Sabtu, 4 April 2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang Saya Hormati:

  • Wakil Jaksa Agung RI;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat dan Para Staf Ahli Jaksa Agung;
  • Pejabat Eselon II dan III pada Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI;
  • Para Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Intelijen, dan Para Kasi pada Kejaksaan Tinggi Seluruh Indonesia; serta
  • Para Undangan dan Peserta Rapat Kerja Teknis yang saya hormati.

 

Syukur alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kehadiratAllah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, saat ini kita semua berkesempatan untuk mengikuti Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen tahun 2018 sebagai sebuah kegiatan yang penting, strategis, dan evaluatif kedinasan.Kegiatan ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk meningkatkan eksistensi, kekuatan, kemampuan, dan peran dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum sekaligus insan intelijendi tengah perubahan kondisi bangsa, yang bergerak begitu dinamisdan terus memunculkan berbagai tantangan, hambatan, maupun kendala yang kompleks, rumit, dan pelik. Namunkondisi sedemikian juga mengandung harapan masyarakat, bangsa, dan negara kepada kita semua dan institusi Kejaksaan khususnya berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok fungsi penegakan hukum maupun tugas-tugas lainnya sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang, termasuk merawat demokrasi dan keberagaman serta menjagakeutuhan NKRI.

Bertolak dari semangat tersebut, penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen kali ini yang mengambil tema: “Membangun Sinergi, Menjaga Negeri Demi Keutuhan NKRIharus mengandung sebuah upaya membentuk tekad, komitmen dan karakter yang benar-benar kuat, responsif, modern serta berkesinambungan.Hal tersebut penting mengingat usaha untuk menjaga keutuhan NKRItidaklah mudah dan instanseperti membalikkan telapak tangan, melainkan harus melalui sebuah proses yang diawali pada rangkaian dan tahapan pemahaman, penghayatan, kesungguhan, konsistensi, totalitas, bakat dan kecintaan terhadap peran dan fungsi strategis intelijen serta kesadaran penuh kapasitasnya untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok, fungsi, dan wewenang institusi termasuk tanggung jawab dalam memberikan kontribusi positif pada pelaksanaan, keberlangsungan, dan keberhasilan pembangunan nasional.

 

Insan Intelijen Adhyaksa Yang Saya Banggakan,

Pada hakikatnya, upaya membangun sinergi harus dimaknai sebagai niat, minat, dengan ketulusan membuka diri membina relasi jaringan, network seluas-luasnya baik dengan mitra komunitas intelijen, aparatur pemerintahan, pemangku kepentingan maupun berbagai elemen masyarakat lainnya. Sinergitas tersebut dapatlah dipandang sebagai unsur esensial dalam rangka menciptakan derap langkah yang seiring, seirama, selaras, dan setujuan bersama-sama mendorong pembangunan yang Indonesia-sentris, mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata, serta mengawal pewujudan kebijakan strategis pemerintah, seperti halnya pembangunan infrastruktur, pengembangan pendidikan, bahkan kebijakan Bahan Bakar Minyak Satu Harga di seluruh wilayah tanah air, yang niscaya pada gilirannya mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi segenap lapisan masyarakat.

Sejalan dengan itu,maka intelijen Kejaksaan sebagai salah satu unsur dalam Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) baik di tingkat Pusat maupun Daerahharus mampu menjadikan TP4 sebagai jembatan untuk membangun sinergi yang dilandasi oleh semangat membangun kerjasama harmonis lintas sektoral, tekad untuk saling mendukung, menjaga, memperkuat, memberi, mengisi, dan melengkapi.

