home > tentang kejaksaan > jaksa agung republik indonesia
JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Sosok mantan wakil jaksa Agung ini juga dikenal bersih selama menjadi pejabat di korps yang membesarkan namanya itu.

Sejumlah prestasi juga pernah ditorehkan pria kelahiran Tanjung Enim, Sumsel, 1947 lalu ini kala merintis karier di Kejaksaan. Sebelum masuk ke lingkungan Gedung Bundar, Basrief sebelumnya menjadi Kajari Belawan, Sumut, Kajari Cibinong, Jabar lalu Kajari Jakarta Pusat setelah itu dirinya menjadi Asisten Pidum Kejati DKI Jakarta.

Ia salah satu pemburu koruptor dan itu harus diakui. Ia juga seorang panutan di Kejaksaan, dan dengan pengalaman teknis di Kejagung.

Basrief Arief sempat menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung di era Abdul Rahman Saleh. Alumni FH Pasca Sarjana Unpad dan FH Universitas Andalas itu pernah menjadi Ketua Tim Pemburu Koruptor yang dibentuk oleh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan.

Pada era kepemimpinan Basrief, Tim Pemburu Koruptor menangkap bekas Direktur Bank Sertivia, David Nusa Wijaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Basrief digantikan oleh Muchtar Arifin pada 2007 karena telah memasuki masa pensiun.

Kini, ia terpilih dan dilantik menjadi Jaksa Agung oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono pada hari Jumat, 26 November 2010.

Data Pribadi

  1. Nama                             : Basrief Arief SH, MH
  2. Tempat/ tanggal Lahir      : Tanjung Enim/ 23 Januari 1947 (63 th)
  3. Agama                           : Islam
  4. Jenis Kelamin                 : laki-laki
  5. Status Nikah                  : Kawin
  6. Jumlah Anak                  : 3 orang

Pendidikan Formal
  1. Hukum Perdata Universitas Andalas Padang (1975)
  2. Magister Hukum Universitas Andalas dan Universita Padjajaran Bandung (2000)
 
Pendidikan Kedinasan
  1. Susdas Wira Intel (1987)
  2. Trampil Jaksa Pidum (1988)
  3. Spadya (1990)
  4. Penyelundupan (1992)
  5. Sespanas (1995)
  6. Lemhanas (1999)
 
Karir
  1. Jaksa Funsional di Pekanbaru (1971)
  2. Kasubsi Sosial dan Politik di Pekanbaru (1976)
  3. Kasubsi Tindak Pidana Subversi di Pekanbaru (1978)
  4. Kasubsi Tipid Umum Lain di Jakarta Pusat (1981)
  5. Kasi Tindak Pidana Umum di Bandar Lampung (1985)
  6. Kasi Tindak Pidana Umum di Surabaya (1989)
  7. Kasi Penyidikan II (1991)
  8. Kepala Kejaksaan Negeri Belawan (1993)
  9. Kepala Bagian Humas (1994)
  10. Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong (1995)
  11. Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (1996)
  12. Asisten Tindak Pidana Umum DKI Jakarta (1997)
  13. Staf Ahli (1998)
  14. Kepala Biro Umum (2000)
  15. Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (2000)
  16. Jaksa Agung Muda Intelijen (2001)
  17. Wakil Jaksa Agung (2005)
  18. Jaksa Agung (2010)

ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.