antara massa pendukung dan masyarakat secara luas. Yang dalam situasi seperti itu, dinamika politik menjadi sulit diprediksi (unpredictable) karena sangat kental dengan banyaknya kepentingan yang saling berhadapan dan dapat menimbulkan benturan sebagai imbas dari ambisi untuk semua ingin menang walau dengan menempuh dan menghalalkan segala cara yang pada akhirnya bermuara menjadi persoalan hukum.

Fenomena lain, dinamika perkembangan hukum yang banyak dijumpai akhir-akhir ini yang begitu dinamis juga sangat berpengaruh dan membawa dampak persoalan tersendiri. Hal mana dapat dirasakan dengan adanya perubahan berbagai regulasi dan norma hukum yang telah membawa perubahan besar dalam tata cara dan proses penegakkan hukum.  Belum lagi ketika dihadapkan pada sejumlah kenyataan adanya disharmoni peraturan perundang-undangan dan petunjuk teknis, khususnya di lingkungan lembaga peradilan, yang juga seringkali membawa perubahan cukup signifikan dan turut mempengaruhi.

 

Para Insan Adhyaksa Muda yang saya banggakan,

Menghadapi berbagai persoalan, tantangan dan kendala yang sedemikian beragam tersebut, tidak ada pilihan lain, selain harus selalu meng-upgrade diri agar mampu meresponnya dengan meningkatkan kapabilitas dan kompetensi diri. Upaya memperluas wawasan, menguasai setiap masalah, meningkatkan pemahaman atas pengetahuan dan teknologi secara sungguh-sungguh  sangatlah diperlukan. Karena hanya dengan jalan seperti itu aparat penegak hukum di era serba maju, cepat bergerak, berubah dan kompetitif ini dapat melengkapi dirinya dengan wawasan yang dibutuhkan, memperkaya sudut pandang, mempertajam daya nalar dan cara berpikir agar lebih dapat mencerna, memahami secara utuh, holistik dan komprehensif untuk menambah kemampuan menyelaraskan diri dengan melahirkan ide maupun gagasan yang kreatif, positif dan inovatif dalam memecahkan problematika permasalahan dan tantangan yang dihadapinya.

Upaya peningkatan kualitas diri tersebut akan sangat diperlukan untuk menjadi bekal, tiang penyangga dan memberikan kontribusi positif bagi pelaksanaan tugas penegakan hukum yang diharapkan  dapat mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih tertata, lebih tertib dan lebih baik.

 Di samping hal tersebut akan memberi dampak sangat positip terbangunnya aspek yang sangat esensial bagi terbentuknya profil Jaksa yang selalu ditunggu, diperlukan, diinginkan, diperhitungkan dan diharapkan keberadaannya oleh banyak pihak. Ditunggu, dianggap penting, relevan dan berguna sebab terbukti memang paling dapat diandalkan dan dipercaya karena mampu menyelesaikan masalah, urusan dan persoalan sesuai tugas, fungsi, kewenangan dan tanggung jawabnya.

Di bidang Pidana, kewenangan yang dijalankan salah satunya adalah didalam proses Sistem Peradilan Pidana Terpadu (Integrated Criminal Justice System), yang didalamnya Kejaksaan memiliki posisi sentral dan strategis untuk menentukan sebuah perkara layak dan memenuhi syarat dilanjutkan kepersidangan pengadilan atau tidak. Berkenaan sebagai pemegang posisi yang sedemikian penting seperti itu, seorang Jaksa harus mampu menjalankan perannya sebagai filter, poros dan pengendali penanganan perkara (dominus litis) dengan benar dan baik, memiliki kemampuan profesional yang tinggi, yang karenanya dituntut harus memiliki orientasi pemikiran yang memenuhi prasyarat menjalankan praktek penegakan hukum yang objektif, independen, jujur, bermartabat dan terpercaya.

Hal tersebut menjadi penting dipahami, karena di satu sisi perlakuan melalui kewenangan yang berada ditangan seorang Jaksa akan dapat menentukan kepentingan hukum dan bahkan nasib seseorang. Yang apabila kewenangan dalam bentuk tindakan yang diterapkan melalui proses penegakkan hukum itu dipraktekkan dengan benar dan tepat, maka akan menghasilkan cara kerja hukum yang progresif yang dapat menghadirkan nilai keadilan yang tidak mengenal perbedaan bagi semua pihak agar dengan demikian “hukum tidak lagi dianggap tumpul ke atas, dan tajam ke bawah”.

