Sabtu, 4 April 2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Om Swastiastu,

Namo Budhaya,

Salam Kebajikan,

 

Para Peserta Upacara, hadirin serta tamu undangan  yang Saya hormati,

Segenap Insan Adhyaksa di Seluruh Penjuru Tanah Air dan dimana pun berada yang Saya banggakan dan Cintai,

 

Dalam suasana penuh kebanggaan dan sukacita ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kesempatan yang diberikan kepada kita menerima amanah untuk dapat berkarya mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara di lingkungan Korps Adhyaksa yang saat ini dengan selamat telah memasuki usia yang ke- 58.

Rasa bangga dan sukacita memang selayaknya kita syukuri bersama, mengingat sepanjang lintasan usia lebih dari setengah abad ini, ditengah kesadaran masih terdapatnya kekurangan, keterbatasan bahkan kebelum sempurnaan dalam bekerja dan berkarya, namun tentunya banyak pula hal yang telah diperbuat, dihasilkan untuk didedikasikan bagi masyarakat, bangsa dan negara dengan penuh semangat, tekad dan upaya terus menerus terutama untuk menegakkan hukum dengan baik dan benar agar supremasi hukum dapat tegak terwujud mewarnai segenap nafas kehidupan bangsa diseluruh tanah air. Oleh karenanya di setiap kali menyelenggarakan acara ritual peringatan Hari Bhakti seperti ini, akan selalu mengingatkan dan menumbuhkan kembali kesadaran segenap Insan Adhyaksa pengakuan tentang masih banyaknya kekurangan yang harus diperbaiki, ditata, dibenahi dan disempurnakan, bersamaan upaya menyelaraskan orientasi pemikiran dan cara  kerja sebagai sebuah kehendak untuk berubah, melakukan pembaharuan dan penyesuaian berkenaan dinamika perkembangan berbagai aspek kehidupan seiring semakin besarnya ekspektasi, harapan dan tuntutan masyarakat  atas dipenuhinya hak mereka untuk memperoleh keadilan. Kewajiban serta tanggung jawab selaku institusi penegak hukum yang pada sisi lain harus pula berperan aktif mendukung, menjaga dan mengawal keberhasilan semua program kerja pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

Oleh sebab itu, sekali lagi perlu ditegaskan disini bahwa perasaan syukur dan bangga sebagaimana yang kita nikmati bersama setiap kali memperingati Hari Bakti Adhyaksa seperti ini harus dimaknai sebagai saat yang tepat untuk memperbaharui semangat keinginan tentang perlunya gerakan dan hijrah menuju ke arah dan tujuan yang lebih baik dan lebih baik lagi, dibanding saat-saat  sebelumnya. Kesempatan yang dapat dinyatakan sebagai Momen perbaikan, pemantapan dan penyempurnaan ini, hendaknya diartikan pula sebagai saat yang baik dan tepat untuk secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan introspeksi agar segera dapat melakukan gerakan yang dalam keadaan tertentu dibutuhkan keberanian melakukan tindakan dan membuat kebijakan memperbaiki dan merubah cara-cara lama yang tidak lagi sesuai, tidak relevan bahkan tidak baik, tidak selaras, dan tidak produktif sebagai bagian dari masa lalu yang harus ditinggalkan, dengan merumuskan cara baru, kebijakan baru dan keputusan baru sebagai bagian dari upaya penyesuaian agar segenap tugas yang ada terselesaikan dan tertangani. Untuk memastikan kepentingan masyarakat benar-benar terlayani, tuntutan kewajiban dan tanggung jawab terpenuhi demi kemajuan, semakin kuat dan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada institusi.

 

Saudara-saudara sekalian, para hadirinpeserta upacara yang Saya Hormati,

Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2018 yang kali ini mengangkat tema, “BERKARYA DAN BERBAKTISEPENUH HATI MENJAGA NEGERI”, menurut hemat saya relevandengan upaya yang harus kita lakukan bersama untuk menjaga keutuhan dan upaya membangun bangsa yang masih sering dihadapkan pada berbagai masalah dan persoalan sekitar keberagaman, kebhinekaan dan kebangsaan yang berpotensi mengganggu persatuan kesatuan bangsadan dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan masih adanya kenyataan sedemikian mendorong kita untuk harus tetap menjaga kewaspadaan, memelihara kepekaan diri dan menajamkan perhatian terhadap 3 (tiga) hal pokok:

