Jum'at, 23 Oktober 2020

16-10-2020
Kejari Aceh Timur Selesaikan Perkara Penganiayaan via Keadilan Restoratif

Kejaksaan Negeri Aceh (Kejari) Aceh Timur untuk pertama kali menyelesaikan perkara tindak pidana penganiayaan secara keadilan restoratif. Hal ini berdasarkan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 15 Tahun 2020, tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative pad Kamis 15 Oktober 2020.

Penyelesaian perkara secara keadilan restoratif maksudnya yaitu, jaksa penuntut umum (JPU) menghentikan penuntutan terhadap terdakwa karena para pihak (terdakwa dan korban), telah berdamai.

Irvan selaku Kasi Pidum mengatakan, sebelumnya JPU telah menjadi fasilitator perdamaian antara kedua belah pihak di Kejari Aceh Timur dengan menghadirkan tokoh masyarakat dan penyidik kepolisian. Setelah difasilitasi oleh JPU, sehingga kedua belah pihak sepakat berdamai dengan syarat para terdakwa ataupun tersangka sepakat membayar ganti rugi biaya pengobatan dan peusijuek bagi korban.

Pasca perdamaian tersebut, Irvan berpesan kepada terdakwa dan korban agar menjalin silaturahmi yang baik. Selain itu, kepada terdakwa dan korban selaku generasi muda agar melakukan kegiatan positif untuk membangun Aceh Timur.

Karena sudah dihentikan penuntutannya berdasarkan surat ketetapan penghentian penuntutan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Nomor: 1077/L.1.22/Eoh:/10/2020, tanggal 15 Oktober 2020, maka ketiga terdakwa yang sebelumnya tahanan JPU yang dititipkan di Polres Aceh Timur, kini dibebaskan. (ysh)


Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id