BERITA

Tiga Kajari di Sultra Dimutasi

.

Pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra), telah digelar, Selasa (13/9). Pisah sambut dirangkai dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) menyusul adanya penyegaran di beberapa posisi, demikian dikatakan Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sultra Asrul Alimina, SH.MH. kepada tim redaksi website Kejaksaan R.I., Rabu (14/09).

Dijelaskannya, Pejabat Assisten Bidang Pengawasan (Aswas) juga berganti rupa dari Yono, SH, MH kepada Mahatma Sentanu, SH, MH. Sebelumnya, Mahatma Sentanu adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kebumen. Sementara Yono, SH ditunjuk mengepalai Kejari Pontianak.

Selain dua jabatan itu, posisi sejumlah Kajari juga mengalami penyegaran diantaranya Kajari Raha, Kajari Baubau dan Kajari Unaaha. Kajari Raha, Olopan Nainggolan SH MH bergeser menjadi Kajari Tebing Tinggi. Kajari Baubau, Telly Tumundo SH, menapak posisi baru sebagai Aswas Kejati Sulawesi Utara (Sulut). Sedangkan Kajari Unaaha, Drs Muh Naim SH, menggantikan kedudukan Mahatma Sentanu sebagai Kajari Kebumen.

Menggantikan Olopan Nainggolan di Raha, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengirimkan Drs. Chandra Yahya Welo SH, Pengkaji pada Kejati Sulsel. Untuk Kajari Baubau, Kejagung mendudukan Slamet Siswanta SH MH, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kejati Jawa Barat. Sedangkan kursi Kajari Unaaha diisi Agus Wahidin SH, Kabag TU Kejati Sultra, yang digantikan posisinya oleh Bambang Prisanto SH MH, Kepala seksi Produksi dan Sarana Intelijen Kejati Jatim.

Kajati Sultra, AR Nashruddien SH MH, digantikan Bambang Setyo Wahyudi, Kajati Sumatera Utara. AR Nashruddien ditarik kantor Kejagung RI, menempati kursi Direktur Tindak Pidana Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Kejagung.

Usia jabatan AR Nashruddien di Sultra terbilang singkat, hanya kurang lebih 10 bulan. Ia dilantik 9 November 2010 silam. Selama 10 bulan itu, ia mengusut 14 kasus korupsi. Tiga yang paling terkenal adalah kasus korupsi APBD Bombana tahun 2007-2008 yang melibatkan mantan Bupati, Atikurahman.

Kemudian, kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pada proyek perluasan kantor gubernur Sultra tahun 2010, yang melibatkan Sekot Kendari, Amarullah dan Kepala Kantor BPN Kota Kendari, Ruslan Emba. Lalu, kasus korupsi pengadaan mobil dinas (Mobdis) gubernur tahun 2008. Baru-baru ini, ia mengungkap kasus korupsi terbesar di Sultra, korupsi Rp 23 miliar di Kabupaten Konawe yang diduga melibatkan Ridman Abunawas Cs.(@rd) 

(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejati Sultra)


 PROFIL KEJATI
Wilayah Sulawesi Tenggara memiliki luas daratan 38.140 km2 dan laut seluas 110.000 km2. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara membawahi 9 Kejaksaan Negeri. Wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara memiliki 12 kabupaten / kota.  PEJABAT KEJAKSAAN
 INFO PERKARA
11-11-2010
055/RP-6/Epp.1/2/2010 An IHSAN WAHID
05-08-2010
003/RP-6/Epp.1/12/2009 An Samonaha Als. Riko
09-11-2010
057/RP-6/Epp.1/2/2010 An H. ANDI AZIS SALLO
00-00-0000
08/RP-9/Ft.1/07/2010 An L.M. BARIUN
00-00-0000
04/RP-9/Ft.1/03/2010 An H. HASANUDDIN SILONDAE
00-00-0000
09/RP-9/Ft.1/07/2010 An Hj. ST. HAOLA MOKODOMPIT
data lainnya
 DAFTAR BURONAN
Jika Anda mempunyai informasi mengenai buronan ini, hubungi Hotline :
+62 21 72 44 980
ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.