Pertama, komitmen menjaga konsistensi meningkatkan kinerja dan hubungan sinergitas, meningkatkan intensitas kegiatan dan produktifitas capaian untuk menunjukkan kehadiran Kejaksaan secara aktual dan ajeg ditengah-tengah masyarakat setiap saat dibutuhkan;

Kedua, optimalisasi pelaksanaan tugas,tanggung jawab, peran dan  fungsi atas kewenangan yang dimiliki untuk mewujudkan praktek penegakan hukum yang obyektif, profesional dan proporsional yang mampu menghadirkan terbangunnya nilai-nilai keadilan, kebenaran dan kepastian agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan. Penegakan hukum yang juga mampu menjadi instrument penjaga kelangsungan dan keberhasilan pembangunan, serta menjadi pilar utama memelihara keutuhan negeri;

Ketiga, memupuk tekad dan semangat meningkatkan dedikasi dan loyalitas, menghindarkan disparitas perlakuan dan pelayanan kepada semua pihak tanpa membuat perbedaan dalam pelaksanaan penegakkan hukum agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ditengah suasana keberagaman bagi terciptanya ketenteraman, keamanan dan kedamaian.

 

Saudara-saudara segenap Keluarga Besar Adhyaksa yang saya cintai dan banggakan,

Ada yang harus dipahami berkenaan apa yang kita maksud dengan kesungguhan hati dalam berkarya, adalah bahwa saat mengemban amanah dan setiap melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangan jajaran Kejaksaan hendaknya mampu menerjemahkan beragam keinginan dan harapan ditengah dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan yang acapkali mengalami perkembangan dan perubahan.

Dan kemampuan sedemikian hanya akan dimiliki manakala segenap insan Adhyaksa mengerti makna semua masalah yang sedang ditangani dan dihadapi. Memiliki pula kwalitas profesionalisme yang tinggi dimana didalamnya orang tidak semata hanya mengandalkan pemikiran dan pengetahuan yang luas disamping analisa yang kritis dan mendalam serta kreatifitas inovasi dan gagasan saja, namun harus juga berpijak pada kejernihan nurani yang menghargai dan menempatkan manusia dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai keutamaan.

Karenanya, penegakan hukum oleh jajaran Kejaksaan secara substansial tidak harus semata hanya mengejar kuantitas tetapi juga mesti mengedepankan kualitas secara ideal dan berimbang. Kwantitas dan kwalitas pelayanan yang mampu memuliakan harkat dan martabat manusia dengan menjunjung tinggi keadilan, kepastian dan kebenaran yang menenteramkan.

 

Warga Adhyaksa yang saya banggakan,

Sebuah hal dan prinsip lain yang dapat menggerakkan pikiran, hati dan tindakan kita untuk dapat dengan sungguh-sungguh berbakti adalah setelah menyadari bahwa tugas, fungsi dan kewenangan yang kita miliki tidak lebih merupakan amanah yang sudah seharusnya diemban, dilaksanakan dan dijaga dengan arif penuh tanggung jawab. Jauh dari pamrih dan agenda kepentingan baik untuk diri sendiri maupun bagi kelompok ataupun golongan. Apalagi tidak pula menjajakan harga diri dan kehormatan profesi, sekedar hanya demi memenuhi dorongan kehendak menganggap kekuasaan dan kewenangan sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan dan digadaikan.

Maka dari itu berbakti sesungguhnya adalah merupakan bagian dari proses pematangan diri, berangkat dari ketulusan niat yang menjadikan tugas dan pekerjaan sebagai panggilan hidup dan lahan pengabdian untuk menebar kebajikan. Yang dengan cara berpikir dan bersikap seperti inilah maka kita tidak akan tersesat pada anggapan bahwa kewenangan, kekuasaan dan kedudukan menjadi keharusan. Karena jauh dari itu, berbuat kebaikanlah yang justru sangat penting dan merupakan kewajiban.

