Minggu, 29 Mei 2016
Kejaksaan Republik Indonesia

BERITA

Kasus Korupsi Dana Bansos Batam

.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Batam masih melakukan proses pemberkasan terhadap kasus korupsi Bansos Pemko Batam dengan tersangka Erwinta dan Raja Haris, dan secepatnya akan dilimpahkan ke pengadilan negeri setempat.

Kasi Pidsus Kajari Batam, Abdul Faried SH kepada tim redaksi website Kejaksaan R.I., Rabu (9/2), mengatakan namun demikian, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih terkendala, yakni ada saksi yang sudah pindah dari Batam dan ada yang masih harus menunggu izin dari Gubernur Kepri untuk saksi yang kebetulan berstatus anggota DPRD Batam.

”Pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi meringankan, yakni Supandi dan seorang saksi ahli dari Kementerian Dalam Negeri,”ujarnya.

Lebih lanjut Faried menambahkan, soal permohonan penangguhan penahanan terhadap Erwinta, seperti yang diajukan pihak Pemko Batam beberapa waktu lalu, sampai saat ini belum dikabulkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Ade Eddy Adhyaksa.(@sm)

(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejari Batam)


 PROFIL KEJATI
Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau merupakan kejaksaan daerah baru. Secara keseluruhan wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau terdiri dari 4 Kabupaten dan 2 Kota, 47 Kecamatan serta 274 Kelurahan/Desa dengan jumlah 2.408 pulau besar dan

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon    : +62 21 722 1269

E-mail    : timredaksi@kejaksaan.go.id

             : humas_puspenkum@yahoo.co.uk