Kamis, 22 November 2018

06-11-2018
JAM DATUN Kejaksaan Agung RI Membuka Pertemuan Tahunan Kelima (5th ARIN-AP ANNUAL General Meeting (AGM) diikuti 20 Negara

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM DATUN) Kejaksaan RepubIik Indonesia (RI), Loeke Larasati membuka pertemuan Tahunan Kelima (5th ARIN-AP ANNUAL General Meeting (AGM)) yang diikuti oleh 20 Negara. Pertemuan tersebut berlangsung selama 2 hari, Senin hingga Selasa (5 November - 6 November 2018) bertempat di Hotel The Anvaya Resort Bali, JL. Kartika Plaza Tuban Kuta Bali.

Ke- 20 Negara itu, antara lain : Vietnam, Myanmar, Thailand, Australia, Jepang, Mongolia, Laos, New Zealand, Chinese Taipei, Nepal, Korea, Singapura, India, Hongkong, Srilanka, Papua New Guinea, Cambodia, Timor Leste, Vanuatu, Indonesia serta Observer yakni UNODC, CARIN (diwakili Hungary), dan World Bank.

Pertemuan tahunan dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi Panel dengan topik yang disampaikan Praktisi dan pakar asset recovery berbagi pengalaman serta perkembangan terkini dibidang pemulihan asset. “Pertemuan tahunan ini juga memberikan gambaran bagaimana kerjasama informal pemulihan asset dapat berjalan dengan baik melalui jalur ARIN-AP,” kata JAM DATUN.

Diketahui, Asset Recovery Inter-Agency Network Asia Pasific (ARIN-AP) merupakan  jaringan informal para ahli-praktisi di bidang penelusuran aset, pembekuan, dan penyitaan yang dimaksudkan untuk berfungsi sebagai kelompok kerja sama dalam semua aspek penanganan hasil kejahatan di kawasan Asia-Pasifik. ARIN-AP secara resmi diluncurkan pada pertemuan perdana yang diadakan di Seoul pada 19-20 November 2013. Pertemuan tersebut mempertemukan 28 penegak hukum atau lembaga penuntutan dari 21 yurisdiksi di Asia-Pasifik dan 6 organisasi internasional.

JAM DATUN mengatakan bentuk kerjasama yang dikembangkan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan RI adalah kontak penghubung dalam jejaring informal pemulihan asset ARIN-AP yang memiliki secretariat permanen di Kejaksaan Agung dan di Seoul Korea Selatan, serta merupakan perwakilan Indonesia dalam steering group dan keanggotaan ARIN-AP yang dibentuk pada akhir tahun 2013 yang lalu.

Didunia perkembangan jejaring informal sejenis ARIN-AP berkembang disetiap kawasan regional seperti CARIN (Camden Asset Recovery Inter Agency Network) yang telah dulu terbentuk untuk wilayah Eropa pada tahun 2004, ARIN-WA untuk wilayah Afrika Barat, ARIN-EA untuk wilayah Afrika Timur, ARIN-SA untuk Wilayah Afrika Selatan.

Lebih lanjut JAM DATUN menjelaskan bentuk kerjasama yang dikembangkan dalam jejaring ARIN-AP tersebut antara lain berbagi informasi terkait penelusuran Asset dan Pemulihan Asset secara informal, jejaring informal yang ada dikawasan regional merupakan pengembangan lebih lanjut dari CARIN (Camden Asset Recovery Inter-Agency Network), Jejaring informal Asset Recovery untuk wilayah Eropa, yang secara resmi dibentuk di Den Haag pada tahun 2004.

Diketahui, sebelumnya acara diawali dengan pertemuan Steering group (7 negara termasuk Indonesia) untuk membahas hal-hal terbaru dalam kegiatan jejaring ARIN-AP untuk penentuan presidensi tahun 2019, Pendanaan jejaring, pendaftaran anggota observer baru, pengembangan data base, dan mekanisme standar dalam pertukaran informasi.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan AGM (Annual General Meeting) pertemuan tahunan diawali kata sambutan dari Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Diah Srikanti selaku Presidensi ARIN-AP 2018 dan Sambutan Kepala Sekretariat ARIN-AP Mr. Young Bae Son (dari Negara Korea).

Nampak hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Amir Yanto SH.,MM.,MH beserta jajarannya. (pd/yus/yud)


Kontak

PUSAT PENERANGAN HUKUM

KEJAKSAAN AGUNG R.I

Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - Indonesia

Telpon  : +62 21 722 1269

E-mail  : humas.puspenkum@kejaksaan.go.id