 

Segenap insan Adhyaksa dimanapun bertugas yang saya cintai,

Karya dan bakti yang kita dedikasikan sudah barang tentu akan semakin bermakna, lengkap dan sempurna apabila dilaksanakan dengan sepenuh hati. Oleh karena itu curahkanlah segenap  potensi, kemampuan, tenaga dan pikiran dengan penuh ketulusan dan kesungguhan. Menunaikan tugas dan pekerjaan dengan penuh kecintaan akan memberikan hasil terbaik, maksimal dan memuaskan. Bahwa keikhlasan, kesungguhan dan ketulusan akan dapat membangkitkan energi dan motivasi untuk berkarya dengan baik menjauhkan diri dari sikap perilaku, perbuatan tidak terpuji, tidak terbersit sedikitpun untuk melakukan penyimpangan dan  penyelewengan, selain hanya ingin menjaga kehormatan profesi, yang pada gilirannya akan meningkatkan citra dan kredibilitas lembaga yang kita cintai.

 

Para Peserta Upacara di Seluruh Penjuru Nusantara dan yang sedang bertugas dimanapunyang Saya Cintai,

Selaku Abdi Negara dan Abdi Masyarakat, dalam kapasitas sebagai penegak hukum kita harus memahami sepenuhnya bahwa apa yang kita lakukan semata-mata ditujukan untuk menciptakan perlindungan, rasa nyaman dan aman yang mampu menjamin berlangsungnya segenap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik dan paripurna. Itulah makna sumbangsih yang harus kita berikan bersama-sama komponen bangsa lainnya dalam upaya menjaga negeri, yang untuk mewujudkannya, seluruh Insan Adhyaksa harus memaksimalkan pengabdian, mencegah berbagai bentuk kecurangan dan penyimpangan serta memastikan agar program pembangunan yang diarahkan menjangkau segenap pelosok, daerah pinggiran, kawasan terpencil, terluar dan terdepan, kota dan pedesaan di seluruh wilayah tanah air selesai dengan baik, utuh dan tepat waktu agar hasilnya segera dapat dinikmati oleh  masyarakat, sesuai tujuan nasional untuk ”melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia”.

 

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Masih ada persoalan teramat penting yang perlu juga  mendapat perhatian bersama, ialah bahwa ditengah realitas kemajemukan bangsa kita, yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan dengan demikian beragamnya bahasa, adat dan budaya, patut diwaspadai akan timbulnya perbedaan yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya konflik. Sesuatu yang harus dihindari dan dikelola dengan tepat dan baik. Karena pengalaman mengajarkan bahwa setiap kali menghadapi dan menyelenggarakan  perhelatan, pesta demokrasi pemilukada, pileg dan pilpres, kerap membuat suhu politik cenderung memanas. Dalam situasi seperti itu, kepada kita semua dituntut dan wajib turut menjaga harmoni dan stabilitas ketenteraman dan keamanan, mencegah timbulnya kegaduhan dan perpecahan.       

Dan ditengah era kompetisi persaingan global, sejalan pula dengan komitmen pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ditandai masifnya pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh tanah air, tidak ada pilihan lain kita harus merespon secara positif dengan semakin meningkatkan tanggung jawab untuk berkontribusi secara nyata, khususnya dalam meletakkan kebijakan penegakan hukum yang dapat menstimulir akselerasi tersedianya infrastruktur yang baik dan berkualitas.

Demikian pula halnya, memasuki era revolusi industri generasi keempat dibutuhkan infrastruktur yang memadai sebagai fondasi merintis jalannya konektivitas antara manusia, mesin dan data, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri nasional. Terlebih dalam menyongsong bonus demografi yang didominasi penduduk usia produktif, diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2030, mendorong pemerintah dan negara harus mempersiapkan, merencanakan dan mengelola seluruh sumber daya yang ada untuk dapat dimanfaatkan bagi terpenuhinya  kepentingan nasional.

Peluang besar sedemikian memang akan memunculkan sejumlah tantangan. Praktik korupsi masih menjadi salah satu persoalan besar yang kerap membayangi dan mengganggu kegiatan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu peranan, dukungan dan ketegasan kita selaku aparat penegak hukum dalam melakukan pencegahan dan penindakan menjadi sangat urgen dan krusial. Bagaimana agar setiap tahapan baik perencanaan, pelaksanaan pembangunan maupun pemanfaatan hasil-hasilnya, dilakukan dengan cara yang benar sesuai tata cara, prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Saudara-saudara segenap Jajaran Adhyaksa yang saya cintai dan banggakan,

Dihadapkan pada peluang dan tantangan sedemikian rupa, ditengah pekerjaan penting memulihkan dan membangun kepercayaan masyarakat, maka agar penegakan hukum tetap eksis dan dapat mengimbangi dinamika perkembangan, perubahan paradigma dan derasnya tuntutan yang dihadapi, akan sangat bergantung pada persiapan dan kesiapan kita untuk menyikapinya. Untuk itu, tidak berlebihan jika pada kesempatan ini saya kembali menyerukan kepada kita semua agar terus melakukan konsolidasi disegenap lini dan strata, mengembangkan sinergi atas potensi dan kemampuan yang ada, disamping guna meletakkan pemahaman yang sama dalam membangun kesatuan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang sangat dibutuhkan.