Selaras dengan itu, optimalisasi peran dan kapasitas Jaksa juga harus dikembangkan seiring komitmen pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah laju kompetisi persaingan global yang semakin keras dan cepat. Kondisi tersebut mengharuskan segenap jajaran penegak hukum Jaksa untuk mampu menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari komponen pendukung yang dapat memfasilitasi, mengakselerasi, mengamankan, dan menyukseskan kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang, guna mewujudkan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.

Peran dan kapasitas serupa juga patut ditingkatkan melalui implementasi kewenangan dalam upaya membangun suasana kondusif, sejuk dan menentramkan dalam kehidupan bermasyarakat diantara sesama warga bangsa.

 

Para Jaksa sekalian yang saya banggakan,

Kita juga tidak boleh melupakan dan perlu tetap menyadari bahwa hingga saat ini penilaian atas kinerja penegakan hukum termasuk yang tetap menjadi sorotan utama, bahkan acap kali mengundang kritik dan sentimen negatif yang sangat mempengaruhi kepercayaan publik. Terlebih lagi, adanya sejumlah peristiwa aparat penegak hukum yang masih tidak segera sadar untuk meninggalkan paradigma lama dan kebiasaan buruk serta tindakan tercela, menyalahgunakan kewenangan, melakukan perbuatan dan bergerak jauh menyimpang di luar tujuan penegakan hukum sebagaimana seharusnya.

Oleh karena itu saya kembali mengingatkan, sebagai bentuk atensi dan perhatian bersama, agar hendaknya jangan sekali-kali menggadaikan idealisme dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, memanfaatkan kewenangan menjadi sebuah peluang dan kesempatan untuk meraup keuntungan dengan menjadikan hukum layaknya barang dagangan yang dapat diperjualbelikan. Karena manakala hal seperti ini terjadi, maka pertaruhannya tidak hanya berkaitan nama dan integritas diri sendiri, tetapi dipastikan akan mencoreng nama keluarga, bahkan pada akhirnya akan berimbas pada runtuhnya wibawa, citra dan marwah institusi, yang akan semakin menjauhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang kita cintai bersama.

Karenanya dalam kesempatan ini, saya mengingatkan saudara-saudara yang baru akan mengawali karier sebagai Jaksa  agar selalu ingat untuk mampu dan mau membentengi diri dalam menghadapi berbagai godaan, bujukan dan rayuan yang tidak sejalan dengan penegakan hukum yang bersih dengan secara konsisten dan sungguh-sungguh memelihara integritas diri dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan sesui yang menjadi tuntutan dan harapan besar masyarakat. Karena memang benar, bahwa hanya di tangan penegak hukum yang baik dan bersih, maka keadilan dapat ditegakkan. Dan hanya dengan demikian pula keyakinan dan optimisme tentang pekerjaan penting dan masalah utama memulihkan kembali kepercayaan masyarakat (public trust) pada penegakan hukum, khususnya kepada lembaga Kejaksaan, dapat diwujudkan.

Selain dari itu, tidak lupa saya juga ingin mengingatkan bahwa dengan kemungkinan sering munculnya intervensi, intimidasi dan pengaruh serta tekanan berupa upaya menghambat, mencegah ataupun mengganggu proses penegakan hukum yang sedang dilakukan, perlu kiranya dimiliki kemampuan untuk dapat menjelaskan dengan baik dan gamblang. Tunjukkan kepada semua pihak bahwa proses penegakkan hukum yang sedang berjalan semata-mata demi mengungkap kebenaran, bukan sebuah rekayasa, mencari-cari, terlebih kriminalisasi dan politisasi yang saat ini begitu mudah dilontarkan. Bahwa penegakan hukum oleh Kejaksaan sepenuhnya dilakukan secara obyektif, profesional, proporsional, terukur, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan. Yang untuk itu pula tekad, semangat dan keteguhan hati juga perlu dipelihara dan ditanamkan dalam diri, dengan belajar dari pepatah “sekali layar terkembang pantang surut ke belakang”,.

 

Saudara-saudara para Jaksa Muda yang diharapkan,

Sebagai bekal bagi awal penugasan kalian, perlu saya ingatkan kembali pokok-pokok  Perintah Harian Jaksa Agung pada Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tahun 2018 yang lalu, yaitu :

Meningkatkan sensitivitas dan intensitas kepekaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab penegakan hukum dengan cerdas, lugas dan berintegritas.