Masih segar dalam ingatan kita bersama, pembentukan TP4 pada awalnya menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, maupun kendala berkenaan terbatasnya dukungan dana operasional, sarana dan prasarana, termasuk munculnya pandangan skeptis, antipati, curiga bahkan sinis yang menuduh terobosan, langkah dan kebijakan tersebut dianggap tidak lebih hanya sebuah bentuk pencitraandan tidak akan mampu menghasilkan sesuatu yang berarti.Akan tetapi berpegang kebulatan tekad, semangat, dan keyakinan untuk menghadirkan penegakan hukum inovatif dengan paradigma restoratif,korektif, dan rehabilitatif yang lebih mengedepankan upaya pencegahan berupa pemberian pendampingan, pengawalan, dan pengamanan dalam rangka mempercepat terlaksananya tata kelola pemerintahan yang baik, maka seiring berjalannya waktu, padasaat ini kita melihat bahwa TP4 telah berhasil memberikan kontribusi dan menorehkan prestasi yang cukup membanggakan sehingga keberadaannya diakui telah mampu mendorongterlaksananya pembangunan yang tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran.

Bahkan dari pengakuan atas kinerja TP4 tersebut, saat ini kita dihadapkan pada begitu banyaknya permintaan pengawalan dan pengamanan, yang melampaui perkiraan bahkan sumber daya yang ada pada institusi kita. Antusiasme sedemikian, mesti kita sikapi dengan penuh semangat gigih, ulet, cermat, dan cerdas, disertai sikap kehati-hatian dan ketenangan, berupaya menemukan strategi dan cara bertindak yang tepat, efektif, dan efisien demi mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan, mewujudkan Kejaksaan sebagai akselerator pembangunan nasional. Sejalan dengan itu,maka kita jangan sampai terperangkap pada pandangan sempit yang berpotensi menyandera kinerja TP4 untuk terpaku pada pendekatan yang hanya mementingkan kuantitas output, melainkan lebih daripada itu TP4 juga harus mengedepankan kualitas outcome dan impact melalui parameter prioritas agar dapat memilah pengawalan dan pengamanan mana yang mampu mewujudkan kebijakan pemerintah yang strategis, penting, dan mendesak.

 

Saudara-Saudara Para Peserta Rakernis Yang Berbahagia,

Pada kesempatan ini perlu saya ingatkan kembali bahwa intelijen dalam menyelenggarakan fungsi dan tugasnya, meski bukan merupakan sub-sistem dari bidang tugas lain namun dalam skala luas dan utuh adalah bagian dari sistem Penegakan Hukum Kejaksaan yang harus mampu bergerak sebagai pendukung (supporting) utama memainkan peran penting mensukseskan program seluruh bidang, maupun tugas pokok, fungsi dan wewenang Kejaksaan pada umumnya. Oleh karena itu,jajaran intelijen Kejaksaan sebagai bagian dari intelijen negara yang menyelenggarakan fungsi Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan (Lid, Pam, Gal)  jangan hanya terbatas menyelidiki dan memelototi dugaan dan indikasi dilakukannya penyimpangan oleh aparatur, pejabat dan penyelenggara pemerintahan dan penyelenggara negara yang berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi semata. Intelijen Kejaksaanharuslah mampu secara ajeg, konsisten, dan komprehensif mewujudkan kepentingan nasional lainnya secara utuh,baik dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, dan keamanan melalui pengumpulan, penggalian, pendalaman data dan informasi untuk diolah dan dianalisa sebagai langkah deteksi dini, early warning system maupun sebagai dasar pembuatan kesimpulan, keputusan serta penentuan Kemungkinan Cara Bertindak (KCB), terhadap potensi adanya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan sekaligus juga untuk dijadikan bahan membuat perkiraan keadaan (forecasting) setelah dipadukannya info dasar dan info aktual yang berhasil dikumpulkan.

Hal ini penting mengingat menjaga negeri tidaklahdapat semata dimaknai sebatas perlawanan atau pertahanan negara terhadap ancaman fisik militer konvensional berwujud agresi antar teritori negara, tetapi yang jauh lebih berbahaya dan merusak daripada itu adalah ancaman terhadap keberlangsungan generasi muda, mengingat adanya kecenderungan untuk menjadikan negara kita sebagai pasar terbesar tujuan peredaran dan penjualan narkotika dunia. Oleh sebab itu, maka dalam Rakernis ini perlu dirumuskan tugas dan fungsi Pos Intelijen yang berada di pelabuhan dan bandara agar dapat berperan optimal sebagai pintu terdepan dalam mengawasi lalu lintas manusia maupun barang sehingga dapat secara cepat mendeteksi segala aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan gangguan keamanan.