Secara berkala kita perlukan evaluasi, karena banyak peristiwa dan pengalaman masa lalu yang mengharuskan kita belajar membiasakan diri melakukan introspeksi, untuk mengetahui kekurangan, kelemahan selain potensi yang dimiliki, sebagai upaya peningkatan dan optimalisasi pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, kita akan menjadi lebih optimis, kehadiran Kejaksaan akan dianggap penting, diperhitungkan karena sangat dapat diharapkan dan diandalkan.

 

Segenap Warga Adhyaksa yang Saya Banggakan,

Melengkapi dan menegaskan kembali beberapa hal penting yang telah saya kemukakan, diakhir amanat ini saya sampaikan Perintah Harian, sebagai berikut:

  1. TINGKATKAN SENSITIVITAS DAN INTENSITAS KEPEKAAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENEGAKAN HUKUM DENGAN CERDAS, LUGAS DAN BERINTEGRITAS.
  2. POSISIKAN DIRI SECARA PERSONAL, FUNGSIONAL DAN INSTANSIONAL YANG KUKUH MENGGENGGAM SERTA MENJUNJUNG TINGGI HARKAT DAN KEHORMATAN PROFESI SELAKU INSAN ADHYAKSA, AGAR PANTAS DIPUJI DAN DIHARGAI.
  3. MENYADARI DAN MENJAGA DIRI SEBAGAI PENDAMPING, AKSELERATOR, PENGAWAL DAN PENGAMAN JALANNYA PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN YANG DAPAT DIPERCAYA DAN DIANDALKAN.
  4. BEKERJA DAN BERKARYA TANPA PAMRIH DENGAN BAIK SEPENUH HATI, MENIADAKAN PERBEDAAN PERLAKUAN DAN PELAYANAN AGAR MEMBERI MANFAAT, MEMENUHI HARAPAN KUAT DARI MASYARAKAT.
  5. PUPUK DAN TUMBUH KEMBANGKAN SEMANGAT BEKERJA BERSAMA SEMUA PIHAK, DALAM BINGKAI HUBUNGAN YANG SOLID DAN SINERGIS, DEMI UPAYA MERAWAT KEBERAGAMAN DAN KEBINEKAAN, BAGI KEBESARAN BANGSA DAN KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG HARMONIS.

 

Warga Adhyaksa yang Saya Cintai dan segenap hadirin, undangan yang saya hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya juga ingin menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada semua pihak, instansi sipil dan militer serta segenap lapisan masyarakat atas partisipasi, perhatian, kerjasama dan dukungan yang begitu besar  terhadap eksistensi Kejaksaan selama ini. 

Dan kepada segenap insan, jajaran Adhyaksa yang telah bekerja keras menorehkan prestasi yang memberi citra positip dan berhasil mengharumkan nama baik lembaga yang kita cintai, saya menyampaian pujian, penghargaan dan apresiasi yang begitu tinggi.

Dan selaku pimpinan Kejaksaan R.I., tiada henti saya ingin mengajak dan mengingatkan segenap insan Adhyaksa dimanapun berada dan ditugaskan, bahwa: ”Kita berada disini untuk mengukir lembar-lembar sejarah, lembaran yang indah dan membanggakan”.

 

Akhirnya, saya ucapkan selamat disertai doa, harap dan pinta, Korps Adhyaksa akan semakin kokoh berdiri tegak, kuat dan Jaya. Semoga pula Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kekuatan, rahmat, perlindungan, bimbingan dan ridha-Nya kepada segenap Keluarga Besar Adhyaksa dan kepada kita semua dalam memenuhi panggilan tugas, menyempurnakan pengabdian bagi masyarakat, bangsa dan negara.

 

Dirgahayu Kejaksaan Republik Indonesia.

Jayalah Adhyaksa kita.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Wabilahitaufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua

Om Santi Santi Santi Om

Namo Budhaya

Salam Kebajikan

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

 H.M. PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id