Mampu memposisikan diri secara personal, fungsional dan instansional yang kukuh menjunjung tinggi harkat dan kehormatan profesi selaku insan Adhyaksa, agar pantas dipuji dan dihargai.

Selalu sadar dan menjaga diri Jaksa selaku penjaga, akselerator, pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan yang dapat dipercaya dan diandalkan.

Ikhlas berkarya tanpa pamrih sepenuh hati, meniadakan perbedaan perlakuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Serta wajib menumbuh kembangkan semangat bekerja bersama yang solid dan sinergis, dalam upaya merawat keberagaman, kebhinekaan dan keutuhan negara dan bangsa.

Perintah tersebut hendaknya kalian jadikan pelajaran tambahan untuk dipedomani dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Jaksa, sehingga kehadiran kalian akan bermakna sebagai tambahan darah segar yang memberikan manfaat, memperkuat dan menjadi aset dalam upaya mewujudkan visi dan menjalankan misi Kejaksaan secara kelembagaan dan secara keseluruhan.

 

Para Jaksa Sekalian Yang Berbahagia,

Sebelum mengakhiri amanat ini, saya berpesan kepada saudara-saudara sekalian untuk pandai bersyukur dengan antara lain bekerjalah dengan penuh dedikasi, penuh pengabdian dan kesungguhan. Jaga loyalitas dengan tulus dilandasi kejujuran hati sebagai abdi hukum yang cerdas, bernas, berkwalitas dan berintegritas. Peliharalah semangat kebersamaan guna semakin mengukuhkan jiwa korsa dan soliditas sebagai salah satu modal utama dalam bingkai Korps Adhyaksa yang kuat kebanggaan kita bersama.

Dan dimanapun ditugaskan, jadikanlah profesi Jaksa yang saat ini menyatu dalam diri kalian menjadi sebuah amanah yang harus terus dijaga dengan baik, benar dan terhormat sebagai panggilan hidup dan sarana pengabdian menebar kabaikan yang kelak akan dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada sesama, tetapi juga dihadapan Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Watta’ala.

Tanamkanlah kesadaran dan prinsip bahwa “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”. Dalam setiap penugasan, ambilah peran dan lakukanlah segala yang terbaik bagi masyarakat, sehingga sebagai Insan Adhyaksa kita akan senantiasa diterima, sekaligus menjadi figur yang memberikan keteladanan bagi masyarakat.

Kepada segenap keluarga yang selama ini mendambakan sosok seorang Jaksa, maka selaku pimpinan Kejaksaan saya titipkan mereka. Peran yang baik sebuah keluarga akan memberikan sumbangan yang berarti dalam turut membentuk, menjaga dan mengawasi agar para Jaksa Baru ini dapat bekerja dengan tenang, berprestasi, dan menjaga integritas diri dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya.

Tidak lupa dalam kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada segenap Widyaiswara, dan Tenaga Pengajar atas pengorbanan, keikhlasan dan kesungguhan mentransformasikan pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang dimiliki kepada peserta pendidikan dan pelatihan yang sekaligus telah mengantarkan mereka saat ini menjadi Jaksa. Ucapan dan ungkapan penghargaan dan apresiasi yang sama juga sangat patut disampaikan kepada seluruh pihak khususnya jajaran kerja Badan Diklat Kejaksaan R.I. atas upaya dan kerja kerasnya dalam memberikan bimbingan, pembinaan, penggodokan dan penggemblengan para peserta Diklat sehingga dipastikan mereka benar-benar memiliki bekal cukup untuk dapat menjadi insan Adhyaksa yang siap diterjunkan di aneka jenis dan medan penugasan.

Akhirnya, saya ucapkan selamat jalan, selamat bekerja dan selamat bertugas kepada para Adhyaksa Muda. Begitu banyak harapan tentang masa depan Kejaksaan digantungkan di pundak kalian. Untuk itu kita semua mendoakan, Semoga Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberi perlindungan dan jalan kebaikan kepada kalian dan kepada kita semua senantiasa mendapat limpahan kekuatan dan kemudahan dalam melanjutkan pengabdian melaksanakan tugas kewajiban kemasyarakatan, kenegaraan dan kebangsaan.

 

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita sekalian,

Om shanti shanti shanti om,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 

H.M PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id