home > pidato jaksa agung

S A M B U T A N

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA PENUTUPAN RAPAT KERJA KEJAKSAAN
TAHUN 2012
JUMAT, 23 NOVEMBER 2012
 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati :

-  Wakil Jaksa Agung, para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI dan para Staf Ahli Jaksa Agung RI;

-   Para Pejabat Eselon II dilingkungan Kejaksaan Agung dan Badan Diklat Kejaksaan RI;

-   Para Kajati seluruh Indonesia;

-   Para Asisten Kejati, para Kabid Kejaksaan pada KBRIBangkok dan KJRIHongkong;

-   Para peserta rapat kerja kejaksaan tahun 2012;

-   Segenap hadirin serta undangan yang berbahagia.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan ridho-nya, sehingga kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan, untuk dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan rapat kerja kejaksaan tahun 2012 dengan baik dan lancar hingga memasuki acara penutupan pada pagi hari ini.

Pencerahan yang diterima dari berbagai narasumber, mulai dari Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Deputi Bidang SDM aparatur pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ketua Komisi Kejaksaan RI, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), telah memperkaya wawasan kita bersama, diikuti pemaparan dari para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Diklat, ikut menambah bobot diskusi dalam perumusan hasil rekomendasi, sebagai suatu komitmen bersama untuk melangkah di tahun 2013.

Karena itu kegiatan yang telah kita laksanakan harus menjadi agenda penting bagi kejaksaan dan bukan sekedar kegiatan seremonial semata, jadikan sebagai sarana evaluasi terhadap program kerja tahun 2012, evaluasi hasil rekomendasi raker tahun 2011 serta sebagai upaya dalam rangka merumuskan arah kebijakan strategis kejaksaan di tahun 2013.

Meskipun waktu pelaksanaan rapat kerja relatif singkat, kita telah berupaya semaksimal mungkin mencurahkan segala daya, upaya, tenaga serta pikiran untuk mengikuti rangkaian mata acara sampai hari penutupan secara sungguh-sungguh dan konsisten. Hal ini semata-mata sebagai wujud sense of belongings kepada institusi yang telah membesarkan dan mendewasakan kita. 

Saudara-saudara peserta rapat kerja yang saya hormati,

Tuntutan globalisasi membawa dampak dalam segenap aspek kehidupan termasuk dalam penegakan hukum. Permasalahan yang kita hadapi sudah demikian kompleks, namun kita sebagai aparat penegak hukum terkesan lambat menyikapi perubahan dalam masyarakat.

Untuk itu segala permasalahan yang mengemuka pada rapat kerja ini menuntut kita segera melakukan perubahan tidak hanya sebatas kata-kata yang tersusun dalam rumusan rekomendasi, namun hendaknya diaplikasikan dalam langkah yang nyata. Tentunya hal ini sejalan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi yang sedang kita laksanakan, yaitu adanya perubahan pola pikir, budaya serta perilaku.

Implementasi dari reformasi birokrasi Kejaksaan RI selain didasarkan pada amanat undang-undang juga dilatarbelakangi pada kondisi nyata yakni berkurangnya kepercayaan publik (public trust) secara terus menerus terhadap penyelenggaraan pemerintahan termasuk kepada jajaran kejaksaan sebagai akibat dari adanya praktek penegakan hukum yang bertentangan dengan tuntutan rasa keadilan masyarakat.

Beberapa alasan yang membuat kejaksaan harus segera melaksanakan reformasi birokrasi, adalah tingkat kualitas pelayanan publik yang dirasakan belum optimal; tingkat efisiensi, efektifitas dan produktifitas kerja belum menunjukkan hasil yang signifikan, belum meratanya tingkat produktifitas kerja dari seluruh satuan kerja; tingkat transparansi dan akuntabilitas birokrasi masih sangat minim sehingga masyarakat belum dapat mengakses semua informasi tentang penanganan perkara; serta tidak kalah penting tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah.

Untuk menjawab berbagai permasalahan di atas, maka reformasi birokrasi adalah suatu keharusan, hal ini menuntut adanya suatu bentuk pelayanan prima, transparan serta akuntabel menuju jaksa yang mandiri dan profesional sesuai tuntutan jaman. Pada akhirnya pimpinan hanya bertindak selaku pengendali (manajerial) dan memberi supervisi sehingga pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kejaksaan bertumpu pada unit kerja terdepan sebagai wujud kepercayaan pimpinan terhadap para jaksa di berbagai wilayah. Saya percaya, melalui upaya ini kejaksaan akan mampu meraih kembali kepercayaan dari masyarakat dengan mengedepankan sikap profesional, proporsional dan berhati nurani.

 Selain itu juga kita telah melaksanakan program percepatan reformasi birokrasi bidang Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang dilaksanakan melalui penataan jumlah dan distribusi PNS, sistem seleksi CPNS, promosi PNS secara terbuka, penguatan sistem disiplin dan etika SDM aparatur, peningkatan kesejahteraan pegawai negeri serta penyempurnaan sistem pensiun, sehingga jaksa merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan tugasnya, tanpa dibayang-bayangi dengan rasa ketidakpastian.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, diperlukan adanya pengawasan melekat, disamping bentuk pengawasan lainnya. Karena kita menyadari bahwa pengawasan melekat di kejaksaan masih belum optimal karena belum didukung sistem dan manajemen yang efektif untuk meningkatkan kinerja.

selengkapnya...

 PIDATO JAKSA AGUNG
11-06-2014
SAMBUTAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA PENYERAHAN LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN R.I. ATAS LAPORAN KEUANGAN KEJAKSAAN R.I. TAHUN 2013
05-06-2014
AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN JABATAN JAKSA AGUNG MUDA INTELIJEN DAN STAF AHLI JAKSA AGUNG BIDANG PEMBINAAN
pidato lainnya
ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.