Rabu, 26 April 2017
Kejaksaan Republik Indonesia

BERITA

Kejati Koordinasi BPKP Kasus Pembobolan Bank Maluku

.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malu­ku, Senin (28/11) lalu telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keua­ngan dan Pembangunan (BPKP) Maluku terkait kasus pembo­bolan Bank Maluku senilai 2,2 milyar rupiah.

Sementara itu, Kepala Seksi Pe­ne­rangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Kosasih saat dikonfirmasi Selasa (6/12) oleh Tim Redaksi Website Kejaksaan RI, mengatakan koordinasi dimaksudkan untuk kepen­tingan audit, yang kini telah diserahkan ke BPKP. “Sementara ini hanya menunggu hasil dari BPKP,” paparnya.

Sebelumnya penyidik Kejati Maluku, telah meram­pungkan berkas tiga tersangka ka­sus pembobolan Bank Maluku senilai 2,2 milyar rupiah. Ketiga tersangka yakni, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Maluku, Hanny Samallo; kontraktor CV. Aneka, Ong­gianto Andreas dan Kepala BLK Provinsi Maluku, Semuel Kololu. 

Pembobolan Bank Maluku senilai 2,2 milyar rupiah berawal, ketika muncul dua proyek di BLK Maluku, yaitu proyek pengadaan obat dan pem­bekalan kesehatan yang dibia­yai oleh APBD tahun 2010 bernilai dua ratusan juta rupiah, serta proyek pengadaan peralatan Napza yang dibiayai APBN tahun 2010 senilai 2,2 milyar rupiah.(per)

(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejati Maluku)


 PROFIL KEJATI
Maluku yang beribukota di Ambon memiliki luas wilayah 705.645 km2 dengan 632 pulau besar dan kecil. Dengan jumlah penduduk 1.266.000 jiwa, mereka tersebar di 7 kabupaten, 1 kodya/kota Kejaksaan Tinggi Maluku dipimpin oleh Effendi

Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id