Tidak hanya itu, saat ini juga kita dihadapkan pada perang asimetris (asymmetric warfare) yang tidak kasat mata, berupa serangan non-militer berpola isu, tema, skema menggunakan peralatan, teknologi canggih, media sosial, penggiringan opini yang memanfaatkan jaringan telematika global bahkan sanggup menimbulkan kegaduhan, perpecahan, dan instabilitas suatu negara yang berpotensi mengancam keberlangsungan kebhinekaan, ideologi negara, dan demokrasi.Fenomena tersebut juga diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan sepanjang setahun ke depan mengingat Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum pada tahun 2019 yang acapkali masih diwarnai dengan tindakan peretasan website pemerintah, black campaign melalui sarana media sosial yang dilakukan dengan menyebarkan ujaran kebencian, berita hoax, palsu, negatif, dan menyesatkan.

Menyadaribetapa besarnya tantangan yang dihadapi, maka aparat intelijen Kejaksaan tidak boleh bekerja secara serampangan atau bersifatpasifmenunggu di belakang meja, melainkan harus secara pro-aktif mengikuti dan meng-updatepemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat dan canggihagar nantinya dapat memanfaatkan, mengaplikasikan, danturut menggunakannya. Oleh sebab itu, keberadaan situs Jaksa Garda Negeri (Jaga Negeri) dan Aplikasi Jaksa Galang Desa (Jaga Desa) sebagai sistem informasi dan deteksi dini dalam rangka menjalankan fungsi PAKEM, Pengawasan Barcet, dan PORA dengan melibatkan partisipasi masyarakat perlu terus dikembangkan dan dioptimalkan.

Melalui hal tersebut, maka saya yakin dan percaya bahwa ke depannya, intelijen Kejaksaan mampu memanifestasikan insan intelijen yang tidak hanya berkualitas dengan kompetensi yang mumpuni, tetapi juga solutifmemiliki inovasi yang relevan, serta adaptifmenjawab dinamika tantangan yang ada dalam menjalankan peran dan tanggungjawab yang senantiasa dijaga dengan mengedepankan loyalitas, dedikasi dan integritas moral yang dapat dipercaya,memberikan informasi dan pertimbangan valid kepada pimpinan untuk dijadikan bahan dalam mengambil keputusan.

 

Saudara-Saudara Para Peserta Rakernis,

Pada kesempatan ini saya juga mengapresiasi pelaksanaan Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang hingga akhir bulan Agustus tahun 2018 telah berhasil mengamankan 154 (seratus lima puluh empat) buron dalam lingkup nasional, yang secara langsung dan nyata menunjukkan keseriusan Kejaksaan dalam penuntasan penanganan perkara pidana umum maupun pidana khusus, karena sejatinya suatu putusan peradilan pidana sebagai cerminan keadilan bagi masyarakat tidak akan ada gunanya apabila tidak mampu dieksekusi. Capaian sedemikian, sudah sepatutnya dijadikan sebagai pendorong motivasi untuk bekerja lebih giat lagi ke depannya, dan tentu patut kita syukuri, meski hendaknya tidak harus membuat kita menjadi terlarut dan terlena, berhenti berbuat serta terlalu berpuas diri karena masih banyak ruangbagi kita untuk mengoptimalkan kinerja agar selanjutnya dapat dicapai hasil yang lebih baik, lebih besar, dan lebih bermanfaat lagi.

Tidak lupa saya mengingatkan kembali, dalam hal pelaksanaan Program Jaksa Menyapa, sebagai salah satu inovasi yang sejatinya lahir dari semangat langkah aktif menjangkau masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat serta mendukung kebijakan penegakan hukum, maka diperlukan pengetahuan luas dan menyeluruh diiiringi kemampuan komunikasi publik yang baik agar semua kalangan masyarakat dapat memahami secara utuh dinamika penegakan hukum yang terjadi di negara kita. Oleh karena itu, program ini janganlah dipandang sebagai sekedar sebuah marquee project atau reklame pencitraan yang hanya mampu dikerjakan pada awalnya saja, melainkan harus dilaksanakan secara kontinu dan terus menerus agar mampu mewujudnyatakan tujuan kehadiran institusi Kejaksaan dalam membantu penyelesaian berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Saudara-Saudara Para Peserta Rakernis,

