Sabtu, 4 April 2020

AMANAT

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH, PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA KEJAKSAAN TINGGI DAN PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jakarta, 30 Mei 2018

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

 

Yang saya hormati:

  • Wakil Jaksa Agung R.I.;
  • Ketua Komisi Kejaksaan R.I. beserta jajarannya;
  • Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan R.I., dan Para Staf Ahli Jaksa AgungI.;
  • Para Pejabat Eselon II dan Eselon III di Lingkungan Kejaksaan AgungI.;
  • Ibu Ketua Umum, segenap Pengurus dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Daerah;
  • Para Undangan dan Hadirin sekalian yang berbahagia.

                                                                

Di hari yang penuh sukacita dan penuh maqfirah, saat kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini marilah kita mensyukuri segala nikmat dan karunia Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan kekuatan iman dan kesehatan kepada kita bersama sehingga kita masih diberi kesempatan  menyelenggarakan prosesi pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan R.I. ini.

Berkenaan dengan itu terlebih dahulu saya ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi Ibu-ibu, Saudara-saudara dan kita sekalian Umat Muslim yang melaksanakannya. Semoga keimanan dan ketakwaan kita di bulan Ramadhan ini semakin baik, semakin meningkat daripada sebelumnya. Memiliki hati yang bersih, pikiran sehat, lurus dan jernih serta kemampuan mempersiapkan diri, semangat, tekad yang semakin bulat untuk melanjutkan pengabdian bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan selalu mengutamakan untuk melakukan dan berbuat kebaikan.

Hadirin yang saya hormati,

Sebagaimana sering saya nyatakan, pengangkatan, penempatan, pengisian dan alih tugas pejabat dilingkungan Kejaksaan adalah merupakan sebuah kebijakan organisasi yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan, yang harus dimaknai sebagai bagian dari sebuah proses perjalanan organisasi yang harus terus bergerak dan berjalan maju secara berkesinambungan seiring tuntutan dan kebutuhan untuk menjawab tuntutan tugas yang semakin berkembang tiada henti, yang untuk itu diperlukan evaluasi dan upaya terus menerus atas peningkatan pengalaman, wawasan dan kualitas setiap personil dalam rangka meningkatkan kinerja yang memerlukan profesionalisme yang memadai dari para awak pelaksananya.

Penempatan pegawai dalam berbagai jabatan diharapkan akan dapat mendorong kemampuan dan pemahaman yang lebih utuh dan komprehensiv yang dengan demikian akan mampu menghadapi dan menyelesaikan setiap tugas yang dihadapi dengan sebaik-baiknya. Kebijakan menggerakkan personil dari satu penugasan ke penugasan lain dan dari satu daerah ke daerah lain juga dimaksudkan merupakan sebuah upaya penyegaran agar Kejaksaan selalu siap mengatasi setiap dimensi permasalahan dan tantangan yang cenderung semakin komplek dan beragam dewasa ini.

Hadirin sekalian, segenap Insan Adhyaksa yang berbahagia,

Saat ini kita tengah menghadapi sebuah era, yang sering disebut sebagai revolusi industri generasi keempat atau revolusi industri 4.0, disaat telah terjadi konektivitas antara manusia, mesin dan data yang diarahkan untuk mampu meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri nasional. Di era seperti itu semua komponen bangsa termasuk kita tidak boleh tinggal diam dan berpangku tangan. Dengan dikedepankannya pola digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengelolaan data dalam jumlah yang besar secara tepat yang dikenal dengan big data, maka teknologi informasi, bioteknologi, komputerisasi sebagai basis aktifitasnya, dalam perkembangannya telah mengubah dan mendisrupsi inovasi-inovasi sebelumnya. Dalam realitasnya kemudian, perkembangan teknologi yang sedemikian pesat tersebut juga telah mengubah lanskap tata ruang ekonomi, sosial, budaya maupun politik secara global, yang berimbas dan berpengaruh pada kepentingan nasional.

