home > berita

03-09-2013
Kejari Surabaya Menerima Pelimpahan Berkas Kasus Narkoba

 Otak peredaran narkoba di Rutan Medaeng, Siswo Prawiro akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Siswo yang menjalani pelimpahan tahap II itu akhirnya langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sidoarjo.

Siwo menjalani pelimpahan tahap II dengan didampingi 5 orang penyidik dari BNN. Selain melimpahkan Siswo, BNN juga melimpahkan Roni Christanto (rekan bisnis siswo) dan juga istri Siswo, yakni Irin. Keduanya bakal didakwa terlibat dalam peredaran sabu milik Siswo. Padahal sebelumnya Irin diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Gak ada TPPU nya, Irin kita duga masuk dalam sindikat crime," kata salah seorang penyidik BNN yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi, Senin (2/9).

Kasipidum Kejari Surabaya, Judhy Ismono menjelaskan alasan dijebloskannya ketiga bandar narkoba itu ke Lapas Sidoarjo lantaran faktor keamanan. Pasalnya, kasus ini sendiri melibatkan oknum pejabat Rutan Medaeng, Made Yoga. “Kami tidak menahannya di Rutan Medaeng tapi di lapas Sidoarjo untuk keamanan, karena Siswo sendiri kan berkaitan dengan Made Yoga,” kata Judhy.

Sementara itu, menurut Oja Miasta selaku jaksa penuntut umum (JPU) perkara ini menerangkan, ketiga bandar sabu ini bakal dijerat dengan pasar berlapis, yakni pasal 112 ayat 2, 114 ayat 2 dan 132 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009. "Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," kata Oja usai melakukan pemeriksaan tahap II.

Selain melimpahkan Siswo, Irin, dan Rony, BNN juga melimpahkan berkas dan barang bukti, diantaranya 200 gram sabu dan satu unit mobil milik Siswo jenis Toyota Inova warna hitam dengan nomor polisi L 1429 BY. “Kalau untuk sabu-sabunya hanya sebagian saja, karena sudah dimusnahkan dan mobilnya disita oleh kejaksaan," katanya.

Seperti diketahui, Siswo dan istrinya ditangkap petugas BNN di Jalan Raya Darmo. Dari tangan pasangan suami istri (pasutri) ini, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 200 gram. Sedangkan terungkapnya Made Yoga sebagai pengedar sabu-sabu di Rutan Medaeng diketahui saat petugas BNN menangkap Siswo. Saat BNN menangkap Siswo, tiba-tiba ponsel Siswo berdering. Dalam pembicaraan itulah, Made memesan sabu-sabu ke Siswo. Nah saat itulah BNN akhirnya melakukan pelacakan dan berhasil menangkap Made Yoga.(sm)

 


ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.