home > berita

02-07-2013
Kejari Surabaya Menerima Pelimpahan Berkas Kasus Narkoba

Kasubsie Kepegawaian Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surabaya (Rutan Medaeng) yang diduga terlibat dalam kasus narkoba dalam rutan. Saat ini, berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan siap disidangkan.

“Sekarang tersangka Made Joga ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sidoarjo. Ini pelimpahan Tahap II dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebenarnya BNN melimpahkan perkara ini ke Kejagung (Kejaksaan Agung), namun oleh Kejagung dilimpahkan ke kami untuk disidangkan di sini . terang Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, Judhy Ismono, Senin (1/7).

Selain Made Joga, BNN dalam kasus ini juga menetapkan tiga orang sebagai tersangka yaitu, Suswo, Rony Kristianto, dan Irine Sulistyowati. “Jika ditotal barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan mencapai 700 gram,” ungkapnya.

Namun Judhy mengungkapkan bahwa untuk saat ini pihaknya hanya menerima pelimpahan berkas perkara tersangka Made Joga saja. “Mungkin untuk tiga tersangka lainnya berkas perkaranya dipisah,” paparnya.

Pihaknya juga mengaku belum mengetahui apakah tiga tersangka lainnya tersebut juga akan ditangani Kejari Surabaya untuk disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Saya belum mendapatkan informasi dari BNN apakah tiga tersangka lainnya akan dilimpahkan ke kami juga atau tidak,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, Made Joga dijerat UU Nomor 35 tahun 2009, Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 tentang mengedarkan, memiliki, dan menguasai narkoba. “Pasal 114 itu ancaman hukuman maksimalnya penjara seumur hidup. Sedangkan Pasal 112 ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan denda antara Rp 800 juta hingga 8 miliar,” jelasnya.

Usai menjalani pelimpahan tahap dua, oleh Kejari Surabaya, Made Joga langsung dijebloskan ke Lapas Sidoarjo. “Made Joga tidak ditahan di Rutan Medaeng agar tidak terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan karena area peredaran narkoba yang dijualnya paling sering di lingkup Rutan Medaeng,” tegasnya.(sm)


ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.