Fenomena tersebut tanpa kecuali akan membawa dampak pada tatanan dan instrumen hukum yang berlaku. Ledakan berbagai persoalan hukum dipastikan akan berjalan seiring pesatnya revolusi teknologi yang merupakan sebuah kenyataan yang tidak mungkin dielakkan. Ditengah dinamika dan perkembangan yang berlangsung begitu cepat dan kompleks tersebut, agar hukum dan penegakan hukum dapat mengimbangi dan tetap eksis maka akan sangat bergantung pada persiapan dan  kesiapan aparat penegak hukum.

Berkenaan itu semua maka pada kesempatan ini kembali saya ingatkan bahwa, kita mesti mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tuntutan zaman, agar kehadiran institusi penegak hukum Kejaksaan selalu relevan, bernilai guna dan dapat diandalkan.

Memasuki era baru sedemikian, tidak ada pilihan lain bagi kita selain harus melakukan perubahan fundamental dalam hal peningkatan kompetensi, sekaligus harus dijadikan momentum untuk membangkitkan kesadaran baru untuk terus berbenah, tidak larut dan tidak terperangkap pada pola business as usual dalam menjawab persoalan dan menjalankan tugas sehari-hari.

 Keberanian melakukan tindakan yang tidak hanya sekedar out of the box, melainkan juga there is no box (tanpa kotak) yang kadangkala mengharuskan kita membuat terobosan untuk melakukan hal-hal yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya bahkan boleh jadi di luar kebiasaan, namun menjadi mutlak dibutuhkan sebagai pijakan dan cara pandang saat menghadapi perubahan serta situasi kebutuhan mendesak, sepanjang apa yang dilakukan tidak menyalahi dan semata ditujukan hanya untuk menciptakan sesuatu yang memang benar-benar berdaya guna dan mendatangkan kemanfaatan besar bagi masyarakat.

Hadirin sekalian, segenap Insan Adhyaksa yang saya banggakan,

Kita harus menyadari bahwa penilaian atas kinerja penegakan hukum masih menjadi sorotan dan mendapat kritik yang mengundang beragam sentimen negatif tingkat kepercayaan publik. Kita juga harus jujur mengakui adanya sejumlah fakta dengan masih ditemukannya aparat penegak hukum Jaksa yang memiliki perilaku menyimpang dengan menyalahgunakan kewenangan dan melakukan tindakan tercela, bergerak liar di luar tujuan penegakan hukum.

Berkaca pada realitas seperti ini, maka sudah selayaknya agenda pembaruan Kejaksaan yang menjadi keinginan kita bersama perlu mendapat atensi, perhatian dan tempat paling utama. Upaya dan semangat pembaruan menjadi kunci perbaikan yang diharapkan dapat menjadikan kualitas penegakan hukum selalu mampu menyelaraskan diri dengan dinamika perkembangan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat akan terselenggaranya penegakan hukum yang baik, atau bahkan lebih baik, benar, adil, profesional dan proporsional yang memberikan korelasi positif yang memastikan hadirnya tatanan kehidupan bermasyarakat yang tertib, aman dan sejahtera.

Bahwa agenda pembaruan yang kita lakukan dilingkungan  institusi kita dimaksud tidak akan memberi makna manakala jika tidak disertai dan diikuti perubahan pola pikir(mindset) manusia-manusia yang merupakan aktor utama yang mengaktualisasikan setiap program apapun yang dilaksanakan. Maka, menjadi sangat penting dipahami juga bahwa perubahan mindset merupakan faktor yang memiliki makna penting dan strategis dalam mengefektivkan pelaksanaan agenda pembaruan yang dilakukan.

Jika pola pikir aparat penegak hukum masih terbangun dari rangkaian asumsi dan anggapan, bahwa jabatan, kekuasaan serta kewenangan yang dimiliki merupakan peluang memperkaya diri, maka yang terjadi adalah kehendak memperlakukan setiap urusan dalam tugas yang ditanganinya adalah kesempatan untuk meraup keuntungan, dan pada gilirannya menjadikan hukum layaknya sebuah komoditas dagangan yang diperjualbelikan.

Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dan komitmen setiap aparat penegak hukum untuk bersedia berubah, menggunakan kecerdasan, bakat dan kemampuannya untuk membangun dan kesadaran diri, menjadikan kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki sebagai panggilan hidup untuk menyempurnakan pengabdian.

