home > berita

11-09-2013
RIS Batal Diperiksa Karena Sakit

Penyidik Kejati Banten kembali batal memeriksa RIS, tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi program peningkatan drainase primair Kali Parung, Kota Serang, pada Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (Satker PPLP) Banten Rp5 miliar, Selasa (10/9). Hal tersebut karena RIS kembali sakit. Untuk diketahui, sejumlah awak media sudah menunggu kedatangan RIS sejak pukul 11.00 WIB di Kejati Banten. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, RIS tidak tampak. Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten, Yopi Rulianda, kemudian menyatakan tersangka tidak hadir karena masih sakit. "Informasi dari penyidik, yang bersangkutan masih sakit," kata Yopi Rulianda, SH, ditemui di kantornya, Selasa (10/9). Menurut informasi yang diperoleh, mengenai penyakit, Yopi mengaku, tidak mengetahuinya. Menurut dia, informasi dari penyidik hal tersebut tertuang dalam surat dari dokter. Yopi juga mengaku, belum mendapat informasi mengenai jadwal pemeriksaan ulang. "Belum tahu kapan lagi dipanggil, tapi melihat kemarin, RIS diperiksa hari Selasa, mungkin seminggu lagi," katanya. Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Syamsul menjelaskan, dalam proyek tersebut diduga ada penyimpangan fisik. Yaitu tidak sesuai antara volume pekerjaan dengan kontrak. "Ya, kami tidak bisa jelaskan detail. Untuk kasus itu ada penyimpangan pada fisik, tidak sesuai dengan volume pekerjaan," ungkapnya Dalam kasus ini, Kejati sudah menahan dua tersangka sebelumnya, yakni Kepala Satker PPLP Banten, Tatang Hidayat, dan pengusaha dari PT Ciboleger, HJP. (as)***


ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.