BERITA

Kejari Semarang Bentuk Tim Khusus Teliti Kasus Pemalsuan Ijazah

.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang membentuk tim khusus untuk meneliti berkas pemeriksaan terhadap Dwi Hartono alias Ferry, tersangka pemalsuan ijazah dan nilai sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung.

"Setelah dilimpahkan penyidik Polrestabes Semarang, kami langsung membentuk tim khusus yang terdiri atas lima jaksa peneliti dan saat ini masih meneliti berkas pemeriksaan tersangka," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Semarang Mustaghfirin.

Menurut dia, jaksa peneliti mempunyai waktu selama tujuh hari terhitung sejak pelimpahan berkas untuk meneliti berkas pemeriksaan tersangka.

"Jika setelah kami teliti ternyata ada beberapa bagian pada berkas pemeriksaan yang belum lengkap maka akan dikembalikan ke penyidik kepolisian dengan disertai petunjuk agar bisa segera diperbaiki dan dilakukan pelimpahan tahap kedua," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah kepolisian melakukan pelimpahan tahap kedua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti, kejaksaan akan menyusun dakwaan sehingga bisa dilimpahkan serta disidangkan di Pengadilan Negeri Semarang.

Arif Hijrah selaku penasihat hukum tersangka yang dihubungi terpisah menyatakan akan mengikuti semua prosedur hukum yang ada.

"Saat ini kami masih menunggu proses penelitian Kejari Semarang terhadap berkas pemeriksaan yang dilimpahkan penyidik kepolisian," katanya.

Arif mengaku belum dapat memastikan apakah dirinya akan menyiapkan saksi-saksi yang meringankan kliennya menjelang persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Seperti diwartakan, Kepolisian Resor Kota Besar Semarang telah menetapkan Dwi Hartono alias Ferry sebagai tersangka kasus pemalsuan ijazah dan nilai palsu sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula Semarang.

Modus yang dilakukan tersangka Ferry yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula angkatan tahun 2004 itu adalah menyebar brosur Bimbingan Belajar dengan nama "Smart Solution" yang berisi penawaran menjadi mahasiswa di jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, dan akuntansi dengan jaminan pasti diterima.

Selain itu, tersangka Ferry yang beroperasi sejak 2006 tersebut juga berperan mengubah nilai dan ijazah dari jurusan IPS menjadi IPA serta mendapat uang antara Rp5 juta sampai Rp10 juta dari tiap calon mahasiswa yang mendaftar.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka berupa puluhan brosur dan penawaran Bimbingan Belajar "Smart Solution", dua alat komunikasi berbentuk jam tangan, serta puluhan stempel dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Tersangka Ferry dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 263 dan Pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan Surat dan Pembuatan Dokumen Palsu.

Penanganan kasus pemalsuan ijazah ini berawal dari laporan salah seorang Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Taifuqurrachman, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada hari Senin (23/4).

Pada perkembangannya, pihak rektorat dan yayasan melalui pelapor berencana mencabut laporan. Namun, ditolak oleh kepolisian karena kasus ini bukan delik aduan, melainkan pidana murni.(Nas)

 

(Sumber : Tim Redaksi Website Kejaksaan Agung RI/Kejari Semarang)


 PROFIL KEJATI
Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah adalah jajaran Kejaksaan RI dengan wilayah tugas di provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 32.548 km2. Instansi ini berkantor di Jl. Pahlawan No.14, Semarang Telp. 024-8413985 (
 INFO PERKARA
05-01-2011
PDM-52/Brbes/Ep2/06/2010 An ANDI SUBIANTORO Bin TUKIRUN
04-01-2011
PRINT-95/O.3.22/EPP.2/09/2009 An MARWAN NUROHMAN BIN SUPRIYANTO
12-08-2010
PRIN-68/0.3.24.3/Epp.2/02/2010 An EKO WAHYUDI Bin MARWIDI (alm)
00-00-0000
PDS-01/O.3.42/Fd.1/04/2010 An SUPRIYADI Bin SUWARDI
00-00-0000
PDS-03/O.3.23/Fd.1/10/2009 An YUSNI KURNIASIH
00-00-0000
PDS-03/R.Bang/Fd.1/10/2009 An H.KASNADI
data lainnya
 DAFTAR BURONAN
Jika Anda mempunyai informasi mengenai buronan ini, hubungi Hotline :
+62 21 72 44 980
ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.