Karena hanya dengan demikian masalah utama pekerjaan penting membangun pemulihan kembali kepercayaan masyarakat (public trust) pada penegakan hukum, khususnya kepada lembaga kita, dapat diraih dan diwujudkan.

Bapak, Ibu dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Pada kesempatan ini pula saya minta segenap jajaran Kejaksaan untuk memberi perhatian kepada aksi terorisme yang belakangan kembali marak terjadi.

Berkenaan hal tersebut, Saya mengingatkan dan meminta kepada segenap jajaran Kejaksaan untuk meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan khususnya kepada jajaran intelijen untuk melakukan deteksi dini sekaligus memperketat pengamanan dan penjagaan terhadap personil maupun seluruh objek dan aset vital, mengingat keterkaitan pelaksanaan tugas penegakan hukum oleh Kejaksaan.

Saya juga minta kepada segenap unsur pimpinan dan pembantu pimpinan Kejaksaan dipusat dan daerah agar berperan aktif, meningkatkan koordinasi dan hubungan kerjasama dengan semua pihak terkait, sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi berbagai persoalan dan ekses negatif terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dibulan Juni 2018 maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilu Legislatif pada 2019 yang akan datang agar tidak sampai terjadi hal-hal yang berpotensi mengganggu kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Berkenaan dengan pelaksanaan kontestasi demokrasi tersebut, perlu juga saya tekankan untuk menjaga dan mencegah timbulnya konflik kepentingan dan menjaga agar pelaksanaan Pilkada dan Pemilu berjalan dengan fair.

Selain dari itu, disamping masih harus menghadapi ancaman bahaya kejahatan narkoba, serta penegakkan hukum mencegah dan memberantas korupsi,  dengan komitmen pemerintah dalam upaya mempercepat dan memacu laju pembangunan, maka saya ingin menegaskan kembali tentang pentingnya semakin mengoptimalkan intensitas kinerja TP4 sebagai sebuah sarana dan kelengkapan penting untuk meletakkan penegakan hukum Kejaksaan  agar dapat berjalan seiring, selaras, dan senafas dengan kebijakan negara, pemerintah dalam pelaksanaan  pembangunan.

Disini Saya ingin mengingatkan agar seluruh strata dan jajaran dilingkungan Kejaksaan bersikap profesional, tidak ada yang main-main dan bersungguh-sungguh  dalam pelaksanaannya, karena jika tidak justru akan menjadi bumerang dan malapetaka bagi citra dan kredibilitas institusi kita. TP4 bukanlah bunker tempat berlindung, tetapi digagas dan dibentuk sebagai sarana, pengawal dan pencegah terjadinya penyelewengan dan penyimpangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan program pembangunan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu,  para hadirin dan khususnya saudara-saudara para pejabat yang baru dilantik,

Mengakhiri sambutan ini, sekali lagi Saya ingin mengajak Saudara-saudara untuk memahami bahwa mutasi dan promosi jabatan, merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan pimpinan, dan amanah yang harus disikapi dan diimbangi dengan kerja keras, kerja cerdas dengan penuh rasa tanggung jawab. Itulah yang diharapkan dari saudara-saudara dan kita sekalian.

Akhirnya, atas nama pribadi maupun Pimpinan Kejaksaan, saya mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat yang baru saja dilantik. Saya yakin penempatan pada posisi baru masing-masing akan semakin memberikan nilai tambah dan manfaat bagi kemajuan institusi.

Kepada pejabat yang meninggalkan jabatan lamanya dan yang telah melaksanakan tugas dengan baik, penuh pengabdian, saya juga mengucapkan terima kasih. Saya berharap kedepan semuanya akan tetap bersemangat bekerja dan berkarya, untuk selalu memberikan kontribusi positif mengemban dan melaksanakan tugas-tugas yang ada. Ucapan terimakasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada para isteri dan suami yang dengan penuh ketulusan, kesabaran dan keikhlasan mendampingi dan menjaga para pasangannya selama bertugas.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wata’ala, senantiasa memberikan kekuatan iman, petunjuk, bimbingan dan mencurahkan semua yang terbaik kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

 

Sekian dan terima kasih.

 

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Om santi santi santi om,

Namo buddhaya,

Salam Kebajikan.     

 

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

 

H. M. PRASETYO

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id