Saya mengingatkan agar pelaksanaan Rakernis kali ini tidak hanya merupakan rutinitas tahunan namun hendaknya terus berupaya menemukan dan mencari terobosan baru, selain apa yang sudah ada, dalam kerangka penguatan fungsi peran intelijen Kejaksaan dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman umum. Berbagai terobosan dan inovasi tersebut penting kita lakukan pada era serba instan, serba cepat, dan serba terkoneksi ini, di mana penyebaran berbagai ajaran atau pengaruh dapat berlangsung begitu mudah, dengan memviralkan suatu video, rekaman, meme, trend ataupun pesan-pesan yang menyesatkan, yang kesemuanya dapat dilakukan secara sporadis sehingga menyulitkan untuk dideteksi.Oleh karenanya, keawasan, kewaspadaan, dan kecermatan kita dalam menjalankan amanat Undang-Undang,sebagaimanahalnya kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengawasan, inventarisasi, dan identifikasi serta pemblokiran terhadap konten negatif dalam domain situs internet maupun media sosial, menjadi suatu hal yang sangat krusial dan harus pula melibatkan berbagai stakeholder terkait lainnya.

Begitu pula halnya, dalam pelaksanaan fungsi penerangan dan penyuluhan hukum, maka insan intelijen Adhyaksa haruslah menjadi agen yang mampu mempropagandakan pemahaman mendalam ideologi negara Pancasila sebagai benteng pertahanan kita di tengah keberagamansehingga dapat mencegah terjadinyapolarisasi, sentimen, dan bibit perseteruan di tengah masyarakat yang acapkali timbul karena adanya isu SARA maupun preferensi politik.

 

Saudara-Saudara Para Peserta Rakernis,

Pelaksanaan Rakernis Intelijen ini hendaknya juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk saling berinteraksi dan tukar menukar pengalaman, memperluas wawasan dan pandangan yang sekaligus juga dijadikan sebagai kesempatan memberikan sumbangan pemikiran bagi para pesertanya, terhadap peningkatan kinerja di tengah dinamika, perkembangan dan tuntutan masyarakat tehadap institusi kita.

Di samping itu, saya juga mengingatkan kepada saudara-saudara sekalian, agar jangan berhenti belajar, menjaga, dan meningkatkan kualitas diri, wawasan, dan pengalaman secara berkelanjutan sambil selalu mengikuti perkembangan dan perubahan norma hukum serta peraturan yang harus ditegakkan, sekaligus berani mengambil langkah terbaik, melakukan inovasi-inovasi atas sesuatu yang memang diperlukan, yang kadangkala bersifat out of the box, melakukan terobosan dan lompatan berpikir, melakukan berbagai pendekatan efektif, aplikatif, dan bermanfaat untuk menunjang keberhasilan tugas dan fungsi yang kita jalankan.

Saya berharap forum Rakernis ini dapat menghasilkan rekomendasi dan pemikiran yang bersifat strategis, menjawab kebutuhan, dan mampu dilaksanakan agar pada gilirannya eksistensi dan hasil kerja kita mampu dirasakan oleh masyarakat secara nyata guna Membangun Sinergi, Menjaga Negeri Demi Keutuhan NKRI. Selanjutnya sambil mengucapkan selamat mengikuti Rapat Kerja Teknis bidang Intelijen Tahun 2018 ini, perlu saya ingatkan sekali lagi agar saudara-saudara sekalian mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah disusun dan disiapkan dengan sungguh-sungguh sehingga maksud dan tujuan diselenggarakannya rapat kerja ini dapat tercapai dengan baik.

Akhirnya, dengan memohon ridha Allah SWT dan dengan mengucapkan ”Bismillaahirrohmanirrohim” Rapat Kerja Teknis bidang Intelijen Tahun 2018 ini, secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan yang Maha Bijaksana senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

 

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om shanti shanti shanti om.

Namo buddhaya.

Salam Kebajikan.

 

Jakarta, 4 September 2018

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 

H.M. PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id